logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Masalah Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Pada Usia Dini

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 22 December 2023
in Persepsi
0
Ilustrasi(Freepik)_

Ilustrasi(Freepik)_

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh :
Yenti Juniarti, S,Pd, M.Pd, Dkk

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir hingga usia 6 tahun yangdilakukan dengan Memberikan stimulasi intelektual dan mendukung perkembangan fisik, psikologis dan akademik anak untuk mempersiapkan mereka menghadapi transisi ke bentuk pendidikan tinggi formal, non-formal dan informal.

Perkembangan berpikir anak–anak usia Taman Kanak–Kanak atau prasekolah sangat pesat. Perkembangan intelektual anak yang pesat terjadi pada kurun usia nol sampai usia prasekolah. Masa anak usia dini disebut juga dengan masa peka belajar. Dalam masa–masa ini segala potensi kemampuan anak dapat dikembngkan secara optimal tentunya dengan bantuan dari orang–orang yang berada di lingkungan anak–anak tersebut, misalnya dengan bantuan orang tua dan guru Taman Kanak–Kanak.

Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, bahkan dikatakan masa golden age dan diusiaini perkembangan anak sangat pesat. Anak usia dini memiliki rentang usia yang sangat berharga dibandingkan dengan usia-usiaselanjutnya karena perkembangan kecerdasan yang paling baik. Di usia ini merupakan fase kehidupan yang unik, dan berada pada proses perubahan berupa pertumbuhan, perkembangan, pematangan, dan penyempurnaan, baik pada berbagai aspek jasmani maupun rohaninya berlangsung seumur hidup, bertahap, danberkesinambungan.

Related Post

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Profesi-Profesi Hebat

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Kebijakan Kurikulum merupakan salah satu tantangan terbesar yang ditimbulkan oleh manajemen krisis yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Indonesia dan isu-isu terkait lainnya.Penelitian PISA menunjukkan bahwa banyak siswa tidak dapat memahami bacaan sederhanatau menerapkan konsep dasar matematika. Selama 10 sampai 15 tahun terakhir sekitar 70% peserta didik usia 15 tahun berada di bawah kompetensi minimum dalam literasi dan numerasi.

Kualitas pembelajaran juga tampaknya bervariasi antar wilayah dan kelompok sosialekonomi.Program Implementasi Kurikulum Merdeka dirancang untuk mendukung peluncuran kurikulum merdeka melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis bagi pemangku kepentingan yaitu DinasPendididikan termasuk Penilik dan Pengawas, UPT Pusat, organisasi mitra dan mitra binaan yang bertugas membantu satuan PAUD daerah dalam penerapan kurikulum mandiri

Penerapan kurikulum mandiri dimaksudkan untuk mendukung revolusi mandiri UPT Pusat, organisasi mitra dan mitra pembangunan yang misinya membantu satuan PAUD di daerah. Satuan pendidikan dapat memilih salah satu dari tiga kurikulum: Kurikulum 2013, Kurikulum Luar Biasa, atau Kurikulum Merdeka.

Pulih dari pembelajaran, penerapan kurikulum mandiri tidak bersifat wajib, satuan pendidikan dapat melaksanakannya sesuai kesiapannya, dan penerapan kurikulum PAUD mandiri dapat dilaksanakan secara bertahap. Satuan pendidikan mempelajari kurikulum.

Merdeka, lakukan penilaian diri dan tentukan kemungkinan penerapan Kurikulum Merdeka sesuai kemampuan Anda. Satuan pendidikan mempunyai tiga cara untuk menerapkan kurikulum mandiri: Belajar mandiri, Perubahan mandiri, dan Berbagi mandiri.

Kebijakan penerapan kurikulum mandiri mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor Menteri Sains dan Teknologi. 5/2022 tentang Persyaratan Kualifikasi Lulusan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Sekolah Menengah; Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 7 Tahun 2022 tentang Standar Isi Pendidikan Anak, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah; Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 56 Tahun 2022: Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Revitalisasi Pembelajaran; dan Peraturan Kepala BSNP Tahun 2022 Nomor 008/H/KR/2022 tentang Keberhasilan Akademik Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Dalam Kerangka Kurikulum Mandiri.

Dengan prinsip tersebut diharapkan penerapan kurikulum mandiri benar-benar dapat berjalan sesuai keinginan. Namun kenyataannya masih banyak guru yang mengalami kendala dalam menerapkan kurikulum mandiri. Hambatan tersebut bisa saja berasal dari dalam diri guru yang bersangkutan, bisa juga tidak. Berbagai hambatan tersebut antara lain literasi, referensi, akses digital, guru dan manajemen waktu.

Diketahui bahwa sebagian guru masih mengandalkan buku teks, baik siswa maupun guru, sebagai satu-satunya sumber belajar. Pada saat yang sama, sumber pembelajaran lain dianggap tidak relevan. Hal ini mengakibatkan lebih sedikitnya kegiatan guru untuk meningkatkan keterampilan membaca.

Faktanya, membaca bukan hanya untuk siswa. Guru juga harus aktif melatih keterampilan membaca. Apapun mata pelajaran yang diajarkan, tidak ada yang istimewa dari kegiatan literasi guru. Sebagai seorang pendidik, melatih keterampilan membaca dan menulis sangatlah penting. Guru harus selalu mewaspadai kejadian terkini.Mau tidak mau, mau tidak mau, guru perlu rajin membaca, terutama untuk materi yang diajarkan kepada siswanya.

