logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Jago Comory

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 3 June 2026
in Disway
0
Jago Comory

Bambang, tengah, usai makan malam.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh
Dahlan Iskan

Setelah sukses membangun Cimory, Chicken Nugget, dan Liquid Egg, kini Bambang Sutantio masuk ke Jamu Jago. Itu bukan atas kemauan Bambang sendiri.

Ia mengaku tidak tahu dunia per-jamu-an. Tapi ia bersimpati kepada anak-anak muda yang datang kepadanya. Mereka adalah generasi keempat perusahaan Jamu Jago jamu tertua di Indonesia setelah Jamu Iboe dari Surabaya.

Di antara generasi keempat Jamu Jago hanya tiga yang tinggal di Indonesia. Mereka itulah yang bertekad membangkitkan kembali kejayaan jamu cap Jago yang sudah melegenda itu.

Mereka sudah berusaha bangkit. Kisah sukses Sido Muncul dengan Tolak Angin dan Kuku Bima-nya membuat mereka berpikir mengapa Jamu Jago tidak melakukan modernisasi. Mereka tahu: Sido Muncul telah lebih dulu bangkit dengan modernisasi pabriknya: menjadi selevel dengan pabrik farmasi. Sido Muncul tetap jamu, tapi berkelas farmasi.

Related Post

Pet Byar

Randy Sunda

Gu Lebang

Gubuk Dea

Generasi keempat itu lantas membeli tanah luas di Bawen, selatan Semarang. Di lokasi pabrik lamanya tidak boleh lagi ada industri. Tanah di situ juga sudah terlalu mahal untuk sebuah pabrik.

Di Bawen itulah dibangun pabrik baru. Modern. Mesin-mesinnya pun baru. Rencana itu kelihatannya terlalu besar. Maka mereka harus mencari partner. Pilihan terakhir adalah Bambang Sutantio yang telah mereka kenal. Orang tua mereka adalah generasi yang hampir seangkatan dengan Bambang.

Tokoh generasi ketiga Jago, Anda sudah kenal: Jaya Suprana. Ia teman sekelas Bambang ketika masih di sekolah Karang Turi Semarang.


—

“Saya masih ingat peristiwa ketika Pak Jaya akan pindah sekolah ke Jerman,” ujar Bambang. Saat itu Jaya Suprana sudah terkenal sebagai anak yang punya bakat melukis. Jaya datang ke teman sekelasnya satu per satu. Termasuk mendatangi Bambang. “Minta gambar apa?” tanya Jaya kepada Bambang. “Terserah,” jawab Bambang. Jaya lantas mengambil buku milik Bambang dan menggambar di buku itu.

Peristiwa itu diingatkan kembali oleh Bambang saat keduanya bertemu kembali belum lama ini. Kali ini Bambang yang ingin bertemu Jaya. Ia perlu bersopan-santun atas keinginan generasi keempat yang menariknya ke Jago.

Jaya adalah generasi ketiga yang sempat memimpin Jago sebelum diserahkan ke generasi keempat. Jaya sendiri, Anda sudah tahu, jiwa raganya untuk kemajuan kebudayaan dan utamanya piano. Ia adalah sedikit maestro piano yang dimiliki Indonesia. Ia sengaja tidak ingin punya anak agar tidak mewariskan diabetesnya yang menyiksa.


—

Hal lain yang membuat Bambang bersimpati adalah kompaknya keluarga Jamu Jago. Tidak ada konflik sekecil apa pun di keluarga Jago.

“Sebelum menerima kedatangan generasi keempat itu saya memang bertanya secara khusus soal itu: apakah kalian kompak?” ujar Bambang.

Mereka ternyata kompak sekali. Termasuk generasi keempat yang tinggal di luar negeri. Mereka menyerahkan semua keputusan ke tiga orang yang masih di Indonesia. Yang tiga orang pun kompak menyerahkan perusahaan ke Bambang.

“Apakah mereka masih tetap di dalam Jago?”

