logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Pembelajaran Tatap Muka di Era Pandemi

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Tuesday, 30 March 2021
in Persepsi
0
Guru, Insan Cendekia  dan Panggilan Pengabdian

Fory A Naway

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh :
Fory Armin Naway
Dosen FIP Universitas Negeri Gorontalo, Ketua PGRI Kab. Gorontalo

Pemerintah pusat pada akhir tahun 2020 lalu telah melakukan evaluasi pembelajaran Virtual atau pembelajaran Daring yang sudah berlangsung sejak Maret 2020. Setelah melakukan evaluasi, selanjutnya melihat situasi dan kondisi selama hampir  setahun penerapan  pembelajaran Virtual, Pemerintah pusat pada akhirnya telah mengumumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri  tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Dalam SKB tersebut tertuang pemerintah pusat harus melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan penguatan peran pemerintah daerah, sebagai pihak yang paling mengetahui dan memahami kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerahnya masing-masing.  Pemberian kewenangan penuh kepada daerah dalam menentukan izin pembelajaran tatap muka,  berlaku mulai semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021, mulai  Januari 2021.

Mendikbud Nadiem Makarim, seperti dirilis  laman suara.com (8/12/2020), menjelaskan, kewenangan yang diberikan kepada pemerintah daerah untuk mengizinkan pembelajaran tatap muka, merupakan permintaan daerah. Kendati kewenangan diberikan, namun Mendikbud menegaskan  bahwa pandemi Covid-19 belumlah  usai.  Pemerintah daerah dalam konteks ini tetap harus memperhatikan untuk terus waspada dan berusaha semaksimal mungkin menekan laju penyebaran virus Corona dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Prinsipnya menurut Mendikbud, kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 tidaklah berubah. Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, meski pemerintah daerah diberikan kewenangan penuh, kebijakan pembelajaran tatap muka diharapkan tetap dilakukan sesuai ketentuan, mulai dari penentuan pemberian izin oleh pemerintah daerah, pemenuhan daftar periksa oleh satuan pendidikan, serta kesiapan menjalankan pembelajaran tatap muka.

Related Post

Melampaui Polemik Rumah Jawatan Kantor Pos

Politisi Bisa Berganti, Rakyat Tetap Berdaulat

Mengukur Sisa Waktu Kepala Daerah

Mens Rea dalam Doktrin & Norma

Berdasarkan SKB 5 Menteri tersebut di atas, maka efektif mulai Januari 2021, beberapa daerah di Indonesia, telah menerapkan proses pembelajaran tatap muka. Artinya, jika proses pembelajaran tatap muka tetap dilaksanakan di sekolah-sekolah, maka berbagai instrumen sebagai ikhtiar dan sumber kewaspadaan, patut menjadi perhatian pihak sekolah, guru dan orang tua siswa.

Bagi pihak sekolah dan guru, protokol kesehatan tidak hanya dalam bentuk himbauan, tapi dilakukan pengawasan yang ketat, sekaligus membangkitkan alam sadar bagi anak didik tentang pentingnya berikhtiar dan waspada terhadap penyebaran virus Covid-19. Yang jelas dalam hal ini, penjabaran protokol kesehatan menjadi bagian  penting dari disiplin yang harus dipatuhi secara konsisten dan menyeluruh oleh siapapun.

Bagi pihak sekolah, penggunaan masker saat di luar kelas dan di dalam kelas menjadi sebuah keharusan. Demikian pula dengan jarak tempat duduk dan meja belajar siswa, harus diatur sedemikian rupa, termasuk jumlah siswa dalam satu kelas yang juga perlu dibatasi dengan mengatur sift jadwal belajar siswa agar tidak berdesakan.

Hal lainnya yang juga menjadi penekanan pihak sekolah adalah meminimalisir kontak fisik antara siswa dengan siswa lainnya dan kontak fisik antara siswa dengan guru, juga perlu dijaga jangan sampai menggejala. Selanjutnya, aturan tidak saling meminjam alat peraga pembelajaran, juga harus dihindari untuk memutus mata rantai penyebaran virus, tidak berkerumun saat jam istrahat dan yang paling penting adalah menyediakan wadah atau tempat mencuci tangan yang dilengkapi dengan sabun di tiap-tiap kelas.

Bagi orang tua siswa, tugas utama yang penting adalah memperhatikan asupan gizi anak-anak mereka untuk menjaga dan memperkuat imunitas tubuh agar tidak mudah terserang penyakit yang memungkinkan seorang anak rentan tertular Virus Corona yang terus mengintai. Demikian pula, saat pulang sekolah, anak didik dihimbau untuk tetap menjaga jarak dan saat tiba di rumah segera mandi dan pakaian sekolah segera dicuci.

