Gorontalopost.co.id, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung kini sedang menyiapkan calon Wali Kota Jakarta Selatan (Jaksel). Ia mendorong Syafrin Liputo agar bisa memimpin wilayah ibu kota yang berpenduduk lebih dari 2,3 juta jiwa itu.
Syafrin merupakan putra Gorontalo yang sejak era Gubernur Jakarta Anies Baswedan menjabat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Nantinya, Syafrin akan menggantikan M. Anwar sebagai Wali Kota Jaksel yang sudah memasuki masa pensiun. Syafrin pun telah menjalani uji kelayakan atau fit and proper test dengan DPRD DKI Jakarta, Selasa (14/4) kemarin.
Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menilai, Syafrin mampu memotret permasalahan wilayah dalam visi dan misi yang terukur. “Saya berharap apa yang tadi sudah disampaikan dapat dieksekusi, jangan sebatas teori,” ujar Khoirudin dalam keterangannya.
Menurut Khiirudin, tantangan utama wali kota yakni kemampuan manajerial dalam menggerakkan ribuan aparatur di lingkungan pemerintah tingkat kota. Kondisi demikian membutuhkan kerja kolaboratif lintas instansi dalam mengorganisir permasalahan di Jakarta Selatan. “Mudah-mudahan Pak Syafrin punya strong leader, sehingga bisa mengendalikan,” kata Khoirudin.
Selain itu, Khoirudin meminta Syafrin menyiapkan strategi khusus dalam meredam masalah ego sektoral tingkat Suku Dinas (Sudin) di Jakarta Selatan. Politisi PKS itu berharap, pengalaman Syafrin memimpin Dinas Perhubungan dapat menjadi modal berharga dalam merangkul semua sektor.
Dengan begitu, Syafrin akan mampi menciptakan suasana kerja yang nyaman dan kolaboratif pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam melayani kepentingan warga. “Ego sektoral menjadi koordinasi yang butuh ekstra perhatian. Barangkali perlu pendekatan hati, karena orang itu bisa digerakkan dengan adanya pendekatan hati,” tambah Khoirudin.
Sementara, usai mengikuti uji kelayakan, Syafrin menyatakan siap menyelesaikan sejumlah permasalahan di Jakarta Selatan. Penyelesaian masalah melalui koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di masing-masing wilayah.
Pemetaan dan identifikasi permasalaahan, lanjut Syafrin, perlu dukungan penuh dari struktur di bawahnya yakni tingkat kecamatan dan kelurahan. Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, kata dia, merupakan hal wajib untuk mendukung Jakarta Selatan bertransformasi menjadi bagian dari kota global. “Harus ada koordinasi dan kolaborasi dalam pemecahannya,” tegas Syafrin. (disway/tro)












Discussion about this post