logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Dari Kapur ke Kecerdasan Buatan: Revolusi Manajemen Pendidikan Masa Kini

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 23 May 2026
in Persepsi
0
Dari Kapur ke Kecerdasan Buatan: Revolusi Manajemen Pendidikan Masa Kini

ilustrasi: diolah IA

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Pagar “Makan” Tanaman

Legislator Muda, Apa yang Berubah?

ASN Ilusi Kelas Menengah

Melukai Masa Lalu dan Jati Diri yang Goyah

oleh:
Dr. Arifin Suking, S.Pd., M.Pd
Chelsia Ayu Lestari 
(01301425038)
Adeliya A. Masso (01301425053)
Mutiara Yuniar (01301425031)
Suci Muliyati Saleh (01301425045)
Putri Septian H. Asali (01301425041)

 

 

Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Jika dahulu proses pembelajaran identik dengan penggunaan kapur dan papan tulis, kini telah bertransformasi menuju pemanfaatan teknologi digital hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Perubahan ini tidak hanya memengaruhi cara mengajar, tetapi juga sistem manajemen pendidikan secara keseluruhan.

Manajemen pendidikan yang dulunya bersifat konvensional kini dituntut untuk lebih adaptif, efisien, dan berbasis data. Transformasi ini menjadi penting agar lembaga pendidikan mampu menjawab tantangan zaman serta mempersiapkan peserta didik menghadapi era globalisasi dan digitalisasi. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana revolusi dari metode tradisional menuju penggunaan kecerdasan buatan telah mengubah manajemen pendidikan masa kini, serta tantangan dan peluang yang dihadapi.

Pada masa lalu, proses pendidikan sangat bergantung pada interaksi langsung antara guru dan siswa dengan media sederhana seperti buku cetak, kapur, dan papan tulis. Model pembelajaran ini cenderung berpusat pada guru (teacher-centered). Seiring perkembangan teknologi, muncul berbagai inovasi seperti komputer, internet, dan perangkat mobile yang mengubah pola pembelajaran menjadi lebih interaktif dan fleksibel. Pembelajaran tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu, melainkan dapat dilakukan secara daring. Transformasi ini menandai pergeseran menuju pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa (student-centered learning), di mana peserta didik memiliki peran aktif dalam proses belajar.

Kecerdasan buatan menjadi salah satu inovasi paling signifikan dalam dunia pendidikan saat ini. Dalam konteks manajemen pendidikan, teknologi ini memberikan kemudahan dalam pengelolaan data siswa secara cepat dan akurat, termasuk nilai, kehadiran, dan perkembangan belajar. Selain itu, AI memungkinkan personalisasi pembelajaran dengan menyesuaikan materi sesuai kemampuan masing-masing siswa. Proses administratif seperti penjadwalan, pengarsipan, dan evaluasi juga dapat dilakukan secara otomatis sehingga menghemat waktu tenaga pendidik. Sistem evaluasi berbasis AI bahkan mampu memberikan penilaian yang lebih objektif dan efisien melalui analisis data yang mendalam.

Transformasi dari metode konvensional ke digital membawa dampak yang cukup luas. Dari sisi positif, teknologi meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan administrasi pendidikan, memperluas akses pendidikan, serta meningkatkan kualitas pembelajaran melalui media interaktif. Selain itu, pengambilan keputusan dalam manajemen pendidikan menjadi lebih akurat karena didukung oleh data. Namun, di sisi lain, terdapat dampak negatif seperti ketergantungan terhadap teknologi, kesenjangan digital antara daerah yang memiliki akses dan yang tidak, berkurangnya interaksi sosial secara langsung, serta tantangan dalam kesiapan tenaga pendidik menghadapi perubahan ini.

Penerapan kecerdasan buatan dalam pendidikan juga menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan infrastruktur menjadi kendala utama, terutama di daerah yang belum memiliki akses teknologi yang memadai. Selain itu, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi faktor penting, karena guru dan tenaga kependidikan perlu memiliki kemampuan dalam mengoperasikan teknologi tersebut. Isu etika dan privasi data juga menjadi perhatian serius, mengingat penggunaan data siswa harus dijaga keamanannya. Di samping itu, biaya implementasi teknologi berbasis AI yang relatif tinggi juga menjadi hambatan bagi sebagian lembaga pendidikan.

