logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Tahu Digigit

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 13 May 2026
in Disway
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

BUAH “apel krowak”, Anda sudah hafal di luar kepala: itu lambang merek Apple. Yang saya baru tahu Senin kemarin adalah “tahu krowak”: ternyata itu lambang aplikasi layanan publik milik kabupaten Sumedang.

Nama aplikasinya sendiri singkat: Tahu Sumedang. Kalau Anda klik Tahu Sumedang itu akan muncul “dashboard” di layar Anda. Ada 29 menu di dashboard Tahu Sumedang. Mulai dari kas daerah, pendidikan, kesehatan sampai MBG.

Related Post

Eulogy Lia

Life Wife

Krisis Bukan

MBG

Di menu kas daerah misalnya, Anda klik rinciannya. Klik lagi, infonya lebih rinci lagi. Sampai ke berapa uang masuk ke kas daerah hari itu. Berapa uang keluar hari itu. Rinci sekali. Uang keluar hari itu untuk belanja apa saja.

Di menu pendidikan juga sama: sampai ada berapa bangunan sekolah yang rusak berat. Di mana saja –sampai titik kordinatnya. Termasuk berapa guru yang pensiun hari itu.

Di dashboard Tahu Sumedang juga ada menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Sampai ke informasi seperti apa sajian makanan anak sekolah hari itu.

Setiap dapur MBG wajib unggah foto makanannya di dashboard Tahu Sumedang. Pihak sekolah juga wajib unggah foto makanan hari itu.

Dengan demikian bisa dibandingkan antara foto makanan yang dikirim SPPG dengan foto kenyataan yang dikirim pihak sekolah.

MBG sangat tertolong di Sumedang. Tidak ada yang berani main-main. Diawasi langsung seluruh rakyat secara real time. Orang tua murid pun bisa langsung tahu anaknya makan MBG seperti apa hari itu.

Di menu kependudukan tersaji informasi hari itu siapa lahir, nama bayinya siapa. Lalu muncul akta lahir dan perubahan isi kartu keluarga.

Bentuk dokumen itu barcode. Begitu barcode diklik akan muncul akta lahir dan kartu keluarga. Bisa disimpan di HP. Kalau mau bentuk cetakan bisa cetak sendiri.

Saya ke Sumedang Senin lalu. Saya diajak ke pusat komando di kantor bupati. Saya diminta melihat tampilan aplikasi Tahu Sumedang. Ideal sekali. Karena itu sudah banyak kabupaten lain belajar ke Sumedang. Sudah lebih 200 kabupaten.

“Mereka boleh meng-copy aplikasi ini,” ujar Dony Ahmad Munir, bupati Sumedang.

Dony berusia 52 tahun. Ia asli Sumedang. Ayahnya seorang kiai yang punya pesantren. Sang ayah minta anak pertamanya itu sekolah di pesantren.

Di Garut ada Institut Agama Islam Al Musaddadiyah. Di situ ada fakultas teknik industri. Dony kuliah tenik –tapi ayahnya tahunya ia sekolah di madrasah.

Tamat kuliah Dony dirayu untuk jadi calon anggota DPRD Sumedang. Usianya baru 23 tahun. Awalnya hanya untuk menggenapi daftar calon.

Dony mau saja karena toh tidak mungkin jadi. Ia didaftarkan untuk caleg nomor 11. Padahal partai itu, di Pemilu sebelumnya hanya mendapat empat kursi.

Waktu itu masih pakai nomor urut –belum pakai suara terbanyak. Dalam proses pencalonan calon nomor 10 mundur. Nomor Dany naik ke 10. Waktu itu caleg juga harus menjalani screening. Harus melengkapi dokumen banyak sekali. Empat orang di atasnya mundur. Tidak mau ruwet. Jadilah Dony nomor 6. Itu pun masih tidak mungkin bisa terpilih.

