logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Menyoal Paradoks Pembangunan di Gorontalo: Pertumbuhan Tinggi, Kemiskinan Teguh

Catatan Kritis atas Politik Pertumbuhan dan Kesejahteraan

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 11 May 2026
in Persepsi
0
Ridwan Monoarfa

Ridwan Monoarfa

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Ridwan Monoarfa

Narasi keberhasilan ekonomi Indonesia hari ini sering menempatkan Pulau Sulawesi sebagai episentrum pertumbuhan baru nasional. Dengan angka pertumbuhan yang konsisten melampaui rerata nasional, kawasan ini dipuja sebagai model keberhasilan transformasi ekonomi kawasan timur Indonesia. Namun, di balik angka makro yang impresif tersebut, tersimpan paradoks yang mengusik nurani publik: mengapa ledakan pertumbuhan ekonomi belum mampu mengikis kemiskinan secara signifikan?

Persoalan utama pembangunan hari ini bukan lagi semata-mata bagaimana menciptakan pertumbuhan, melainkan siapa yang menikmati hasilnya. Pertumbuhan tanpa distribusi hanya akan melahirkan kemakmuran statistik, sementara kemiskinan sosial tetap berakar di tingkat tapak. Grafik ekonomi boleh menanjak tinggi, tetapi jika kesejahteraan rakyat berjalan di tempat, maka pembangunan kehilangan makna moralnya.

Ilusi Angka dan Dominasi Modal

Related Post

Kota yang Mencari Anak-anaknya, 81 Tahun Merdeka, Saatnya Anak Kembali Bersekolah

UNGnomics: Dari Kampus Kerakyatan Menuju Mesin Pertumbuhan Gorontalo

Kakak Prabowo Presiden RI Membuka…, MBG Menjadi Ajang Khusus Para Kontingen Jambore Nasional XII?   

UNG Kampus Kerakyatan, Berdampak Untuk Semua

Secara teoritis, kritik terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berpijak pada kegagalannya memotret distribusi kesejahteraan. Di Sulawesi Tengah, misalnya, pertumbuhan ekonomi mencapai 8,47 persen pada 2025, namun ditopang oleh sektor ekstraktif pertambangan yang padat modal. Kekayaan terkonsentrasi pada korporasi besar dan tenaga ahli dari luar daerah, sementara masyarakat lokal justru menghadapi inflasi harga kebutuhan pokok dan tekanan ekologis. Pertumbuhan akhirnya hanya menjadi akumulasi modal bagi segelintir elite ekonomi.

Gorontalo menyajikan wajah paradoks yang berbeda namun serupa dalam esensi. Berdasarkan laporan BPS Provinsi Gorontalo, pertumbuhan ekonomi daerah melonjak hingga 7,68 persen (y-on-y) pada Triwulan I-2026, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,61 persen. Pertumbuhan ini sebagian besar masih ditopang oleh sektor pertanian, khususnya jagung. Namun, potret kesejahteraan petani di lapangan justru memperlihatkan kenyataan yang kontras.

Jagung Tumbuh, Petani Tetap Terpuruk

Berdasarkan data terbaru per Februari 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) Gorontalo masih fluktuatif di kisaran 104–106 poin, atau tepatnya berada pada angka 105,79. Secara teknis angka ini memang menunjukkan petani masih berada di atas ambang batas keuntungan. Namun, keuntungan tersebut sangat tipis dan belum cukup menciptakan lompatan ekonomi bagi masyarakat desa. Kondisi ini merupakan “lampu kuning” bagi daya beli petani karena mereka sangat rentan terhadap kenaikan biaya produksi dan inflasi perdesaan.

Kenaikan harga panen sering kali habis tertelan oleh mahalnya pupuk, benih, dan ongkos distribusi yang terus meningkat. Ironinya, jagung tumbuh subur di tanah Gorontalo, tetapi nilai tambah ekonominya justru “terbang” ke luar daerah. Petani menanggung risiko gagal panen dan biaya produksi, sementara rantai keuntungan terbesar dinikmati oleh industri pakan ternak dan pedagang besar di luar wilayah. Akibatnya, pertumbuhan tercatat di daerah, tetapi akumulasi modalnya mengalir keluar.

Di tengah rapuhnya posisi ekonomi petani tersebut, keberadaan subsidi pupuk dan benih sesungguhnya masih menjadi penyangga terakhir kehidupan desa. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi bila subsidi itu ditiadakan: biaya produksi akan melonjak, daya tahan petani semakin runtuh, dan kemiskinan perdesaan berpotensi melebar. Namun di sisi lain, keadaan ini juga mengundang pertanyaan kritis: apakah subsidi pupuk dan benih jagung benar-benar lebih banyak dinikmati petani, atau justru lebih menguntungkan para pedagang dan mata rantai distribusi di atasnya?

