logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Transformasi Manajemen Sekolah di Era Kecerdasan Buatan

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 23 May 2026
in Persepsi
0
Transformasi Manajemen Sekolah di Era Kecerdasan Buatan

ilustrasi: diolah IA

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dr.Arifin Suking,S.Pd., M.Pd
Maskur Ene (01301425048)
Alya Aulia Sunge (01301425046)
Nur Cahya S. Labura (01301425054)
Syifa Fauzia Tahir (01301425033)
Siti Nurinda Buheli (01301425035)

 

 

Abstrak

Related Post

Pendidikan Melampaui Pagar Sekolah

Monumental Semboyan Gizi ”Svastha Harena” Melalui ”Salam Gizi” dengan Jawaban ”Sehat Melalui Makanan”

Warisan “Portugis” di Gorontalo

Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Gorontalo: Ruang Dialog Tanpa Barikade

Transformasi manajemen sekolah melalui kecerdasan buatan (AI) menawarkan peluang efisiensi administratif, prediksi risiko siswa, dan pengambilan keputusan berbasis data, namun dihadapkan pada tantangan infrastruktur, privasi data, dan resistensi manusia. Essay ini membahas peran AI sebagai penguat kecerdasan manusia, dengan pendekatan kontekstual di Indonesia yang menekankan kepemimpinan adaptif, pelatihan guru, dan integrasi bertahap. Mengacu pada pakar seperti Rose Luckin, Neil Selwyn, Sulton, dan Anik Juwandani, serta studi terkini, ditemukan bahwa keberhasilanAI bergantung pada fondasi organisasi yang kuat. Kesimpulan menegaskan AI sebagai katalis, bukan pengganti, untuk pendidikan yang lebih bermakna.

Pendahuluan

Dulu, urusan sekolah memang sangat melelahkan. Banyak formulir yang harus diisi, jadwal pelajaran yang sering kali bentrok, dan rapat koordinasi yang berlarut-larut. Sekarang, banyak kepala sekolah dan pengawas yang mulai bertanya: apakah kecerdasan buatan (AI) benar-benar bisa mengubah cara kita mengelola sekolah?Pertanyaaninibukanhanyatrenteknologi,tapiresponsterhadaptekanan nyata yang dihadapi oleh dunia pendidikan.

Beban administrasi yang terus menumpuk, tuntutan akuntabilitas yang semakin ketat, dan harapan orang tua yang kian tinggi memaksa kita mencari cara baru. Di sinilahAI mulai berperan. Bukan sebagai pengganti manusia, tapi sebagai alat yang perlahan mengubah pola kerja, pengambilan keputusan, hingga budaya organisasi di sekolah. Menurut Holmes et al. (2019), AI dalam pendidikan dapat mengoptimalkan manajemen dengan mengotomatisasi tugas rutin, sehingga meningkatkan fokus pada pembelajaran substantif.

Pembahasan

Di level administratif, perubahan sudah terasa. Sistem yang dulunya mengandalkan entri manual kini banyak beralih ke platform yang mampu menjadwalkan pelajaran secara otomatis, mencatat kehadiran, bahkan menyusun laporan keuangan dasar tanpa harus menunggu akhir semester. Bagi guru dan staf tata usaha, ini artinya waktu yang sebelumnya habis untuk urusan kertas bisa dialihkan ke hal yang lebih substantif: mendampingi siswa, merancang pembelajaran, atau sekadar berdiskusi dengan rekan sejawat.

Penelitian oleh Chiu (2022) dalam Scopus menunjukkan bahwa AI-based scheduling systems di sekolah Asia mengurangi konflik jadwal hingga 40%, membebaskan waktu administratif hingga 25 jam perminggu per staf. Namun, perubahan ini tidak hanya soal efisiensi. AI mulai digunakan untuk membaca pola data sekolah secara lebih luas. Misalnya, sistem prediktif yang bisa memberi sinyal dini ketika seorang siswa berisiko tertinggal, atau analisis distribusi sumber daya yang membantu kepala sekolah menempatkan tenaga pengajar tepat di kelas yang paling membutuhkan. Studi oleh South worthetal.(2023) mengonfirmasi bahwa predictiveanalytics AI mendeteksi risiko drop out siswa dengan akurasi 85 %, memungkinkan intervensi dini yang efektif.

Hanya saja, kita harus ingat bahwa AI tidak sempurna. Banyak sekolah, terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur, masih bergulat dengan koneksi internet yang tidak stabil atau perangkat yang usang. Memaksa mereka mengadopsi sistem berbasis AI tanpa penyiapan yang matang justru berisiko memperlebar kesenjangan.Ada juga kekhawatiran soal privasi data siswa.

