Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Warga Perumahan Safa Marwah 7 masih harus menghadapi berbagai persoalan fasilitas dasar yang hingga kini belum juga terselesaikan.
Mulai dari jalan rusak, drainase yang belum berfungsi maksimal, banjir saat hujan, hingga kualitas bangunan rumah yang dinilai kurang baik menjadi keluhan yang terus dirasakan penghuni.
Padahal, persoalan tersebut sudah dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota (Dekot) Gorontalo. Namun hingga Mei 2026, warga menilai tindak lanjut dari pihak developer masih berjalan sangat lambat.
Salah satu warga, Lin Kaida mengatakan, setelah RDP berlangsung memang ada pekerjaan yang mulai dilakukan oleh developer. Akan tetapi, pengerjaannya sering terhenti, sehingga progres pembangunan dinilai tidak signifikan.
“Yang dikerjakan sekarang baru drainase dan masjid, tetapi pengerjaannya lambat sekali. Awalnya cuma dilakukan penggalian, lalu berhenti cukup lama. Beberapa bulan kemudian baru dilanjutkan lagi,” ujarnya.
Kondisi jalan menjadi persoalan yang paling sering dikeluhkan warga. Saat hujan turun, jalan di kawasan perumahan berubah menjadi becek dan dipenuhi genangan air, karena saluran drainase belum selesai. Sebaliknya, ketika cuaca panas, debu dari jalan tanah mengganggu aktivitas warga setiap hari.
Warga menyebut kawasan yang paling terdampak berada di Blok H, terutama bagian bawah perumahan yang dekat dengan aliran kuala. Daerah tersebut kerap mengalami genangan karena saluran utama drainase belum tersedia.
Menurut warga, pembangunan perumahan seharusnya diawali dengan penyediaan saluran pembuangan air yang memadai, agar air tidak tertahan di lingkungan rumah warga. “Harusnya saluran utama diselesaikan dulu. Sekarang air hanya tertahan di pertigaan karena drainasenya belum tembus,” katanya.
Selain persoalan drainase, warga juga mengeluhkan posisi dap air yang terlalu dekat dengan saluran drainase. Kondisi itu menyebabkan air dari got sering masuk kembali ke area dap air rumah warga.
Keluhan lainnya datang dari kualitas bangunan rumah. Sejumlah warga mengaku mulai menemukan kerusakan pada rumah yang mereka tempati, meski usia bangunan belum terlalu lama.
Bahkan ada rumah warga yang atapnya sudah mengalami kebocoran, namun hingga kini belum juga diperbaiki oleh pihak developer. “Kalau hujan air masuk dari atap, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” ungkap salah seorang penghuni.
Warga mengatakan, dalam RDP sebelumnya pihak developer tidak hadir langsung dan hanya diwakili kuasa hukum. Saat itu, pihak perwakilan developer berjanji akan membahas seluruh permintaan warga terkait fasilitas umum dan sosial.
Namun hingga sekarang, warga belum melihat perkembangan berarti. Pembangunan masjid di kawasan perumahan pun dinilai belum menunjukkan progres yang jelas. Sejak mulai dikerjakan, pembangunan disebut beberapa kali terhenti dan saat ini diperkirakan baru mencapai sekitar 30 persen.
Warga berharap pemerintah dapat mengambil langkah tegas agar developer segera menyelesaikan kewajibannya, termasuk pembangunan drainase, jalan lingkungan, fasilitas umum, serta perbaikan rumah yang mengalami kerusakan. “Kami hanya ingin hak kami dipenuhi. Jangan nanti ada pemeriksaan atau kunjungan baru pekerjaan berjalan lagi,” harap Lin
Sementara itu, ditempat berbeda Roy Dude, perwakilan dari PT. Alif, bagian lapangan mengakui masih ada sejumlah kekurangan dalam pembangunan Perumahan Safa Marwah 7, dan saat ini pihaknya masih melakukan pembenahan, terutama pada pekerjaan jalan, saluran drainase, dan pembangunan masjid.
“Untuk drainase utama yang sedang dikerjakan, saat ini progresnya tinggal pemasangan plat deker penyambung. Minggu ini, saya juga sudah berkoordinasi dengan pihak developer terkait pembangunan IPAL sesuai master plan.
IPAL ini nantinya menjadi tempat penampungan limbah dari seluruh penghuni Safa Marwah, sebelum dialirkan ke Sungai Bolango dalam kondisi yang sudah melalui proses penyaringan, sehingga air yang keluar lebih bersih dan tidak mencemari lingkungan,” jelas Roy saat ditemui wartawan di ruang kerjanya di Kantor Pemasaran Perumahan Safa Marwah, Senin (11/5/2026)
Terkait jalan, sebelumnya pihaknya sudah mengajukan PSU ke Dinas Perkim Kota Gorontalo. Namun memang ada keterlambatan dalam kelengkapan berkas, sehingga prosesnya ikut tertunda.
Meski begitu, pihak Perkim juga membantu dalam proses pengusulan PSU tersebut, khususnya untuk perbaikan jalan. Insya Allah akan segera ditindaklanjuti.
” Sedangkan untuk persoalan atap bocor dibeberapa rumah, kami juga sudah melakukan perbaikan dan bahkan ada unit yang dibangun ulang. Berdasarkan evaluasi di lapangan, beberapa kerusakan diduga terjadi setelah penghuni melakukan pengembangan bangunan, seperti penambahan dapur. Meski demikian, kami tetap melakukan pengecekan dan perbaikan sebagai bentuk tanggung jawab developer,” pungkas Roy. (Tr-76)













Discussion about this post