logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Optimalisasi Manajemen SDM Pendidikan: Mitigasi Burnout Tenaga Pendidik di Tengah Arus Digitalisasi

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 23 May 2026
in Persepsi
0
Optimalisasi Manajemen SDM Pendidikan: Mitigasi Burnout Tenaga Pendidik di Tengah Arus Digitalisasi

ilustrasi: diolah IA

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dr. ARIFIN SUKING, S.Pd.,M.Pd., 
Ni Wayan Sridewi (01301425029).,
Sridela R. Tamrin (01301425042).,
Syahdalia Abas (01301425032).,
Apriyanto Mandalima (01301425050).,
Lidya D. Luku (01301425034)

 

Abstrak
Akselerasi teknologi dalam sektor pendidikan menciptakan kontradiksi antara efisiensi operasional dan peningkatan beban psikologis bagi tenaga pendidik. Artikel ini menganalisis fenomena burnout yang dipicu oleh tuntutan konektivitas tanpa batas (hyperconnectivity) serta perluasan tanggung jawab pengajar di ruang digital. Dengan menggunakan perspektif manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), kajian ini merumuskan solusi holistik yang mencakup ranah individu, organisasional, hingga kebijakan publik. Temuan ini menegaskan bahwa perlindungan kesehatan mental pendidik merupakan pilar utama dalam menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan nasional.

Pendahuluan
Transisi menuju ekosistem pendidikan berbasis digital telah melahirkan lanskap kerja yang penuh dinamika sekaligus tantangan. Di satu sisi, adopsi teknologi menawarkan fleksibilitas dan efektivitas dalam proses pedagogis. Namun di sisi lain, perubahan ini memicu beban kerja baru yang belum pernah dihadapi oleh generasi pendidik sebelumnya. Saat ini, guru dituntut tidak hanya menguasai substansi ajar, tetapi juga wajib terampil mengelola infrastruktur digital dan tetap responsif terhadap komunikasi daring meskipun di luar jam dinas.

Related Post

Sensus Ekonomi 2026: Mencatat Transformasi, Menjemput Masa Depan

Berpikir Strategis di Tengah Dunia yang Bergejolak: Refleksi Pembangunan Gorontalo

Kebangkitan Ekonomi Gorontalo

Laut yang Tak Pernah Kita Kenali Sepenuhnya

Akumulasi beban yang tidak terkelola dengan sistem manajemen yang tepat berisiko memicu burnoutsuatu kondisi kelelahan kronis yang merusak kesejahteraan personal sekaligus mendegradasi kualitas layanan pendidikan. Isu ini tidak boleh dianggap sebagai keluhan individu semata, melainkan masalah sistemik dalam tata kelola SDM pendidikan. Mengingat penurunan kualitas emosional pendidik berdampak langsung pada pengalaman belajar siswa, maka strategi mitigasi burnout menjadi investasi krusial bagi keberhasilan pembangunan manusia di masa depan.

Pembahasan

Dampak Hyperconnectivity dan Realitas Pendidik
Salah satu ciri utama era digital adalah hyperconnectivity, di mana batas antara ruang profesional dan privat menjadi semakin kabur. Pendidik sering kali merasa tertekan oleh ekspektasi untuk selalu “aktif”, mulai dari pembaruan berkala pada sistem manajemen pembelajaran (LMS) hingga merespons pesan wali murid di waktu istirahat. Riset menunjukkan bahwa adaptasi digital yang dilakukan tanpa persiapan matang secara signifikan meningkatkan level stres, khususnya pada dimensi kelelahan emosional dan sinisme terhadap profesi.

Kontekstualisasi Tantangan Guru di Indonesia
Dalam konteks Indonesia, fenomena ini diperparah oleh beberapa faktor unik:

  • Beban Administrasi Digital: Selain tugas mengajar, guru diwajibkan mengisi berbagai platform kementerian seperti Platform Merdeka Mengajar (PMM), e-Kinerja, dan Dapodik secara mandiri. Kendala teknis pada server sering kali memaksa guru bekerja lembur di luar jam sekolah.
  • Budaya Komunikasi Grup WhatsApp: Penggunaan grup pesan instan yang masif menciptakan tekanan sosial untuk selalu siap siaga 24/7. Hal ini membuat kebijakan hak untuk memutus koneksi (right to disconnect) sulit diterapkan secara efektif.
  • Kesenjangan Infrastruktur: Guru di daerah 3T atau pengajar senior sering mengalami technostress akibat tuntutan digitalisasi yang tidak disertai pelatihan memadai atau akses internet yang stabil.
  • Prekursor Kesejahteraan: Beban kerja digital yang tinggi sering kali tidak selaras dengan tingkat kesejahteraan finansial, terutama bagi guru honorer, sehingga mempercepat laju kelelahan mental.

