Gorontalopost.co.id, GORONTALO – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, para pedagang sapi kurban mulai memasarkan ternak mereka di sejumlah lokasi di Gorontalo. Salah satunya yang ada di Desa Pauwo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Harga sapi kurban pun rupanya mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan rata-rata harga sapi di tahun sebelumnya.
Penjual sapi kurban di Desa Pauwo, Fendri Mahful, mengatakan bahwa harga sapi tahun ini berada pada kisaran Rp 16 Jutaan. Harga ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 14 jutaan saja. Kata dia, ada harga yang lebih mahal, yakni mencapai Rp 25 Juta per ekor, tapi itu disesuaikan dengan bobot dan kualitas sapi yang dijual.
“Kalau dibandingkan tahun kemarin memang ada kenaikan harga. Tahun lalu mungkin sekitar Rp14 juta, sekarang sudah mencapai sekitar Rp16 jutaan,” ujar Fendri saat diwawancarai, Sabtu (9/5).
Fendri menjelaskan, sapi yang dijual merupakan hasil ternak milik sendiri. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas hewan yang akan dijual kepada masyarakat menjelang Iduladha. Menurutnya, jumlah sapi yang disediakan tahun ini mencapai sekitar 100 ekor, berdasarkan pengalaman penjualan tahun sebelumnya.
Hingga saat ini, jumlah pembeli sudah mencapai sekitar 50 orang, dan diperkirakan akan terus bertambah mendekati hari raya kurban. “Biasanya ramai pembeli itu sekitar satu minggu sampai dua minggu sebelum Lebaran Haji,” jelasnya.
Selain itu, Fendri menerangkan bahwa sapi yang layak dijadikan hewan kurban umumnya telah memenuhi syarat usia, yaitu ditandai dengan pertumbuhan gigi dua atau berusia sekitar dua tahun.
Meskipun harga mengalami kenaikan, antusias masyarakat untuk berkurban diprediksi tetap tinggi. Penjual berharap peningkatan permintaan menjelang Iduladha dapat membantu meningkatkan penjualan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan hewan kurban yang sehat dan layak. (Mg-03)













Discussion about this post