Gorontalopost.co.id — Upaya mencegah komplikasi Ulkus Diabetik di tingkat masyarakat terus diperkuat melalui keterlibatan kader kesehatan dan keluarga pasien. Hal ini dilakukan tim dosen Poltekkes Kemenkes Gorontalo melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) di Desa Bunggalo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo.
Tim dosen terdiri dari Fakhriatul Falah, S.Kep., Ns., M.Kep dan Gusti Ayu Putri Ariani, S.Kep., Ns., M.Kep, Akifa Syahrir, S.Kep., Ns., M.Kep Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kader dan keluarga dalam melakukan perawatan kaki diabetik sekaligus mengenali risiko munculnya ulkus diabetik pada penderita diabetes melitus.
Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi pada 11 Juni 2026. Selanjutnya, pelaksanaan edukasi dan pendampingan pencegahan ulkus diabetik berlangsung pada 24 Juni hingga 1 Juli 2026 dengan pendekatan edukasi terstruktur, demonstrasi praktik, serta family coaching.
“Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai langkah-langkah perawatan kaki, mulai dari menjaga kebersihan, merawat kulit dan kuku, memilih alas kaki yang tepat, hingga memberikan perlindungan terhadap kaki dalam mencegah terjadinya ulkus kaki diabetik pada penderita diabetes melitus” ungkap Fakhriatul.
Peserta juga, lanjut dia, dibekali pengetahuan untuk mengenali tanda dan faktor risiko yang dapat memicu terjadinya ulkus diabetik. Tak hanya keluarga pasien, kader kesehatan turut mendapat peran penting dalam program ini.
“Mereka dipersiapkan menjadi pendamping di tengah masyarakat sehingga edukasi mengenai perawatan kaki diabetik tidak berhenti setelah kegiatan selesai,” tandasnya. Efektivitas program kemudian dipantau melalui monitoring dan evaluasi pada 15 Juli 2026.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan kader maupun keluarga dalam menerapkan prinsip dasar perawatan kaki pada pasien diabetes dalam mencegah ulkus diabetik. Peningkatan kapasitas tersebut, menurut Fakhriatul, sekaligus memperkuat posisi keluarga sebagai bagian penting dalam pencegahan komplikasi diabetes.
Dengan pengetahuan yang memadai, keluarga diharapkan mampu membantu pasien menjaga kesehatan kaki dan segera mengenali kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. “Kami berharap program ini dapat berlangsung secara berkelanjutan dengan dukungan kader kesehatan dan pemerintah desa,” ujar Fakhriatul.
Keberlanjutan pendampingan dinilai penting agar upaya mencegah ulkus diabetik dapat menjadi bagian dari kebiasaan perawatan pasien diabetes di lingkungan keluarga dan masyarakat.(adv)











Discussion about this post