Strategi Intervensi Manajemen SDM

Untuk menekan angka burnout, diperlukan kerangka kerja manajemen SDM yang mencakup tiga tingkat intervensi:

  • Level Individu: Membekali pengajar dengan literasi kesehatan mental dan teknik manajemen batas digital (digital boundaries). Dukungan berupa otonomi kerja terbukti efektif mereduksi tekanan akibat beban tugas yang berlebihan.
  • Level Institusi: Lembaga pendidikan perlu mengadopsi budaya kerja yang empatik, termasuk penerapan regulasi right to disconnect bagi pengajar. Otomasi tugas administratif juga penting agar fokus utama guru kembali pada esensi pedagogis.
  • Level Kebijakan: Pemerintah harus mengintegrasikan kesehatan mental pendidik ke dalam standar mutu pendidikan dan kriteria akreditasi lembaga. Selain itu, kepemimpinan sekolah yang empatik menjadi faktor kunci dalam menjaga iklim kerja yang kondusif.

Kesimpulan
Kelelahan kerja (burnout) pada pendidik di era digital merupakan tantangan manajemen SDM yang mendesak untuk ditangani. Faktor penyebab yang kompleks memerlukan solusi sistemik dan berkelanjutan. Menjamin kesejahteraan pendidik bukanlah sekadar pilihan, melainkan prasyarat mutlak bagi terciptanya generasi unggul. Langkah strategis melalui kebijakan yang inklusif dan budaya kerja yang manusiawi akan menjadi penentu keberhasilan transformasi digital pendidikan di Indonesia.

Daftar Pustaka

Hakanen, J. J., Bakker, A. B., & Jokisaari, M. (2011). A 35-year follow-up study on burnout among Finnish employees. Journal of Occupational Health Psychology, 16(3), 345–360.

Sokal, L., Trudel, L. E., & Babb, J. (2020). Canadian teachers’ attitudes toward the work and efficacy beliefs during the first wave of the COVID-19 pandemic. International Journal of Educational Research Open, 1, 100016. (*) 

Penulis adalah dosen pembimbing, dan mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas    Negeri Gorontalo

Tags: Apriyanto MandalimaArifin SukingFIPLidya D LukuNi Wayan Sridewiprodi manajemen pendidikanSridel R TamrinSyahdalia AbasUNG

Related Posts

Dr. Herwin Mopangga, S.E., M.Si.

Sensus Ekonomi 2026: Mencatat Transformasi, Menjemput Masa Depan

Monday, 15 June 2026
Ridwan Monoarfa

Berpikir Strategis di Tengah Dunia yang Bergejolak: Refleksi Pembangunan Gorontalo

Saturday, 13 June 2026
Hendri Cahyo Dwi Safitri

Kebangkitan Ekonomi Gorontalo

Friday, 12 June 2026
Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Friday, 12 June 2026
Laut yang Tak Pernah Kita Kenali Sepenuhnya

Laut yang Tak Pernah Kita Kenali Sepenuhnya

Friday, 12 June 2026
Iwan Lakoro

Menjaga Napas WTP Pemprov Gorontalo: Dari Kertas Kerja Menuju Kesejahteraan Nyata

Tuesday, 9 June 2026
Next Post
100 Tahun RSAS: Obrolan Buku, Angkat Sejarah Kesehatan dan Keteladanan Dokter Aloei Saboe

100 Tahun RSAS: Obrolan Buku, Angkat Sejarah Kesehatan dan Keteladanan Dokter Aloei Saboe

Discussion about this post

Rekomendasi

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Saturday, 13 June 2026
Bupati Saipul Apresiasi PT IGL dan PT BTL atas Kontribusi Nyata bagi Pekerja Rentan di Pohuwato

Bupati Saipul Apresiasi PT IGL dan PT BTL atas Kontribusi Nyata bagi Pekerja Rentan di Pohuwato

Monday, 15 June 2026
--

Sel Janin

Monday, 15 June 2026
--

Bagi Hasil

Monday, 15 June 2026

Pos Populer

  • Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Dukung Edukasi Jurnalis dan Pelajar, Dirreskrimsus Polda Gorontalo Kupas Tuntas UU ITE dan Hak Cipta

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Antusias Ikut PENAS XVII Gorontalo, Kontingen Jambi Tempuh Jalur Darat dan Laut

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Bupati Saipul Apresiasi PT IGL dan PT BTL atas Kontribusi Nyata bagi Pekerja Rentan di Pohuwato

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.