logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Misteri Hutan Nantu

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Tuesday, 3 November 2020
in Persepsi
0
Misteri Hutan Nantu
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh
Ahman Sarman*

Suaka Margasatwa Nantu nama lengkapnya. Lebih dikenal dengan sebutan Hutan Nantu. Kurang lebih 3 Km dari tempat saya bertugas: SMP Negeri 12 Wonosari. Dari depan sekolah terlihat jelas hijau membiru rimbunan hutannya. Hutan seluas 13.500 hektare terbentang luas hingga masuk wilayah Kabuaten Gorontalo, Boalemo, dan Kabupaten Gorontalo Utara. Hutan rimbun itu menjadi paru-paru dunia. Juga menjadi tempat paling aman kehidupan margasatwa. Hutan Nantu menjadi rumah terbaik satwa endemik Sulawesi, seperti babi rusa.

Membayangkan Hutan Nantu seperti menonton film Jurassic Park. Pohon besar menjulang tinggi dikelilingi berbagai tanaman merambat seperti rotan dan akar beringin. Pohon rao tumbuh segar dan besar saling berdekatan. Seolah tumbuh tanpa beban. Lantaran padatnya pepohonan, hampir tidak menyisakan ruang untuk sinar matahari. Hanya saja film Jurassic Park tokoh hewannya adalah dinosaurus, sedangkan Hutan Nantu tokoh hewannya adalah babi rusa.

Rasa-rasanya tidak lengkap kalau ke Gorontalo namun belum ke Hutan Nantu. Tampaknya juga kurang sempurna kalau jadi pencinta alam tapi belum pernah ke Hutan Nantu. Untuk bertemu tokoh hewan Hutan Nantu, babi rusa. Binatang pemalu yang jadi primadona para peneliti dan pemburu. Peneliti menelusuri kehidupan kembang biak babi rusa, sedangkan pemburu mengurangi habitat babi rusa.

Related Post

Daerah yang Hilang Momentum

Indrawati Gobel dan Ujian Politik NasDem Gorontalo

Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo: Apakah Sudah Inklusif?

Ketika Minyak Mahal

Peneliti itu satu di antaranya adalah Alfred Russel Wallace (1823-1913), sang naturalis legendaries berkebangsaan Inggris yang menulis buku The Malay Archipelago dan di dalamnya membahas garis Wallace. Wallace menemukan dua kelompok  fauna yang berbeda antara wilayah Timur dan Barat. Garis pembatas itu disebut garis Wallace. Wallace mengungkapkan bahwa garis pembatas itu ada di antara Pulau Bali dan Lombok serta antara Kalimantan dan Sulawesi.

Satu pembuktian dari Wallace yang membuat kita tercengang dan bangga bahwa fauna Sulawesi aneh dan ganjil. Kemungkinan sebagian Sulawesi ada yang masuk Asia dan sebagiannya lagi masuk Australia. Sejak itulah Sulawesi (Celebes) dikenal misterius dengan fauna uniknya. Catatan panjang Wallace telah mengantarkan banyak peneliti untuk terus melakukan pembuktian tentang flora dan fauna pada tahun-tahun selanjutnya.

Tahun 1986 Lynn Clayton, mahasiswi dari Universitas Oxford, Inggris, menyusuri belantara Sulawesi. Saat itu Lynn membantu Dr. Anthony J. Whitten membuat buku The Ecologi of Sulawesi. Ekspedisi itu membuat Lynn jatuh cinta dengan hutan Sulawesi. Terlebih lagi jatuh hati dengan Hutan Nantu. Lebih-lebih lagi dengan babi rusa. Wujud atas cintanya itu dibuktikan dengan meraih gelar S3 tahun 1996 berdasarkan hasil penelitiannya di Hutan Nantu berjudul Convervation Biology of the Babirusa in Sulawesi, Indonesia. Babi rusa (babyrousa babyrussa) sejak tahun 1996 masuk kategori langka dan dilindungi IUCN dan CITES.

Tentu bukan hanya Lynn yang jatuh cinta pada Hutan Nantu, tetapi seluruh masyarakat pun jatuh cinta pada Hutan Nantu. Ada yang karena cintanya berhayal ingin menguasai Hutan Nantu untuk kepentingan pribadi, ada pula yang cintanya hanya ditujukan pada pohon nantu yang besar-besar itu, menjanjikan bila diolah menjadi ramuan rumah. Lebih dari itu ada yang berhayal untuk menggali tanahnya, barangkali tanahnya mengandung emas.

