logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Revolusi Gusnar-Idah: Gorontalo Meledak 7,68%

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 12 May 2026
in Persepsi
0
Dedy S. Palyama, SE. M.Si

Dedy S. Palyama, SE. M.Si

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dedy S. Palyama SE.M.Si

Sejarah ekonomi Gorontalo baru saja ditulis ulang. Bukan dengan tinta janji politik. Tapi dengan angka yang meledak.
Badan Pusat Statistik resmi merilis pada Kamis, 7 Mei 2026: ekonomi Gorontalo Triwulan I-2026 melejit 7,68 persen [y-on-y]. Tertinggi dalam lima tahun terakhir. Melibas rata-rata nasional. Membuat provinsi lain di Sulawesi ketar-ketir. Nilai PDRB tembus Rp15,789 triliun hanya dalam tiga bulan.

Ini bukan kenaikan. Ini REVOLUSI. Sebab selama puluhan tahun, Gorontalo terjebak di kubangan 4-5 persen. Tahun 2025 kemarin pun kita masih ngos-ngosan di 5-6 persen. Sekarang, di bawah komando Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah, Gorontalo lompat kelas. Dari provinsi APBD tipis menjadi macan baru ekonomi Kawasan Timur Indonesia.

Related Post

Bom Waktu di Meja Akad: Menggugat Ketidaksesuaian Nasab dan Urgensi Perlindungan Penghulu

Tepian Utara Nusantara (Miangas, Manado, Popayato)

Menyoal Paradoks Pembangunan di Gorontalo: Pertumbuhan Tinggi, Kemiskinan Teguh

“Emas Merah” Nusantara: Potensi Bioprospeksi Tanaman Tepurang di Gorontalo

“Alhamdulillah Berita Resmi Statistik sudah keluar yang menempatkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo triwulan I 2026 di angka 7,68 persen. Hasil ini perlu disyukuri dan menggembirakan untuk kita semua,”.kalimat Gubernur Gusnar ini sederhana. Tapi maknanya dalam: Gorontalo sedang berada di jalur cepat menuju visi Gorontalo Maju dan Sejahtera.

Bongkar Dapur Mesin: Ekspor jadi Raja, Tambang Emas Pohuwato Mengamuk

Dari mana datangnya ledakan 7,68 persen ini? BPS membuka dapurnya: ekspor barang/jasa adalah raja. Ini pembeda utama. Selama ini Gorontalo hidup dari belanja APBD dan konsumsi rumah tangga. Uang berputar di dalam. Ekonomi stagnan. Sekarang, Gorontalo jualan ke luar. Dolar dan rupiah dari luar masuk. Kue ekonomi mengembang.

Siapa pasukan tempurnya? Data BPS menyebut hampir seluruh lapangan usaha tren positif. Tapi bintang utamanya ada empat. Pertama, Pertanian. Tetap jadi tulang punggung. Jagung, kelapa, dan komoditas lain masih perkasa. Kedua, Perdagangan dan Konstruksi. Toko hidup, proyek jalan.
Ketiga, Transportasi dan Pergudangan. Artinya barang bergerak. Logistik jalan. Keempat, dan ini yang paling spektakuler: Pertambangan emas/tembaga di Pohuwato & Bone Bolango serta Industri Pengolahan.

Kenaikan di dua sektor terakhir ini adalah detonator. Tambang emas Pohuwato menggeliat. Industri pengolahan ikut naik. Artinya satu: hilirisasi mulai menyala. Dulu, emas dikeruk, langsung dikirim mentah. Daerah dapat lubang, pusat dapat uang. Sekarang, mulai ada proses di sini. Mulai ada nilai tambah yang tinggal. Inilah yang membuat ekspor agresif dan PDRB tembus Rp. 15,789 triliun.

APBD Rp 1,5 T: Dalih Orang Kalah, Tantangan Orang Menang

Di tengah pesta 7,68 persen, Gubernur Gusnar Ismail menampar mitos lama yang sudah puluhan tahun jadi kambing hitam: APBD kecil.

APBD Provinsi Gorontalo 2026 hanya Rp1,5 triliun. Dibanding Sulsel, Sulteng, atau Sulut, kita seperti anak bawang. Dulu, setiap kali ditanya mengapa jalan rusak, mengapa irigasi macet, jawabannya klise: “APBD kita kecil, Pak.”

Gubernur Gusnar merobek dalih itu. “Keterbatasan APBD tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi ekonomi yang gemilang,” . Kalimat ini harus dipahat di kantor-kantor pemerintahan.

Buktinya? 7,68 persen itu lahir justru saat APBD Rp1,5 T. Ini membuktikan Gubernur Gusnar-Idah berhasil menggeser mesin ekonomi. Dari mesin APBD yang boros dan lambat, ke mesin investasi, ekspor, dan sektor riil yang agresif dan efisien.