Kurangnya literasi terkadang dibarengi dengan kurangnya referensi. Buku pelajaran untuk siswa dan guru yang diterbitkan di pusat-pusat buku masih tersedia dan kualitasnya belum sesuai harapan. Penarikan buku Kurikulum Merdeka yang didistribusikan dalam bentuk elektronik dari pasaran menunjukkan bahwa buku tersebut tidak dianggap sebagai sumber yang dapat membantu guru mendapatkan tips untuk secara efektif mendorong pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Keterbatasan guru dalam memperoleh referensi yang diperlukan untuk melaksanakan pembelajaran mandiri dapat menjadi kendala dalam menciptakan tugas-tugas pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, serta kesulitan dalam menerapkan kurikulum mandiri melalui digital atau internet.

Jaringan internet yang tidak stabil membuat guru kesulitan mengakses materi seperti sumber belajar.Faktanya, beberapa sekolah masih belum memiliki fasilitas digital dan internet yang memadai. Di era digital saat ini, sekolah harus bersaing dalam penerapan pembelajaran digital. Beberapa sekolah yang menerapkan sistem ini mengharuskan guru untuk selalu online selama proses pembelajaran. Di sisi lain, sekolah sudah menawarkan fasilitas online. Namun, banyak guru yang terkadang kesulitan mengakses teknologi.

Aspek yang paling tidak penting adalah kurangnya kualifikasi guru. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 menyebutkan kualifikasi guru terdiri atas kualifikasi profesional, kualifikasi pedagogi, keterampilan sosial, dan kepribadian. Keempat kompetensi tersebut merupakan standar kompetensi yang harus dimiliki guru agar dapat menyampaikan ilmunya dengan baik kepada siswa.

Dalam praktiknya, tidak semua guru menguasai berbagai aspek keempat kompetensi guru tersebut. Salah satunya kompetensi profesional yang mendominasi, masih terdapat guru yang belum bisa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran dan pengembangan diri. Mereka kesulitan dalam menggunakan Microsoft Word dan aplikasi lainnya yang semuanya sangat membantu guru dalam proses pengajaran.

Selain tugas dan tanggung jawab guru, guru juga diminta untuk aktif dalam berbagai kegiatan sekolah. Keadaan ini memaksa guru untuk mengetahui cara mengatur waktu dengan baik. Namun tidak semua guru dapat mencurahkan waktunya untuk kegiatan yang ada. Apalagi ketika guru tiba-tiba menghadapi permasalahan lain yang tidak berkaitan dengan pembelajaran dan sekolah.

Untuk mengatasi semua permasalahan di atas, maka untuk berhasil menerapkan kurikulum mandiri, guru dituntut untuk meningkatkan keterampilan membaca, memperbanyak jumlah referensi dan meningkatkan kualitas keterampilan guru, serta kemampuan merencanakan waktunya dengan baik. Guru juga harus memiliki akses mudah terhadap digital dan internet. Jika seluruh kegiatan tersebut membuahkan hasil, diharapkan dapat menjadi solusi bagi guru yang memiliki berbagai kendala dalam menerapkan kurikulum mandiri.

Studi PISA menunjukkan bahwa banyak siswa yang tidak memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep dasar matematika. (*)

Penulis adalah dosen pengampuh, dan mahasiswa kelas 1B PG PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, UNG.

Tags: KURIKULUM MERDEKAPaudPendidikan Anak Usia Dinipersepsitulisan persepsiYenti Juniarti

Related Posts

Ridwan Monoarfa

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Friday, 17 April 2026
Basri Amin

Profesi-Profesi Hebat

Monday, 13 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Saturday, 11 April 2026
Basri Amin

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Monday, 6 April 2026

Mengulik Variabel Identitas, Norma, dan Reproduksi Permusuhan Pada Konflik Iran-Israel-Amerika Serikat

Thursday, 2 April 2026
Yusran Lapananda

Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

Thursday, 2 April 2026
Next Post
BPOM di Gorontalo gelar Forum Konsultasi Publik dengan tema "Membangun Kualitas dan Standar Pelayanan untuk Memberikan Solusi. (Foto: Dok).

BPOM Gorontalo Siap Berikan Pelayan Terbaik

Discussion about this post

Rekomendasi

Aulia Lahiya (19) bersama rekannya menampilkan atraksi ekstrim pada wahana tong setan, pasar malam hoya-hoya di taman Isimu, Kabupaten Gorontalo, Selasa (14/4) malam. (foto: aviva /mg/ gorontalo post)

Cerita Aulia Lahiya, Demi Cuan Uji Nyali di Wahana Tong Setan

Friday, 17 April 2026
Imran Rahman

Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

Thursday, 16 April 2026
Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

Thursday, 16 April 2026
Tersangka dugaan penganiayaan ibu kadung diborgol polisi.

Miris, Anak Sayat Ibu Kandung Hingga Berdarah

Friday, 17 April 2026

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
  • Oknum Pegawai BSG Bobol Brankas, Kerugian Rp 13,1 Miliar, Termasuk Kuras Rekening Dormant

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.