Inilah alasan mengapa sektor pertanian tetap menjadi kantong utama kemiskinan meski ia menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dari Statistik ke Dapur Rakyat

Meski Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Gorontalo telah masuk kategori “tinggi” dengan angka 72,62, dan Indeks Kebahagiaan daerah ini berada di jajaran 10 besar nasional, kita tidak boleh terlena. Kebahagiaan subjektif dan kuatnya modal sosial jangan sampai dijadikan pembenar atas kelanggengan kemiskinan struktural.

Sudah saatnya orientasi pembangunan bergeser dari sekadar mengejar angka pertumbuhan menuju pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Untuk Gorontalo, transformasi pertanian dari hulu hingga hilir harus menjadi harga mati. Pemerintah perlu melakukan intervensi nyata melalui stabilisasi Nilai Tukar Petani, memperluas industri pengolahan berbasis desa, serta memperkuat koperasi agar nilai tambah ekonomi benar-benar menetap di tangan petani.

Kita harus memastikan daerah penghasil bukan sekadar penyedia bahan baku dan buruh murah bagi industri besar. Sebab ukuran keberhasilan pembangunan bukanlah seberapa tinggi grafik ekonomi naik di layar presentasi, melainkan seberapa banyak dapur rakyat tetap menyala. Ketika pertumbuhan tidak mampu membebaskan petani dari jerat kemiskinan, maka yang sedang kita saksikan bukanlah prestise pembangunan, melainkan kegagalan yang dibungkus dengan angka-angka indah. (*)

Penulis adalah anggota DPRD Provinsi Gorontalo

Tags: Aleg Deprov GorontaloDPRD Provinsi GorontaloEkonomi Gorontalokemiskinanparadoks pembangunanRidwan Monoarfa

Related Posts

Kota yang Mencari Anak-anaknya,  81 Tahun Merdeka, Saatnya Anak Kembali Bersekolah

Kota yang Mencari Anak-anaknya, 81 Tahun Merdeka, Saatnya Anak Kembali Bersekolah

Saturday, 15 August 2026
Kakak Prabowo Presiden RI Membuka…, MBG Menjadi Ajang Khusus Para Kontingen Jambore Nasional XII?   

Kakak Prabowo Presiden RI Membuka…, MBG Menjadi Ajang Khusus Para Kontingen Jambore Nasional XII?   

Saturday, 15 August 2026
Dari Agromaritim ke Blue-Green-Gold Economy: Jalan Baru Gorontalo Menuju Pertumbuhan yang Inklusif dan Berkelanjutan

UNGnomics: Dari Kampus Kerakyatan Menuju Mesin Pertumbuhan Gorontalo

Friday, 14 August 2026
Muh. Amier Arham

UNG Kampus Kerakyatan, Berdampak Untuk Semua

Monday, 10 August 2026
Basri Amin

Indonesia Raya “Lahir” di Sulawesi

Monday, 10 August 2026
Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Menenun Indonesia Emas 2045 dari Pesisir Teluk Tomini

Saturday, 8 August 2026
Next Post
Basri Amin

Tepian Utara Nusantara (Miangas, Manado, Popayato)

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

666 Napi di Gorontalo Terima Remisi, 19 Orang Bebas

666 Napi di Gorontalo Terima Remisi, 19 Orang Bebas

Monday, 17 August 2026
Gubernur Gusnar Serukan Kemerdekaan yang Tak Berhenti di Upacara

Gubernur Gusnar Serukan Kemerdekaan yang Tak Berhenti di Upacara

Monday, 17 August 2026
Tak Ada Emas Seharga Nyawa, Boyke Bakar Semangat Ribuan Pekerja Pani Gold Mine di HUT ke-81 RI

Tak Ada Emas Seharga Nyawa, Boyke Bakar Semangat Ribuan Pekerja Pani Gold Mine di HUT ke-81 RI

Monday, 17 August 2026
Datuk Merdeka

Datuk Merdeka

Monday, 17 August 2026

Pos Populer

  • Muh. Amier Arham

    UNG Kampus Kerakyatan, Berdampak Untuk Semua

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Longsor Tambang DAM Pohuwato, Kapolres: 15 Saksi Sudah Diperiksa

    64 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Polisi Dalami Longsor Tambang Hulawa

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 666 Napi di Gorontalo Terima Remisi, 19 Orang Bebas

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Gubernur Gusnar Serukan Kemerdekaan yang Tak Berhenti di Upacara

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.