Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meminta Korps Alumni KNPI tidak menjadikan keterbatasan APBD sebagai alasan untuk pasif melihat peluang ekonomi daerah.
Menurut Gusnar, pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan belanja pemerintah. Investasi, APBN dan aktivitas sektor swasta justru perlu diperbesar agar perputaran ekonomi dan kesempatan usaha di Gorontalo semakin luas.
“Seberapa besar peran sektor swasta dan APBN bisa muncul di Gorontalo, itu yang harus kita dorong,” kata Gusnar saat menghadiri pelantikan Pengurus DPD Korps Alumni KNPI Provinsi Gorontalo periode 2026–2029 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Ahad (21/9).
Gusnar menyebut pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada 2025 mencapai 6,7 persen. Angka itu berlanjut pada 2026, dengan pertumbuhan 7,68 persen pada triwulan I dan 6,62 persen pada triwulan II.
Menurut dia, angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi daerah tidak semata-mata bergerak dari APBD. Program pemerintah, belanja APBN dan sektor swasta ikut memberi dorongan terhadap daya beli dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, Gusnar mengajak Alumni KNPI mengambil posisi lebih aktif. Bukan sekadar menjadi mitra pemerintah, tetapi ikut masuk ke ruang-ruang ekonomi yang sedang terbuka. Sejumlah peluang yang disebutnya antara lain pertambangan, pertambangan rakyat, industri pakan hingga peternakan terintegrasi.
Gusnar menekankan, peluang tersebut jangan hanya dinikmati investor bermodal besar. Keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal perlu diperbesar agar aktivitas ekonomi yang tumbuh di Gorontalo ikut menciptakan kesempatan usaha dan pendapatan bagi masyarakat.
“Jangan berharap kepada fiskal APBD yang semakin naik makin berkurang. Marilah berharap menangkap peluang yang tercipta bersama pemerintah,” ujarnya. Ia juga mendorong Korps Alumni KNPI membangun kemitraan dengan pemerintah daerah untuk menggarap peluang tersebut. (tro)













Discussion about this post