“Mereka masih tetap ikut sebagai pemegang saham. Mereka juga tetap memimpin perusahaan,” jawab Bambang saat makan malam bersama saya di Jakarta pekan lalu.

Bambang kini berusia 67 tahun. Tiga anaknya, laki-laki semua, sudah punya tugas berat masing-masing. Satu memimpin Cimory. Satunya memimpin Chicken Nugget dan Liquid Egg. Dan satu lagi memimpin Cimory Dairyland.

Tidak hanya Jaya yang didatangi Bambang. Ia juga datang ke Irwan Hidayat, pemilik Sido Muncul. Irwan, kata Bambang, sudah mengingatkannya bahwa bisnis jamu itu sulit.

Irwan pekan lalu jadi berita: Sido Muncul mendapat penghargaan sebagai salah satu perusahaan yang paling taat hukum. Penghargaan diberikan oleh Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) di bawah media Hukumonline.

Setelah bertemu Irwan itu Bambang lebih hati-hati. Rencana peluncuran produk baru Jago belum akan dilakukan satu-dua minggu. Riset masih terus dilakukan: riset produk maupun pasar. Hasil sementara risetnya: masyarakat masih percaya jamu bisa meningkatkan kesehatan. “Masih 80 persen yang percaya. Masih besar sekali,” ujar Bambang.

Tinggal masalah rasa terutama rasa di tenggorokan. Jamu model lama menyisakan ”rasa ampas” di tenggorokan. “Dulu jamu dicampur telur dan madu ternyata agar punya kelebihan mudah melewati tenggorokan,” ujar Bambang.

Jago terselamatkan. Bambang sudah dikenal jago dalam mengembangkan bisnis makanan. Kini Jago menantangnya untuk adu-jago di bisnis jamu.(*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDISDiswayharian diswayJago Cimory

Related Posts

Pet Byar

Pet Byar

Saturday, 30 May 2026
Randy Sunda

Randy Sunda

Friday, 29 May 2026
Gu Lebang

Gu Lebang

Thursday, 28 May 2026
Gubuk Dea

Gubuk Dea

Wednesday, 27 May 2026
Wani Tenan

Wani Tenan

Wednesday, 27 May 2026
Masuk Istana

Masuk Istana

Tuesday, 26 May 2026
Next Post
Arung Jeram Tombulilato Gorut, Selain Menantang, Keindahan Alam Bikin Takjub

Arung Jeram Tombulilato Gorut, Selain Menantang, Keindahan Alam Bikin Takjub

Discussion about this post

Rekomendasi

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail semeja bersama para gubernur se sulawesi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

Gusnar Temui YSK Bahas Kredit ASN Pemkot, Pemotongan Gaji ASN Tetap Melalui Debit Otomatis

Tuesday, 2 June 2026
TETAP RAMAI - Suasana pelelangan ikan di Kota Gorontalo yang selalu ramai kendati harga ikan mengalami fluktuasi lantaran cuaca buruk. (Foto: dok/ gorontalopost)

Cuaca Buruk Picu Fluktuasi Harga Ikan

Tuesday, 2 June 2026
Iptu Gendut Hartono

Cegah Kecelakaan Lalu Lintas, Anak di Bawah Umur Diimbau Tidak Berkendara

Tuesday, 2 June 2026
Satu unit rumah permanen milik warga yang ada di Desa Pilolalenga, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, dilalap si jago merah pada

Satu Rumah di Dungaliyo Hangus Terbakar

Tuesday, 2 June 2026

Pos Populer

  • Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail semeja bersama para gubernur se sulawesi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

    Gusnar Temui YSK Bahas Kredit ASN Pemkot, Pemotongan Gaji ASN Tetap Melalui Debit Otomatis

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Peringati Hari Lahir Pancasila, BRI BO Gorontalo Gelar Upacara, Tekankan Komitmen Melayani

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Cuaca Buruk Picu Fluktuasi Harga Ikan

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Cegah Kecelakaan Lalu Lintas, Anak di Bawah Umur Diimbau Tidak Berkendara

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Satu Rumah di Dungaliyo Hangus Terbakar

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.