Untuk menghadapi revolusi ini, diperlukan strategi yang tepat agar transformasi berjalan optimal. Peningkatan literasi digital bagi guru dan siswa menjadi langkah penting dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Selain itu, pelatihan terkait penggunaan teknologi pendidikan perlu terus dilakukan. Pengembangan kebijakan pendidikan berbasis teknologi juga harus diperkuat, diiringi dengan upaya memperluas akses infrastruktur digital. Dalam penerapannya, penggunaan teknologi juga harus tetap mengedepankan nilai-nilai humanis agar tidak menghilangkan esensi pendidikan sebagai proses pembentukan karakter.

Perubahan dari penggunaan kapur menuju kecerdasan buatan mencerminkan revolusi besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam aspek manajemen. Teknologi, terutama AI, telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pendidikan. Meskipun demikian, keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada kesiapan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, hingga tenaga pendidik. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat serta strategi yang tepat agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengabaikan nilai-nilai pendidikan.

Daftar Referensi

Arends, R. I. (2012). Learning to Teach. New York: McGraw-Hill.
Darmawan, D. (2016). Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Luckin, R., Holmes, W., Griffiths, M., & Forcier, L. B. (2016). Intelligence Unleashed: An Argument for AI in Education. London: Pearson.
Mulyasa, E. (2013). Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
OECD. (2021). Artificial Intelligence in Education: Challenges and Opportunities. Paris: OECD Publishing.
Suryadi, A. (2018). Pendidikan di Era Digital. Jakarta: Kencana.
UNESCO. (2019). Artificial Intelligence in Education: Promises and Implications for Teaching and Learning. Paris: UNESCO. (*) 

Penulis adalah dosen pembimbing, dan mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo

Tags: Adeliya A. MassoChelsia Ayu LestariDr.  Arifin SukingFakultas Ilmu PendidikanFIPH.AsaliJurusan Manajemen PendidikanM.PdMutiara Yuniarprodi manajemen pendidikanPutri SeptianRevolusi manajemen pendidikanS.Pd.Suci Mulyati SalehUNG

Related Posts

Basri Amin

Pagar “Makan” Tanaman

Monday, 13 July 2026
Legislator Muda, Apa yang Berubah?

Legislator Muda, Apa yang Berubah?

Thursday, 9 July 2026
Muh. Amier Arham

ASN Ilusi Kelas Menengah

Monday, 6 July 2026
Basri Amin

Melukai Masa Lalu dan Jati Diri yang Goyah

Monday, 6 July 2026
Ridwan Monoarfa

Menanam Pohon, Menumbuhkan Harapan: Politik Pembangunan dari Desa

Monday, 6 July 2026
Nilai Tukar Petani Indonesia dan Paradoks Tingginya Harga Beras

Nilai Tukar Petani Indonesia dan Paradoks Tingginya Harga Beras

Friday, 3 July 2026
Next Post
Panggung Budaya Nusantara: Mahasiswa Sendratasik UNG Unjuk Kemampuan Lewat Ujian Praktik Tari

Panggung Budaya Nusantara: Mahasiswa Sendratasik UNG Unjuk Kemampuan Lewat Ujian Praktik Tari

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 13 Juli 2026

Rekomendasi

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat berziarah ke makam Almarhum H. Rachmat Gobel di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (12/7/2026). (Foto : dok-pemprov)

Wagub Gorontalo Idah Syahidah Ziarah ke Makam Almarhum Rachmat Gobel di TMP Kalibata

Monday, 13 July 2026
Basri Amin

Pagar “Makan” Tanaman

Monday, 13 July 2026
SAFETY RIDING - Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) menyelenggarakan Safety Riding Camp 2026 yang diikuti, guru, siswa, dan mahasiswa dari berbagai wilayah di tanah air. (foto: dok-ahm)

Safety Riding Camp 2026, Siswa-Guru Adu Keterampilan Keselamatan Berkendara

Monday, 13 July 2026
Pengunjung salah satu supermarket yang berbelanja alat atau perlengkapan sekola, Minggu (12/7/2026). (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Jelang H-1 KBM, Toko dan Supermarket ATK Diserbu Pengunjung

Monday, 13 July 2026

Pos Populer

  • Ilustrasi LGBT

    LGBTQ Ancam Kedaulatan Negara, Diatur Dalam Perpres, Didukung DPR

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Tutup MTQ Provinsi Gorontalo 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Ziarah ke Makam Almarhum Rachmat Gobel di TMP Kalibata

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • In Memoriam Rachmat Gobel dan Jalan Pulang yang Istimewa

    199 shares
    Share 80 Tweet 50
  • Legislator Muda, Apa yang Berubah?

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.