Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Usia senja tak menjadi penghalang bagi Salim Potutu Tomayahu untuk mewujudkan impian menunaikan ibadah haji. Di usia 85 tahun, jemaah asal Kota Gorontalo itu tetap menunjukkan semangat dan keyakinan kuat untuk berangkat ke Tanah Suci.
Salim Potutu Tomayahu tercatat sebagai jemaah haji tertua pada Kloter 28. Ia berasal dari Kelurahan Limba U2, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, dengan nomor porsi 3500688044 dan tergabung dalam rombongan 1 regu 1.
Pria yang akrab disapa Tio Opa itu mengaku telah mendaftar haji sejak tahun 2020. Biaya pendaftaran dikumpulkannya dari hasil simpanan dan tabungan pribadi yang disisihkan sedikit demi sedikit sejak lama.
“Awalnya ada simpanan, kemudian ditabung terus,” ujar Salim dengan suara pelan namun penuh keyakinan, Sabtu (9/5/2026). Salim merupakan pensiunan Dinas Kesehatan yang pernah bertugas di wilayah Boalemo. Ia telah pensiun sejak tahun 1997 dan kini menjalani masa tua bersama keluarganya.
Dari lima orang anak, dua di antaranya telah meninggal dunia. Sang istri pun telah lebih dahulu berpulang. Tahun ini, Salim berangkat haji bersama anak keduanya, Syarif Potutu yang mendampinginya menuju Tanah Suci.
Meski telah berusia lanjut, semangat Salim untuk menunaikan rukun Islam kelima tetap begitu kuat. Menurutnya, harta yang dimiliki seseorang tidak akan berarti jika tidak digunakan untuk hal yang bermanfaat, termasuk untuk menunaikan ibadah haji.
“Kalau menurut orang tua-tua dulu, tidak ada gunanya harta yang dicari kalau tidak dipakai untuk naik haji. Jadi percuma semua pencarian kalau tidak digunakan di jalan Allah,” tuturnya.
Di tengah keterbatasan usia, Salim masih tampak sehat dan mampu berjalan sendiri. Ia percaya kesehatan yang dimilikinya bukan semata karena pengobatan, melainkan atas izin Tuhan. “Dokter hanya memberi obat dan pengobatan, tapi yang menyembuhkan tetap Tuhan,” katanya.
Dengan penuh optimisme, Salim berharap dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
Kisah Salim Potutu Tomayahu menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk mewujudkan impian dan menjalankan ibadah. Keteguhan hati, kesabaran menabung, serta keyakinan kepada Tuhan menjadi kekuatan utama yang mengantarkannya menuju Tanah Suci di usia 85 tahun. (Tr-76)













Discussion about this post