logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 11 April 2026
in Persepsi
0
Ridwan Monoarfa

Ridwan Monoarfa

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Ridwan Monoarfa

Ketergantungan Indonesia pada impor daging sapi bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan cermin kegagalan kita membangun basis produksi rakyat secara berkelanjutan. Selama bertahun-tahun, negara lebih memilih jalan pintas menjaga pasokan daripada menata fondasi produksi. Akibatnya, yang tumbuh bukan kemandirian, melainkan ketergantungan yang terus berulang.

Di tingkat daerah, kegagalan ini tampak lebih nyata. Populasi ternak stagnan, skala usaha peternak tetap kecil, dan sistem produksi tidak pernah benar-benar terintegrasi. Program datang silih berganti, tetapi perubahan struktural tak kunjung terjadi.

Dari Bantuan ke Sistem: Pelajaran dari Desa Andaleh

Related Post

Menenun Kembali Jati Diri Gorontalo: Wastra Lama, Harapan Baru bagi UMKM Gorontalo

Data Gambaran Fakta dan Dasar Perumusan Kebijakan

Negeri Miskin Teladan

TGR dalam Inovasi Daerah

Dalam konteks itulah, pengalaman lapangan di Desa Andaleh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada 8–10 April 2026 bersama Bupati Boalemo, Rum Pagau, memberikan pelajaran penting. Di sana, peternakan sapi tidak tumbuh karena program bantuan, melainkan karena ekosistem yang bekerja.

Peternakan menyatu dengan pertanian. Pakan tersedia karena sistem produksi mendukungnya. Kelembagaan peternak hidup dan berfungsi. Aktivitas ekonomi saling terhubung. Dengan kata lain, peternakan bukan proyek—melainkan sistem.

Di sinilah letak perbedaan mendasar yang selama ini luput dari pendekatan kebijakan kita.

Selama ini, kebijakan peternakan terlalu terjebak pada logika bantuan: distribusi ternak, inseminasi buatan, dan berbagai intervensi parsial lainnya. Program-program tersebut mungkin menghasilkan capaian administratif, tetapi gagal membangun struktur produksi yang kokoh. Bantuan menciptakan ketergantungan, bukan kemandirian.

Akibatnya, setiap kali program berakhir, produksi kembali melemah. Siklus ini berulang tanpa pernah menyentuh akar persoalan.

Gorontalo sesungguhnya memiliki semua prasyarat untuk keluar dari jebakan ini: ketersediaan lahan, tradisi beternak, serta potensi integrasi dengan sektor pertanian seperti jagung dan perkebunan. Namun tanpa perubahan pendekatan, potensi tersebut akan tetap menjadi potensi—tidak pernah bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi nyata.

Menata Ulang Arah Peternakan Gorontalo

Karena itu, yang dibutuhkan bukan sekadar penambahan program, melainkan perubahan paradigma.

Pertama, pembangunan kawasan peternakan berbasis desa atau klaster harus menjadi strategi utama. Skala kecil yang terfragmentasi harus dikonsolidasikan agar tercipta efisiensi, daya saing, dan posisi tawar yang lebih kuat. Tanpa skala ekonomi, peternakan rakyat akan selalu kalah dalam rantai pasok.
Kedua, pakan harus ditempatkan sebagai fondasi, bukan pelengkap. Selama ini, banyak program peternakan mengabaikan aspek paling mendasar ini. Tanpa sistem pakan yang berkelanjutan, peningkatan populasi hanya akan menjadi beban, bukan kekuatan produksi. Integrasi dengan pertanian bukan pilihan, melainkan keharusan.
Ketiga, kelembagaan peternak harus diperkuat secara serius. Bukan sekadar formalitas kelompok, tetapi sebagai entitas ekonomi yang mampu mengakses pembiayaan, teknologi, dan pasar. Tanpa kelembagaan yang hidup, peternak akan tetap berada dalam posisi lemah dan terpinggirkan.

Dalam kerangka ini, peran pemerintah daerah dan DPRD menjadi sangat strategis. Arah kebijakan dan alokasi anggaran harus berani keluar dari pola lama yang terbukti tidak efektif. Peternakan sapi tidak bisa lagi diposisikan sebagai sektor pelengkap, melainkan sebagai bagian dari strategi besar ketahanan pangan dan penguatan ekonomi desa.

