Gorontalopost.co.id, LIMBOTO – Pelaku UMKM penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Gorontalo akan mendapat perhatian lanjutan setelah memperoleh pembiayaan. Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggandeng PT Bank SulutGo (BSG) untuk membuka akses pertukaran data penerima KUR sebagai dasar penyusunan program pendampingan usaha.
Kerja sama ini sekaligus menjawab salah satu catatan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Gorontalo yang menemukan belum adanya program daerah secara khusus untuk mendampingi UMKM penerima KUR.
Dalam Laporan Hasil Evaluasi Tata Kelola Peningkatan Akses Pembiayaan UMKM Triwulan II 2026 tertanggal 29 Juni 2026, BPKP juga menyoroti belum optimalnya koordinasi dan pertukaran data antara pemerintah daerah dengan lembaga penyalur pembiayaan.
Temuan tersebut menjadi salah satu landasan Pemkab Gorontalo mendorong kerja sama dengan BSG. Melalui akses informasi penerima KUR, pemerintah daerah diharapkan dapat memetakan pelaku usaha yang membutuhkan pembinaan setelah memperoleh suntikan modal.
Perjanjian kerja sama pertukaran data dan informasi itu ditandatangani di Kantor Pusat BSG, Manado, Jumat (30/10/2026), setelah pembahasan naskah kerja sama sehari sebelumnya.
Dengan skema tersebut, dukungan pemerintah terhadap UMKM diharapkan tidak berhenti pada akses permodalan. Pelaku usaha juga perlu mendapat pendampingan agar pembiayaan yang diterima dapat dimanfaatkan untuk memperkuat usaha dan meningkatkan kapasitas ekonomi.
Pertukaran informasi dalam kerja sama ini tetap memperhatikan ketentuan kerahasiaan data nasabah yang berlaku di sektor perbankan. Proses kerja sama tersebut turut diinisiasi melalui undangan resmi Pgs Branch Manager BSG Cabang Limboto, Rocky Sastaboto.
Bagi Pemkab Gorontalo, ketersediaan data penerima KUR menjadi pintu masuk untuk menyusun pembinaan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan bagi UMKM. (tro)














Discussion about this post