Lalu APBD untuk apa? APBD Rp1,5 T kini jadi “korek api”. Bukan untuk bagi-bagi proyek. Tapi untuk dua hal strategis: pertama, bangun infrastruktur dasar ke sentra produksi. Jalan ke tambang, jalan ke pelabuhan, irigasi ke sawah. Kedua, jaga stabilitas dan kepastian hukum. Pastikan tidak ada pungli. Pastikan izin cepat. Pastikan tidak ada demo anarkis yang bikin investor kabur.

APBD Rp. 1 M untuk jaga stabilitas bisa memancing investasi Rp1 T dari swasta. Inilah jurus baru era Gubernur Gusnar-Idah. APBD kecil, tapi nyali besar.

Rahasia Gusnar-Idah: Stabilitas Adalah APBD Tak Kasat Mata

Mengapa investor dan Pusat sekarang percaya Gorontalo? Mengapa ekonomi bisa meledak 7,68%? Jawabannya satu: kepercayaan. Dan kepercayaan itu lahir dari stabilitas.

Investor tidak tanya APBD. Mereka tanya tiga hal: Izin cepat tidak? SDM siap tidak? Daerah aman tidak untuk 20 tahun ke depan? Gusnar-Idah menjawab tiga hal itu dengan kerja nyata. Forkopimda solid. Konflik lahan diredam di meja dialog sebelum jadi api. Pungutan liar disikat. Premanisme berkedok ormas ditertibkan. Perizinan dipangkas. Pesan ke Jakarta dan ke dunia usaha jelas: Gorontalo buka pintu lebar-lebar, tapi tertib aturan.

Inilah yang disebut “APBD tak kasat mata”. Stabilitas politik, keamanan, dan kepastian hukum nilainya triliunan. Daerah APBD Rp. 10 T pun akan ditinggalkan jika tiap minggu ricuh. Gorontalo APBD Rp1,5 T justru dilirik karena aman dan prediktabel.

Gubenur Gusnar menyebut kuncinya adalah “sinergi antar-pemangku kepentingan”. Ini bukan jargon. Ini adalah kerja kolaborasi tanpa sekat antara Pemprov, Pemkab/Pemkot, TNI-Polri, Kejaksaan, pengusaha, tokoh adat, tokoh agama, hingga media. Ketika semua satu komando menjaga iklim investasi, maka uang datang. 7,68 persen adalah buahnya.

Emas Pohuwato Jangan Cuma Dikeruk, Hilirisasi Harus Tuntas!

Meski pesta 7,68 persen, Gusnar-Idah tidak mabuk pujian. Mereka tahu persis ada PR besar yang menganga: hilirisasi tambang. BPS menyebut pertambangan emas/tembaga di Pohuwato & Bone Bolango sebagai penopang utama. Tapi fakta di lapangan: sebagian besar emas itu masih diolah di luar Gorontalo. Kita masih mengirim bahan mentah atau setengah jadi.

Artinya, nilai tambah terbesar belum tinggal di sini. PDRB Rp15,789 triliun hari ini bisa dua kali lipat jika smelter dan refinery berdiri di Bumi Serambi Madinah. Bayangkan ribuan lapangan kerja baru. Bayangkan PAD yang melonjak. Bayangkan perputaran uang di warung, kontrakan, bengkel, dan transportasi.

Karena itu, peringatan keras untuk kita semua: hilirisasi tambang tidak boleh setengah hati. Jangan lagi Gorontalo hanya dapat lubang dan debu. Emas Pohuwato harus jadi emas Gorontalo. Ini adalah perang berikutnya yang harus dimenangkan Gubernur Gusnar-Idah. Jika smelter berdiri, jangan kaget jika tahun depan kita bicara pertumbuhan dua digit.

3 Ranjau Setelah Ledakan 7,68 Persen

Pertumbuhan eksplosif membawa ranjau eksplosif. Ada tiga yang harus dijinakkan Gubernur Gusnar-Idah sekarang juga.

Ranjau Pertama: Gejolak Sosial.
Tambang menggeliat, industri naik, konstruksi jalan. Pasti ada gesekan lahan. Pasti ada kecemburuan antara tenaga kerja lokal dan pendatang. Pasti ada yang mencoba memalak investor. Jika tidak dikelola dengan dialog adil dan penegakan hukum tegas, api pertumbuhan bisa padam jadi abu konflik horizontal. Ranjau Kedua: Politik Identitas. Investasi butuh tenaga terampil. Tidak semua ada di Gorontalo. Migrasi tenaga kerja adalah keniscayaan. Isu “putra daerah tersingkir” adalah bom waktu yang sangat mudah disulut jelang Pilkada. Pemprov harus jadi wasit. Buka data tenaga kerja. Genjot BLK. Pastikan warga lokal kompetitif. Jangan beri ruang politisi mainkan isu ini. Ranjau Ketiga: Bom Waktu Generasi Muda.

Gorontalo menikmati bonus demografi: 60% penduduk usia produktif. Ini bisa jadi dividen atau bencana. Data menyebut 89% anak muda dapat info dari TikTok. Mereka lihat angka 7,68% di FYP. Ekspektasi mereka ke langit. Jika Pemprov tidak hadir di TikTok, jika BLK tidak ada di dekat kawasan industri, jika info loker tidak masuk ke mereka, maka 60% ini bisa berubah dari aset menjadi beban. Frustrasi mereka bisa meledak jadi apatisme atau gerakan anarkis.