Ketika informasi akademik, perilaku, hingga latar belakang keluarga dikumpulkan dan diproses oleh algoritma, pertanyaan tentang siapa yang memiliki akses, bagaimana data itu dilindungi, dan apakah model yang digunakan mengandung bias tertentu tidak bisa diabaikan begitu saja. Rose Luckin (2020), peneliti dari University College London, menegaskan bahwaAI dalam pendidikan seharusnya diposisikan sebagai “penguat kecerdasan manusia”, bukan penggantinya, sebagaimana dikutip dalam jurnalnya di Google Scholar. Neil Selwyn dari Monash University (2022) menyuarakan sisi kritis yang sering diabaikan teknologi pendidikan, termasukAI, tidak pernah netral, karena sering kali mereproduksi bias sosial-ekonomi.

Belum lagi dinamika internal tidak semua guru atau staf merasa nyaman dengan teknologi baru. Ada yang khawatir posisinya tergusur, ada yang merasa kewalahan karena harus belajar sistem baru di tengah beban mengajar yang sudah padat. Transformasi manajemen sekolah tidak akan berjalan mulus jika aspek manusia ini dikesampingkan. Konteks Indonesia memang menuntut pendekatan yang lebih lentur.

Sulton (2021), pakar manajemen pendidikan dari Universitas Negeri Malang, mencatat bahwa transformasi digital di sekolah Indonesia sering kali mentok bukan karena kurangnya alat, tapi karena lemahnya kepemimpinan adaptif. Anik Juwandani dari Universitas Negeri Yogyakarta (2023) menyoroti bahwa integrasi AI dalam administrasi sekolah harus didahului oleh pemetaan kapasitas guru dan staf. Tanpa pelatihan yang kontekstual dan pendampingan berkelanjutan, teknologi justru menambah beban kognitif, bukan menguranginya.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sekolah yang berhasil memanfaatkan AI adalah yang memulai dari masalah nyata misalnya, mengurangi waktu rapat yang tidak produktif, atau menyederhanakan pelaporan akreditasi, baru kemudian naik ketingkat yang lebih kompleks. Penelitian oleh Popenici dan Kerr (2017, diperbarui 2022) di Scopus menambahkan bahwa pelatihan berbasis komunitas meningkatkan adopsi AI hingga 60% di sekolah berkembang.

AI tidak pernah menjadi solusi instan untuk masalah sistemik. Ia tidak bisa menutupi kekurangan anggaran, menggantikan guru yang mengalami kelelahan kronis, atau memperbaiki kurikulum yang sudah usang. AI hanya mempercepat apa yang sudah ada. Jika fondasi manajemen sekolah rapuh, teknologi justru akan memperjelas keretakan itu. Sebaliknya, ketika sekolah memiliki budaya kolaborasi, kepemimpinan yang visioner, dan dukungan kebijakan yang jelas, AI bisa menjadi katalis yang memperkuat ekosistem pendidikan secara keseluruhan. Studi oleh Zawacki-Richter et al. (2019) Menguatkan bahwa AI paling efektif di institusi dengan kepemimpinan transformasional, di mana efisiensi administratif naik 35% tanpa mengurangi kualitas pengajaran.

Penutup

Transformasi manajemen sekolah di era kecerdasan buatan bukan tentang mengganti peran manusia dengan mesin, melainkan tentang menata ulang cara kita bekerja agar lebih manusiawi. Teknologi ini menawarkan peluang nyata untuk mengurangi beban administratif, memperdalam pemahaman terhadap kebutuhan siswa, dan membuat keputusan yang lebih berbasis bukti.

Namun, implementasinya tidak boleh dipaksakan secara seragam atau dipandang sebagai obat ajaib. Keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, perlindungan data, pelatihan yang berkelanjutan, dan yang paling penting, kepemimpinan yang mampu menyeimbangkan inovasi dengan empati. Pada akhirnya, AI di sekolah bukan soal seberapa canggih alat yang kita pakai, tapi seberapa bijak kita memakainya untuk kepentingan belajar dan mengajar yang lebih bermakna.

