logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Guncangan Transisi

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 14 May 2026
in Disway
0
Guncangan Transisi
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

Saya memang perlu merenung panjang sebelum mengangkat anjloknya rupiah di tulisan hari ini. Utamanya memikirkan mengapa pemerintah seperti adem-ayem saja. Tidak terlihat ada yang darurat. Tidak pula ada penjelasan baru selain yang dulu itu: turunnya kurs rupiah hanya siklikal –di saat-saat tertentu ketika banyak perusahaan sedang perlu dolar.

Tapi nyatanya penurunan nilai rupiah masih terus berlanjut, sampai angka yang mengkhawatirkan: di atas Rp17.500. Tetap saja tidak ada langkah besar pemerintah yang bisa dibaca sebagai pengereman penurunan itu.

Related Post

Sejarah Pertanda

Penyadapan Beneficial

Kerikil Subhan

Ya Tidak

Mungkin pemerintah beranggapan lebih baik menjaga agar cadangan devisa tetap tinggi dari pada menggunakannya untuk intervensi pasar. Toh sampai pun cadangan devisa habis belum tentu berhasil memperkuat rupiah.

Bisa juga karena hasil analisis intelijen pemerintah begitu yakin: anjloknya rupiah tidak akan membuat jatuhnya pemerintah. Unsur-unsur yang membuat pemerintah jatuh tidak atau belum terpenuhi: harga pangan relatif stabil, inflasi rendah, pertumbuhan ekonomi meningkat.

Gerakan oposisi masih sangat terbatas dengan tiga atau empat tokoh utamanya yang Anda sudah tahu: Prof Saiful Mujani, Ustad Islah Bahrawi, Feri Amsari, dan Ray Rangkuti. Merekalah yang terang-terangan mengatakan tidak ada jalan lain kecuali Presiden Prabowo harus dijatuhkan. Sedang Rocky Gerung sudah masuk ke lingkaran istana.

Melihat tenangnya sikap pemerintah saya menduga semua itu sudah diperhitungkan. Itu sudah masuk risiko yang harus dihadapi akibat kebijakan baru yang dilakukan pemerintah Prabowo.

Kebijakan baru itu saya istilahkan ”ideologi baru pembangunan ekonomi”. Mungkin suatu saat kelak bisa disebut Prabowonomics.

Bisa jadi guncangan-guncangan ekonomi sekarang ini sebagai konsekuensi atas dilaksanakannya ideologi baru ekonomi Prabowo.

Ini yang enam bulan lalu saya tulis: silakan pemerintah membantu pengusaha kecil habis-habisan tapi tidak perlu membenci pengusaha besar. Silakan semua bantuan pemerintah untuk pengusaha kecil, tidak perlu lagi bantu pengusaha besar, yang penting pengusaha besar jangan diganggu. “Jangan dibantu tapi jangan diganggu”.

Tumbuhnya pengusaha kecil memang sangat penting untuk kekuatan ekonomi negara jangka panjang. Tapi mengganggu pengusaha besar bisa mengakibatkan guncangan sesaat –lalu bisa berkepanjangan dan merobohkan ekonomi nasional sebelum kekuatan ekonomi kecil berhasil menjadi kekuatan utama.

Katakanlah sekarang ini kita berada dalam masa transisi. Dari masa kekuatan ekonomi berada di usaha-usaha raksasa, menuju kekuatan ekonomi berbasis usaha kecil. Usaha besar mulai dikurangi tapi usaha kecil belum tumbuh semerbak.

Lihatlah: dua juta hektare lebih kebun sawit disita untuk negara, sejumlah pengusaha kena denda sampai Rp 10 triliun, usaha nikel disunat hampir sampai pangkal, pun batubara. Pengusaha besar juga dikedipi agar membeli surat utang negara yang diberi nama Bond Patriot –dengan jumlah mencapai Rp 50 triliun. Danantara, tanpa bekerja pun bisa dapat hasil besar dari selisih bunga yang tinggi: bisa memperoleh bunga enam persen dari Rp 50 triliun dengan hanya membayar bunga dua persen.

Tidak satu pun pengusaha besar yang berani berkeluh kesah. Tapi secara informal semua itu jadi pembicaraan di meja-meja makan. Obrolan pun meluas meski tetap di bawah tanah. Keresahan tidak ditampakkan di permukaan tapi membara seperti sekam di dalam tungku. Itulah yang kemudian memunculkan apa yang disebut iklim investasiyang kurang kondusif.

Skala bisnis pertambangan nikel sampai ada yang dipotong sebesar 70 persen. Ada yang tahun lalu bisa menambang 100, tahun ini hanya boleh 30. Di batubara kurang lebih sama. Betapa anjloknya bisnis mereka.

Yang juga mereka keluhkan adalah: tersumbatnya saluran ke jalur-jalur formal. Akibatnya mereka menyelesaikan masalah lewat pihak ketiga –dan itu menimbulkan tambahan biaya yang besar.

Di lain pihak kucuran ”Dana Purbaya” ke perbankan belum mengucur lancar ke usaha kecil di bawah. Bahan pokok MBG masih banyak dibeli dari perusahaan besar, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih masih ancang-ancang untuk berlari.

Kasarnya: yang besar-besar sudah mulai kecewa; yang kecil-kecil belum menyambut gembira.

Mungkin itu memang ciri-ciri masa transisi. Tinggal kuat-kuatan. Apakah pemerintah kuat menghadapi guncangan-guncangan sampai ekonomi kelas bawah bisa mengambil alih kekuatan ekonomi nasional.

Presiden Prabowo punya keterbatasan waktu –termasuk untuk membuat kita tetap tabah menghadapi guncangan transisi, apalagi kalau guncangannya kian kuat dan kian lama. (*)

 

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayGuncangan Transisiharian disway

Related Posts

Sejarah Pertanda

Sejarah Pertanda

Friday, 6 November 2026
Penyadapan Beneficial

Penyadapan Beneficial

Friday, 6 November 2026
Kerikil Subhan

Kerikil Subhan

Friday, 6 November 2026
Ya Tidak

Ya Tidak

Thursday, 22 October 2026
Jumat Keramat

Jumat Keramat

Monday, 19 October 2026
Iris Istri

Iris Istri

Saturday, 17 October 2026
Next Post
Dituntut 18 Tahun Penjara, Mantan Mendiknas Nadiem Makarim Bingung: Lebih Besar dari Teroris  

Dituntut 18 Tahun Penjara, Mantan Mendiknas Nadiem Makarim Bingung: Lebih Besar dari Teroris  

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

Thursday, 5 November 2026
Rampas Paksa Mobil Warga, Tiga Debt Colecktor Jadi Tersangka

Rampas Paksa Mobil Warga, Tiga Debt Colecktor Jadi Tersangka

Thursday, 5 November 2026
Ridwan Monoarfa

Demokrasi dan Kemanusiaan: Ketika Suara Rakyat Mengoreksi Kekuasaan

Friday, 6 November 2026
Wagub Idah Syahidah RH Apresiasi Hadirnya Layanan Samsat di Pasar Murah

Wagub Idah Syahidah RH Apresiasi Hadirnya Layanan Samsat di Pasar Murah

Friday, 6 November 2026

Pos Populer

  • HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Kalender “Literasi” Gorontalo 

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Enam Bulan Buron, Oknum Notaris Ditangkap di Jakarta

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Mantan Aleg Deprov Diamankan Polda, Terkait Dugaan Pemalsuan Surat di Pertambangan Pohuwato

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.