Gorontalopost.co.id, LIMBOTO — Warga Dusun Hungayo Desa Barakati Kecamatan Batudaa kembali merasakan banjir, setelah 17 tahun silam, ini terlihat dari video di media sosial milik Arni Mahmud yang kaget melihat luapan air yang mulai deras masuk kerumahnya yang diakibatkan oleh jembatan yang justru menjadi penghambat arus air sehingga melebar masuk ke rumah warga.
Camat Batudaa Bastian Tito Bahua saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, menurutnya intensitas curah hujan yang cukup lebat membuat air dari gunung serta sejumlah rumput yang mengalir dibawah jembatan tersebut tak mampu menampung, ditambah lagi penyangga jembatan pun sudah roboh sehingga jarak jembatan semakin rendah ditambah talud ikut roboh membuat arus air masuk ke rumah warga.
“Saat ini kami sementara menunggu eskapator yang akan membersihkan jembatan dan juga sampah yang tergenang di jembatan tersebut untuk dibersihkan,” ungkap Bastian.
Menurutnya memang sejak dirinya menjadi camat di tahun 2023 jembatan itu sudah tak di gunakan lagi, sehingga akan dipikirkan langkah kedepannya. “Alhamdulillah saat ini sudah surut dan sudah ada juga bantuan dari pihak Dinas Sosial Provinsi dan Dinas Sosial Kabupaten serta Balai sungai,” pungkas Bastian.
Dari data yang ada 14 rumah terdampak banjir, yakni rumah milik Dewi Palowa, Sutarni Makrun, Hamzah Palowa, Dian Laima, Abdullah Piida, Arni Mahmud, Rani Mahmud, Abdul Karim Luawo, Rum Yusran Luawo, Alwin Ango, Sopyan Ishak, Herman Lagalutu, Abdul Gani Tebe, dan Wisno Datau. (Wie)











Discussion about this post