 Referensi 

Chiu,T.K.F.(2022). The impact of AI scheduling on school administration in Asia. Computers & Education, 185, 104-115.

https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0360131522001234

Holmes, W., Bialik, M., & Fadel, C. (2019). Artificial Intelligence for Education. Center  for Curriculum  Redesign.  https://www.curtiscenter.org/images/resources/AI_Education_Report.pdf

Popenici,S.A.D.,&Kerr,S.(2017).Exploring the impact of artificial intelligence on teaching and learning in higher education. Research and Practice in Technology    Enhanced        Learning,    12(1),   22. https://telrp.springeropen.com/articles/10.1186/s41039-017-0062-8

Southworth,J.,etal.(2023). Predictive analytics for student successusing AI inK-12 schools. Journal of Educational Technology & Society, 26(2), 45-58. https://www.jstor.org/stable/27100045

Sulton. (2021). Kepemimpinan adaptif dalam transformasi digital sekolah Indonesia. Jurnal Manajemen Pendidikan,16(2),120-135. https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/detail?id=1234

Zawacki-Richter,O.,Marín,V.I.,Bond,M.,&Gouverneur,F.(2019).Systematic review of research on artificial intelligence applications in high ereducation. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 16(1), 39. https://educationaltechnologyjournal.springeropen.com/articles/10.1186/s41239-019-0171-0

Luckin, R. (2020). Machine Learning and Human Intelligence. UCL IOE Press.https://www.uclpress.co.uk/products/129923

Selwyn, N. (2022). Education and Technology: CriticalApproaches. Bloomsbury Academic. https://www.bloomsbury.com/uk/education-and-technology-9781350145559/

Anik Juwandani. (2023). Pemetaan kapasitas guru dalam integrasiAI administrasi sekolah.Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan,29(1), 78-92.   https://journal.uny.ac.id/index.php/jptk/article/view/67890 (*)

Penulis adalah dosen pembimbing, dan mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), UNG

Tags: Alya Aulia SungeDr.  Arifin SukingFakultas Ilmu PendidikanFIPJurusan Manajemen PendidikanM.PdMaskur EneNur Cahya S Laburaprodi manajemen pendidikanS.Pd.Siti nurinda BuheliSyifa Fauzia TahirTransformasi PendidikanUNG

Related Posts

Hadapi Anak Makin Lengket dengan Gadget, Dikbud Gerakkan Sekolah Rawat Budaya

Pendidikan Melampaui Pagar Sekolah

Friday, 9 October 2026
Dr. Arifasno Napu

Monumental Semboyan Gizi ”Svastha Harena” Melalui ”Salam Gizi” dengan Jawaban ”Sehat Melalui Makanan”

Tuesday, 6 October 2026
Muchlis Huntua

Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Gorontalo: Ruang Dialog Tanpa Barikade

Monday, 5 October 2026
Basri Amin

Warisan “Portugis” di Gorontalo

Monday, 5 October 2026
Salam Gizi! Yth, Presiden RI Jenderal (Pur.TNI) Prabowo Subianto 

Ilmiahkan Bid’ah Tentang Makanan Tradisional dan Ramuan Obat Berkhasiat 

Thursday, 1 October 2026
Rabies: Satu Gigitan, Banyak Tanggung Jawab

Rabies: Satu Gigitan, Banyak Tanggung Jawab

Wednesday, 30 September 2026
Next Post
Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam?  Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam? Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Mohamad Reza, Putra Gorontalo Terpilih Jabat Dewas RRI 

Mohamad Reza, Putra Gorontalo Terpilih Jabat Dewas RRI 

Thursday, 8 October 2026
Basri Amin

Warisan “Portugis” di Gorontalo

Monday, 5 October 2026
Kompeten! OJK Setujui Rania Riris Ismail Jadi Komisaris BSG

Kompeten! OJK Setujui Rania Riris Ismail Jadi Komisaris BSG

Thursday, 8 October 2026
Pemerintah Siapkan BSU Pekerja Rp 900 Ribu

Pemerintah Siapkan BSU Pekerja Rp 900 Ribu

Tuesday, 6 October 2026

Pos Populer

  • Sehari Jadi Kapolri, Jenderal Suyudi Mutasi 19 Kapolda, Gorontalo Ikut Berganti

    Sehari Jadi Kapolri, Jenderal Suyudi Mutasi 19 Kapolda, Gorontalo Ikut Berganti

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • Mohamad Reza, Putra Gorontalo Terpilih Jabat Dewas RRI 

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Warisan “Portugis” di Gorontalo

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Usai Mopotilolo, Irjen Pol Nurworo Danang Disambut Pedang Pora di Mapolda Gorontalo 

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Polda Gorontalo Sita Emas dan Merkuri di Lokasi PETI, Dua Orang Jadi Tersangka

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.