gorontalopost.co.id – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menggelar kegiatan pembekalan ujian komprehensif bagi mahasiswa tingkat akhir di Gedung Kuliah Kampus 2 IAIN Gorontalo, 21 April 2026. Agenda strategis ini dilaksanakan sebagai upaya menyegarkan kembali (refresh) pemahaman mahasiswa terhadap materi-materi esensial yang telah dipelajari selama masa perkuliahan.
Sekretaris Panitia Ujian Komprehensif FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo, Muhammad Syarif H. Djauhari, S.HI., M.E., menjelaskan bahwa ujian komprehensif merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi mahasiswa sebelum diizinkan menempuh ujian skripsi. Oleh karena itu, pembekalan ini krusial dilakukan guna memantapkan kesiapan mental dan akademik para peserta.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan sistem hafalan teks secara konvensional, ujian komprehensif tahun ini bertransformasi menggunakan metode ujian lisan dan ujian CBT (Computer Based Test), yaitu metode ujian yang dilakukan menggunakan komputer sebagai media utamanya. Langkah ini diambil guna mempermudah mahasiswa dalam menjawab pertanyaan secara analitis, sekaligus meminimalkan kendala psikologis akibat tuntutan menghafal ayat atau pasal secara tekstual. Melalui kombinasi ujian lisan dan berbasis komputer ini, mahasiswa diharapkan mampu mempertahankan argumen, menunjukkan pemahaman konsep secara mendalam, serta adaptif terhadap teknologi.
Ujian komprehensif tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 2 hingga 3 Juni mendatang. Pihak fakultas memberikan tenggat waktu sekitar dua minggu pascapembekalan agar mahasiswa dapat melakukan bimbingan intensif dan persiapan mandiri.
Materi yang akan diujikan berfokus pada indikator capaian lulusan di masing-masing program studi. Untuk program studi Ekonomi Syariah, materi krusial mencakup Ekonomi Makro, Ekonomi Mikro, dan Ekonomi Islam. Sementara itu, program studi Perbankan Syariah diwajibkan menguasai Akuntansi Perbankan Syariah. Adapun untuk program studi Manajemen Keuangan Syariah dan Akuntansi Syariah, fokus ujian diarahkan pada penguatan kompetensi manajerial, analisis laporan keuangan, serta implementasi akuntansi berbasis prinsip syariah. Selain materi spesifik program studi, terdapat pula mata kuliah wajib institut yang harus dikuasai seluruh peserta, yaitu Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam dan Metodologi Studi Islam.
Penguasaan materi ini dinilai sangat vital karena akan menjadi fondasi utama bagi mahasiswa saat terjun ke dunia kerja. Kompetensi keilmuan tersebut diharapkan dapat membentuk sikap, perilaku, serta tata cara berinteraksi yang Islami di tengah masyarakat—sebuah nilai unggul yang menjadi ciri khas sekaligus pembeda lulusan IAIN Sultan Amai Gorontalo dengan perguruan tinggi lainnya.
Guna menjaga objektivitas dan mutu ujian, FEBI menetapkan kriteria ketat bagi jajaran tim penguji. Dosen penguji dipilih berdasarkan keterikatan homebase, kesesuaian kepakaran keilmuan, serta rekam jejak pernah mengampu mata kuliah terkait. Dalam pelaksanaan ujian nanti, Dr. Muhibbudin dipastikan bertindak sebagai penguji untuk mata kuliah Metodologi Studi Islam, sedangkan untuk mata kuliah Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam akan diuji oleh Dr. Shofian dan Supandi Rahman.
Selama sesi pembekalan, antusiasme tinggi terlihat dari para mahasiswa tingkat akhir yang memenuhi ruangan. Sebagai kiat sukses menghadapi ujian, Muhammad Syarif memberikan strategi praktis agar mahasiswa tetap tenang, percaya diri, dan jeli dalam menangkap poin inti yang ditanyakan, baik saat menjawab soal-soal penalaran pada sistem komputer maupun ketika berhadapan langsung dengan tim penguji pada sesi lisan. (MG-02)











Discussion about this post