Pembelajaran tatap muka di era pandemi, memang membutuhkan ekstra kerja keras sebagai bentuk kewaspadaan, bagian dari ikhtiar untuk meminimalisir mewabahnya Virus Corona yang dapat berdampak serius terhadap anak didik, keluarga di rumah dan warga masyarakat pada umumnya.

Pembelajaran tatap muka memang dapat dipandang sebagai sebuah tuntutan, karena peran dan keberadaan guru tidak tergantikan oleh apapun. Interaksi antara guru dan siswa membawa dampak psikologis, mental dan kejiwaan anak didik yang tidak akan diperoleh saat pembelajaran virtual. Demikian pula, saat pembelajaran virtual, guru hanya seakan tampil memberikan materi pembelajaran, bukan sebagai pendidik yang justru penting dalam mengembangkan pendidikan karakter bagi anak-anak didik.

Meski demikian, dalam pembelajaran tatap muka, berbagai instrumen yang diharapkan tidak semaksimal seperti pembelajaran di era sebelum adanya Covid-19. Oleh karena itu, peran dan keberadaan orang tua tetap dibutuhkan untuk memberikan penguatan terhadap tugas dan peran guru di sekolah, terutama pengembangan minat dan bakat anak didik, pembinaan karakter  dan mentalitas anak didik ke arah yang lebih konstruktif.

Pembelajaran tatap muka hingga semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021 berdasarkan SKB 5 Menteri tersebut, sekaligus dapat dipandang sebagai uji coba yang kelak dapat menjadi rujukan, sejauhmana efektifitas pembelajaran tatap muka di era Pandemi dan sejauhmana pula resistensi penyebaran Virus Covid-19. Artinya, jika pihak sekolah, guru dan elemen pendidikan lainnya di daerah-daerah, mampu menekan penyebaran Virus Covid-19, maka hal itu merupakan indikasi positif  bahwa ke depan, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan. Yang penting adalah konsistensi, kewaspadaan dan kepatuhan seluruh elemen pendidikan untuk menjalankan protokol kesehatan. Semoga. (***)

Tags: FIPfory armin nawaykabupaten gporontaloPandemipembelajaran tatap mukapersepsiPKKPramukaUNG

Related Posts

Dr. Funco Tanipu., ST., M.A

Melampaui Polemik Rumah Jawatan Kantor Pos

Thursday, 10 September 2026
Politisi Bisa Berganti, Rakyat Tetap Berdaulat

Politisi Bisa Berganti, Rakyat Tetap Berdaulat

Wednesday, 9 September 2026
Dr. Funco Tanipu., ST., M.A

Mengukur Sisa Waktu Kepala Daerah

Wednesday, 9 September 2026
Yusran Lapananda

Mens Rea dalam Doktrin & Norma

Tuesday, 8 September 2026
Basri Amin

Duduk “Enak” di Pemerintahan

Monday, 7 September 2026
Refleksi Menuju 60 Tahun Kohati: Menata Jalan Menuju Indonesia Digdaya

Refleksi Menuju 60 Tahun Kohati: Menata Jalan Menuju Indonesia Digdaya

Sunday, 6 September 2026
Next Post
Kejati Geledah Tiga Dinas di Boalemo

Kejati Geledah Tiga Dinas di Boalemo

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

Thursday, 10 September 2026
Meriahkan Harfest 2026, Yura Yunita Akan Tampil di Gorontalo

Meriahkan Harfest 2026, Yura Yunita Akan Tampil di Gorontalo

Thursday, 10 September 2026
Dari Sampah Plastik Jadi Meja-Kursi, Warga Lupoyo Gandeng Poltekkes Kemenkes Gorontalo Olah Ecobrick

Dari Sampah Plastik Jadi Meja-Kursi, Warga Lupoyo Gandeng Poltekkes Kemenkes Gorontalo Olah Ecobrick

Thursday, 10 September 2026
Poltekkes Gorontalo dan Warga Tinelo Olah Sampah Plastik Menjadi Furnitur Ecobrick

Poltekkes Gorontalo dan Warga Tinelo Olah Sampah Plastik Menjadi Furnitur Ecobrick

Thursday, 10 September 2026

Pos Populer

  • Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Meriahkan Harfest 2026, Yura Yunita Akan Tampil di Gorontalo

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • 86 SPBU di Sulawesi Kena Sanksi Pertamina

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Dari Sampah Plastik Jadi Meja-Kursi, Warga Lupoyo Gandeng Poltekkes Kemenkes Gorontalo Olah Ecobrick

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Poltekkes Gorontalo dan Warga Tinelo Olah Sampah Plastik Menjadi Furnitur Ecobrick

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.