Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Sebanyak 167 siswa SMA Negeri 1 Paguat, Kabupaten Pohuwato direkam sidik jari oleh tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Gorontalo, Rabu (16/09).
Kegiatan yang digelar pada 14 hingga 17 September 2026 tersebut menyasar 167 siswa kelas XII. Selain memberikan sosialisasi, tim juga melakukan pengambilan sidik jari non-kriminal sebagai bagian dari pelayanan identifikasi kepada para pelajar.
Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi siswa yang sebentar lagi menyelesaikan pendidikan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan administrasi yang membutuhkan data identifikasi saat melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan penjelasan mengenai fungsi sidik jari sebagai identitas unik setiap individu. Proses perekaman dilakukan secara langsung dengan prosedur yang sederhana, cepat.
Panit V Sie Ident Ditreskrimum Polda Gorontalo Aipda Miyanto Bawuoh mengatakan, program Go To School merupakan bentuk pelayanan kepolisian yang menyasar langsung masyarakat di lingkungan pendidikan.
“Kami ingin memberikan kemudahan pelayanan kepada para siswa sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya data sidik jari sebagai bagian dari identitas seseorang. Harapannya, hasil perekaman ini dapat bermanfaat bagi mereka ketika membutuhkan keperluan administrasi di kemudian hari,” ujarnya.
Aipda Miyanto juga Menambahkan kehadiran petugas identifikasi di sekolah juga menjadi momentum untuk memperkenalkan pelayanan kepolisian kepada generasi muda secara lebih dekat.
“Kegiatan ini bukan hanya soal pengambilan sidik jari, tetapi juga edukasi. Kami berharap para siswa semakin memahami pentingnya identitas diri dan memiliki kesadaran hukum sejak dini,” tambahnya. (roy)














Discussion about this post