Ternyata terpilih. Ada peristiwa politik nasional yang membuat suara PPP naik drastis. Dari empat kursi bisa dapat enam kursi. Anda sudah tahu peristiwa itu: Mega-Bintang.

Dari situ Dony terpilih lagi untuk kali kedua. Lima tahun berikutnya terpilih untuk DPRD provinsi Jabar. Di pemilu lima tahun setelahnya terpilih untuk anggota DPR pusat.

Lalu Sumedang meradang. Terjadi pergantian bupati tiga kali dalam lima tahun. Salah satunya ditangkap KPK. Dony didaulat jadi bupati. Money politic belum seseru sekarang.

Di periode kedua suaranya merosot drastis: tinggal dapat 49 persen. Tetap terpilih tapi jauh dari hasil survey yang hampir 70 persen. Itu lantaran ia tidak mau melakukan serangan fajar.

PPP memang kuat di Sumedang. Tapi secara nasional PPP hancur. Dony pun keliling ke kiai di Sumedang. Juga keliling ke pengurus partai tingkat kecamatan. Ia pamit dari PPP. Masuk Gerindra.

Meski cucu kiai besar di Sumedang, KH Mohamad Satibi, Dony jadi orang teknik dan akuntansi. Setelah lulus tehnik idustri ia kuliah S-2 manajemen keuangan di Unpad. Doktornya pun doktor akuntansi dengan disertasi tentang keuangan desa.

Latar belakang teknik dan akuntansi membuat programnya konkret. Dony punya motto sendiri. Dalam bahasa Sunda: Kadeleuk, Karampak, Karasa. Anda sudah tahu artinya: Terlihat, Teraba, Terasa.

Sebenarnya Sumedang punya produk besar lain: Cilembu –ubi Cilembu. Dony pilih ”tahu krowak” (tahu yang sudah dimakan sebagian di pojoknya) sebagai logo dashboard Sumedang daripada ketela Cilembu yang digigit.

Dony orangnya pendiam. Tapi hasil kerjanya kadeleuk, karampak, dan karasa. Dony ingin Sumedang tidak hanya menjadi pusat penge-”tahu”-an tapi juga pusatnya ilmu nyata reformasi birokrasi.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Eulogy Lia

Eulogy Lia

Wednesday, 13 May 2026
Life Wife

Life Wife

Tuesday, 12 May 2026
Krisis Bukan

Krisis Bukan

Monday, 11 May 2026
MBG

MBG

Friday, 8 May 2026
Panda Dimsum

Panda Dimsum

Friday, 8 May 2026
Kelapa Gading

Kelapa Gading

Wednesday, 6 May 2026

Discussion about this post

Rekomendasi

Dedy S. Palyama, SE. M.Si

Revolusi Gusnar-Idah: Gorontalo Meledak 7,68%

Tuesday, 12 May 2026
Alhamdulillah, 611 Jemaah Haji Gorontalo Tuntas Diberangkatkan ke Tanah Suci

Alhamdulillah, 611 Jemaah Haji Gorontalo Tuntas Diberangkatkan ke Tanah Suci

Wednesday, 13 May 2026
Ilustrasi--

Ambruk ke Rp 17.500/USD, Rupiah Babak Belur

Wednesday, 13 May 2026
Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo Masuk Empat Besar Nasional, Sulut Tak Masuk 10 Besar

Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo Masuk Empat Besar Nasional, Sulut Tak Masuk 10 Besar

Wednesday, 13 May 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Tepian Utara Nusantara (Miangas, Manado, Popayato)

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Sadis! Usai Pesta Miras Seorang Pria di Popayato Arahkan Senapan Angin ke Temanya, Lalu Dor 

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Pesta Miras Saat Jam Sekolah, Sebelas Pelajar Diamankan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Korupsi TKI DPRD Kabgor, Kejati Didesak Seret Semua Oknum Terlibat

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Pengadaan MacBook Aleg Deprov, Femmy: Dengan Tegas Saya Menolak 

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.