Saya terkagum-kagum saat beraudiensi dengan fotografi Hutan Nantu. Dijelaskan bahwa babi rusa merupakan hewan langka di dunia. Tidak ditemukan di belahan dunia lain. Kalau ada, bukanlah babi rusa yang hidup sesuai takdirnya di hutan, melainkan telah dipelihara di kebun binatang. Babi rusa yang hidup di Hutan Nantu sangat sensitif. Terutama terhadap bau manusia, bau wangi-wangian, atau bau apa saja yang baginya asing. Kalau mencium bau tersebut, babi rusa tak akan datang di kolam lumpur Adudu, yakni sebuah kolam menjadi tempat pengamatan terbaik babi rusa di Hutan Nantu. Di kubangan yang berukuran sekitar 40 x 60 meter ini, setiap saat, kawanan babi rusa datang untuk menjilati mineral garam.

Lagi-lagi saya ingin katakan bahwa Hutan Nantu bila difilmkan maka tokoh utamanya adalah babi rusa, sedangkan binatang lainnya seperti anoa, monyet sulawesi, babi hutan, rangkok, tarsius dan lain sebagainya adalah tokoh kedua dan tokoh pendamping. Tentu tokoh utama manusianya adalah Lynn Marion Clayton, yang hidup berpuluh-puluh tahun di Hutan Nantu. Dialah perempuan hebat dari kalangan akademisi yang menghabiskan separuh hidupnya di Hutan Nantu. *

Kepala SMPN 12 Wonosari Kab. Boalemo.
Pos-el: omansarman@gmail.com 

Related Posts

Basri Amin

Daerah yang Hilang Momentum

Monday, 21 September 2026
Dr. Funco Tanipu., ST., M.A

Indrawati Gobel dan Ujian Politik NasDem Gorontalo

Wednesday, 16 September 2026
Hendri Cahyo Dwi Safitri

Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo: Apakah Sudah Inklusif?

Tuesday, 15 September 2026
Muh. Amier Arham

Ketika Minyak Mahal

Tuesday, 15 September 2026
NU di Persimpangan Kepentingan: Membaca Arah Nahdlatul Ulama dalam Muktamar ke-35 Tahun 2026

Sintesis Tradisi dan Disrupsi: Peran Strategis Pemuda Gorontalo dalam Inovasi Estetika Karawo Kontemporer

Monday, 14 September 2026
Dr. Funco Tanipu., ST., M.A

Melampaui Polemik Rumah Jawatan Kantor Pos

Thursday, 10 September 2026
Next Post
Hindari Kerumunan, PDAM Anjurkan Pembayaran Tagihan Lewat Online

Hindari Kerumunan, PDAM Anjurkan Pembayaran Tagihan Lewat Online

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Diikuti Dua Calon Ketua, Musprov Kadin Bakal Sengit

Diikuti Dua Calon Ketua, Musprov Kadin Bakal Sengit

Monday, 21 September 2026
Dosen UNG Teliti Kenyamanan Termal Rumah Adat Dulohupa untuk Rujukan Bangunan Tropis Hemat Energi

Dosen UNG Teliti Kenyamanan Termal Rumah Adat Dulohupa untuk Rujukan Bangunan Tropis Hemat Energi

Monday, 21 September 2026
Mahasiswi di Gorontalo Jadi Korban TPKS

Mahasiswi di Gorontalo Jadi Korban TPKS

Monday, 21 September 2026
Dugaan Penggelapan Uang Perusahaan, Oknum Sales Perusahaan Dibekuk

Dugaan Penggelapan Uang Perusahaan, Oknum Sales Perusahaan Dibekuk

Monday, 21 September 2026

Pos Populer

  • Dr. Funco Tanipu., ST., M.A

    Indrawati Gobel dan Ujian Politik NasDem Gorontalo

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Diikuti Dua Calon Ketua, Musprov Kadin Bakal Sengit

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Oknum Mantri Bank di Pohuwato Tipu Puluhan Nasabah, Uang Rp 1 M Digondol! Digunakan Trading Crypto

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Investasi Smelter Emas Masuk Gorontalo

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Karhutla Di Lombongo, Nyaris Merambat ke Permukiman

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.