gorontalopost.co.id – Luky Alfirman kembali ke jajaran pimpinan Kementerian Keuangan setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Kamis (1/10). Pelantikan itu menjadi sorotan karena Luky sebelumnya dicopot dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pencopotan tersebut terjadi di tengah polemik lolosnya anggaran pengadaan motor listrik untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Luky dicopot efektif 21 April 2026. Saat itu, Purbaya juga mencopot Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu. Purbaya sebelumnya mengungkap adanya anomali dalam proses verifikasi anggaran di Direktorat Jenderal Anggaran. Pengadaan motor listrik tersebut, menurut Purbaya, sempat ditolak dalam pembahasan awal, tetapi kemudian kembali muncul dan lolos hingga tahap finalisasi.
Ketika ditanya mengenai alasan pencopotan Luky, Purbaya tidak menjelaskan secara rinci. Ia hanya menjawab singkat, “Tebak saja sendiri,” saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, 12 Mei 2026. Kini, sekitar lima bulan setelah dicopot dari posisi Dirjen Anggaran, Luky justru kembali ke lingkar pimpinan Kemenkeu sebagai Wamenkeu. Ia dilantik Prabowo bersama Juda Agung dan Nurkholisoh Ibnu Aman untuk mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Luky bukan orang baru di Kemenkeu. Ia berkarier di kementerian tersebut sejak 1995 dan pernah menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari Direktorat Jenderal Pajak, kebijakan fiskal, pembiayaan dan risiko, hingga perimbangan keuangan. Ia menjadi Direktur Jenderal Anggaran pada Mei 2025, sebelum dicopot kurang dari setahun kemudian. Dengan pelantikan sebagai Wamenkeu, Luky kembali memegang posisi strategis dalam pengelolaan keuangan negara, setelah sebelumnya jabatannya sebagai pejabat tertinggi di bidang penganggaran berakhir di tengah persoalan verifikasi anggaran program MBG. (tro)











Discussion about this post