Penutup: Dari Angka Statistik ke Piring Makan Rakyat

7,68 persen dan Rp15,789 triliun adalah fondasi. Bukan atap. Visi Gorontalo Maju dan Sejahtera yang diusung Gubernur Gusnar-Idah sedang on the track. Tapi pertarungan belum selesai.

Tugas Gubernur Gusnar-Idah sekarang adalah memastikan angka statistik itu menetes ke piring makan rakyat. Menjadi upah layak untuk buruh tambang. Menjadi harga gabah bagus untuk petani. Menjadi ikan mahal untuk nelayan. Menjadi lapak ramai untuk UMKM. Menjadi kerja untuk 60% usia produktif.

Caranya? Satu, kawal hilirisasi tambang sampai tuntas. Smelter harus berdiri. Dua, jaga stabilitas harga. Jangan sampai pertumbuhan 7,68% bikin harga beras dan telur liar. Tiga, jemput bonus demografi. BLK, info loker, dan pelatihan harus masuk ke HP anak muda. Empat, jaga stabilitas. Jangan kasih kendor.

APBD Rp1,5 T sudah terbukti bukan alasan untuk kalah. Nyali, sinergi, stabilitas, dan keberpihakan adalah senjata untuk menang.

Gorontalo di era Gubernur Gusnar-Idah tidak lagi menunggu belas kasihan Pusat. Gorontalo sedang merebut kepercayaan. Dan ketika dipercaya, 7,68 persen hari ini baru permulaan.

Pertanyaannya: siapkah kita mengawal ledakan ini agar tidak jadi bencana? Sebab sejarah mencatat, banyak daerah meledak tumbuh, lalu meledak juga konfliknya. Gorontalo jangan sampai begitu. (*)

Penulis adalah KepalaBidang Politik Dalam Negeri dan Ormas.pada Badan Kesbangpol Provinsi Gorontlao

Tags: bpsEkonomi GorontaloGubernur GusnarGusnar - IdahPertumbuhan EkonomiWagub Idah Syahidha

Related Posts

Bom Waktu di Meja Akad: Menggugat Ketidaksesuaian Nasab dan Urgensi Perlindungan Penghulu

Bom Waktu di Meja Akad: Menggugat Ketidaksesuaian Nasab dan Urgensi Perlindungan Penghulu

Tuesday, 12 May 2026
Basri Amin

Tepian Utara Nusantara (Miangas, Manado, Popayato)

Monday, 11 May 2026
Ridwan Monoarfa

Menyoal Paradoks Pembangunan di Gorontalo: Pertumbuhan Tinggi, Kemiskinan Teguh

Monday, 11 May 2026
“Emas Merah” Nusantara: Potensi Bioprospeksi Tanaman Tepurang di Gorontalo

“Emas Merah” Nusantara: Potensi Bioprospeksi Tanaman Tepurang di Gorontalo

Tuesday, 5 May 2026
Basri Amin

Guru Gosip dan Guru Gagasan

Monday, 4 May 2026
Ridwan Monoarfa

Selamat Hari Buruh 1 Mei: Blok Politik Buruh, atau Partai Buruh?

Friday, 1 May 2026
Next Post
Bom Waktu di Meja Akad: Menggugat Ketidaksesuaian Nasab dan Urgensi Perlindungan Penghulu

Bom Waktu di Meja Akad: Menggugat Ketidaksesuaian Nasab dan Urgensi Perlindungan Penghulu

Discussion about this post

Rekomendasi

Dedy S. Palyama, SE. M.Si

Revolusi Gusnar-Idah: Gorontalo Meledak 7,68%

Tuesday, 12 May 2026
Basri Amin

Tepian Utara Nusantara (Miangas, Manado, Popayato)

Monday, 11 May 2026
Bom Waktu di Meja Akad: Menggugat Ketidaksesuaian Nasab dan Urgensi Perlindungan Penghulu

Bom Waktu di Meja Akad: Menggugat Ketidaksesuaian Nasab dan Urgensi Perlindungan Penghulu

Tuesday, 12 May 2026
Sadis! Usai Pesta Miras Seorang Pria di Popayato Arahkan Senapan Angin ke Temanya, Lalu Dor 

Sadis! Usai Pesta Miras Seorang Pria di Popayato Arahkan Senapan Angin ke Temanya, Lalu Dor 

Monday, 11 May 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Tepian Utara Nusantara (Miangas, Manado, Popayato)

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Sadis! Usai Pesta Miras Seorang Pria di Popayato Arahkan Senapan Angin ke Temanya, Lalu Dor 

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Korupsi TKI DPRD Kabgor, Kejati Didesak Seret Semua Oknum Terlibat

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Pesta Miras Saat Jam Sekolah, Sebelas Pelajar Diamankan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Pengadaan MacBook Aleg Deprov, Femmy: Dengan Tegas Saya Menolak 

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.