Pengalaman Desa Andaleh menunjukkan bahwa kemandirian bukanlah utopia. Ia mungkin dicapai ketika kebijakan berpihak pada pembangunan sistem, bukan sekadar distribusi bantuan.

Penutup

Pada akhirnya, persoalan peternakan sapi bukan terletak pada kekurangan program, melainkan pada kekeliruan cara pandang. Selama kebijakan masih berorientasi pada bantuan, selama itu pula kemandirian akan tetap menjadi jargon tanpa realitas.

Desa Andaleh telah menunjukkan bahwa jalan lain itu ada—jalan yang bertumpu pada sistem, integrasi, dan kekuatan ekonomi rakyat.

Gorontalo memiliki semua syarat untuk menempuh jalan yang sama. Yang dibutuhkan kini bukan tambahan program, melainkan keberanian politik untuk mengubah arah.

Sebab pada akhirnya, kedaulatan pangan tidak pernah lahir dari ketergantungan. Ia hanya tumbuh dari keputusan untuk berdiri di atas kaki sendiri—atau tidak sama sekali. (*)

Penulis adalah Anggota DPRD Provinsi Gorontalo

Tags: Aleg Deprov GorontaloBantuan PeternakanDesa AndalehDPRD Provinsi GorontalopeternakanRidwan Monoarfa

Related Posts

Menenun Kembali Jati Diri Gorontalo: Wastra Lama, Harapan Baru bagi UMKM Gorontalo

Menenun Kembali Jati Diri Gorontalo: Wastra Lama, Harapan Baru bagi UMKM Gorontalo

Wednesday, 2 September 2026
Muh. Amier Arham

Data Gambaran Fakta dan Dasar Perumusan Kebijakan

Tuesday, 1 September 2026
Basri Amin

Negeri Miskin Teladan

Monday, 31 August 2026
Yusran Lapananda

TGR dalam Inovasi Daerah

Wednesday, 26 August 2026
Dari Agromaritim ke Blue-Green-Gold Economy: Jalan Baru Gorontalo Menuju Pertumbuhan yang Inklusif dan Berkelanjutan

Dunia Olahraga Dalam Pusaran Korupsi: Antara Kemarau Prestasi dan Badai Integritas

Monday, 24 August 2026
Basri Amin

Kampus – Kampus Kita

Monday, 24 August 2026
Next Post
Geliat Bisnis Es Durian Om Lexy: Tawarkan Kualitas Asli dengan Harga Ramah di Kantong

Geliat Bisnis Es Durian Om Lexy: Tawarkan Kualitas Asli dengan Harga Ramah di Kantong

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Rp 68,2 M Dana Asrama Haji Gorontalo Ditolak, Kemenhaj: Mepet Waktu, Beresiko

Rp 68,2 M Dana Asrama Haji Gorontalo Ditolak, Kemenhaj: Mepet Waktu, Beresiko

Wednesday, 2 September 2026
Menenun Kembali Jati Diri Gorontalo: Wastra Lama, Harapan Baru bagi UMKM Gorontalo

Menenun Kembali Jati Diri Gorontalo: Wastra Lama, Harapan Baru bagi UMKM Gorontalo

Wednesday, 2 September 2026
DAW: Bukan Cuma Oli Mesin, Oli Gardan Motor Matic Juga Perlu Diganti

DAW: Bukan Cuma Oli Mesin, Oli Gardan Motor Matic Juga Perlu Diganti

Wednesday, 2 September 2026
Ahli Uang

Ahli Uang

Wednesday, 2 September 2026

Pos Populer

  • HNW–Din Syamsuddin Dorong Pesantren Jadi Rujukan Pendidikan Holistik

    HNW–Din Syamsuddin Dorong Pesantren Jadi Rujukan Pendidikan Holistik

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Rp 68,2 M Dana Asrama Haji Gorontalo Ditolak, Kemenhaj: Mepet Waktu, Beresiko

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Menenun Kembali Jati Diri Gorontalo: Wastra Lama, Harapan Baru bagi UMKM Gorontalo

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Hadiri Seminar UI, Kepala BIN Herindra Dorong Regulasi Antispionase untuk Jaga Kedaulatan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kemarau Diprediksi Hingga November, Petani Gagal Panen, Nelayan Dihadapkan Musim Timur

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.