logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Ekonomi Bisnis

UMKM Street Food, Bikin Malam Kota Gorontalo Makin Hidup

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 11 May 2026
in Ekonomi Bisnis
0
DENYUT EKONOMI - Suasana malam Kota Gorontalo yang lebih ramai karena gelaran UMKM Street Food yang digelar Pemerintah Kota Gorontalo, Sabtu (9/5) malam. (foto: aviva /mg/ gorontalo post)

DENYUT EKONOMI - Suasana malam Kota Gorontalo yang lebih ramai karena gelaran UMKM Street Food yang digelar Pemerintah Kota Gorontalo, Sabtu (9/5) malam. (foto: aviva /mg/ gorontalo post)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Suasana malam akhir pekan di Kota Gorontalo tampak berbeda dari baisanya. Pada Sabtu (9/5) malam, Ratusan tenda-tenda UMKM berjejer di jalan utama Kota Gorontalo, yakni di sepanjang Jln Nani Wartabone, dan sebagian Jln HB Jassin Kota Gorontalo.

Aroma makanan dan kopi memenuhi udara, serta alunan live music membuat UMKM Street Food yang digagas Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea ini dipadati masyarakat.

Program UMKM Street Food yang diinisiasi Pemerintah Kota Gorontalo sukses menarik perhatian warga sejak malam pertama pelaksanaannya. Kegiatan yang dipusatkan mulai dari samping Rumah Dinas Gubernur hingga kawasan depan McDonald’s itu menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk menikmati suasana malam sambil berburu kuliner.

Tak hanya dipenuhi warga lokal, sejumlah pengunjung dari luar daerah juga tampak memadati lokasi kegiatan. Banyak masyarakat datang bersama keluarga, pasangan, maupun teman-teman untuk sekadar nongkrong hingga menikmati aneka jajanan dan kopi yang dijual para pelaku UMKM.

Related Post

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Dari Pakaian, Buku, hingga 29.000 Pohon, PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput

Moela Kambungu, Cita Rasa Khas Daerah yang Disajikan Dalam Kebersamaan, Kini Bisa Dinikmati di Aston Gorontalo

BRI Sosialisasikan Produk Perbankan, Pererat Kemitraan Gelar Acara Bersama SRC

Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo, Muttaqin Adam mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari inovasi Pemerintah Kota Gorontalo dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menghidupkan kembali aktivitas malam di pusat kota.

“Jadi hari ini kegiatan Pemerintah Kota Gorontalo, inisiasi Pak Wali dalam rangka inovasi bagi para pelaku UMKM sekaligus menghidupkan kembali rutinitas malam yang ada di Kota Gorontalo agar masyarakat bisa menghidupkan lagi Kota Gorontalo biar lebih semarak lagi di malam hari,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, kegiatan itu diikuti sekitar 300 pelaku UMKM yang terdiri dari penjual makanan, minuman, kopi, hingga berbagai komunitas kreatif. Selain kuliner, pengunjung juga disuguhkan hiburan live music, layanan administrasi keliling seperti pelayanan KTP, taman bacaan dari Dinas Kearsipan, hingga komunitas pecinta hewan yang turut meramaikan suasana.

Pemerintah Kota Gorontalo juga menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Satpol PP dan Dinas Perhubungan diterjunkan untuk melakukan pengamanan serta mengantisipasi kemacetan akibat membludaknya pengunjung.

“Melihat animo masyarakat yang luar biasa ini, tidak menutup kemungkinan kegiatan seperti ini nantinya bisa menjadi agenda rutin, baik mingguan maupun bulanan,” tambah Muttaqin.

Salah satu pengunjung, Jen Akib mengaku sengaja datang untuk menikmati suasana malam bersama teman-temannya setelah mengetahui informasi kegiatan tersebut melalui media online.

“Ini sangat positif, sangat bagus, dan saya lihat banyak yang suka. Buktinya ramai seperti ini,” ujar pria 65 tahun asal Gorontalo yang kini lama menetap di Manado tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu menghadirkan suasana baru bagi Kota Gorontalo yang selama ini cenderung sepi pada malam hari. Ia berharap keberadaan UMKM Street Food dapat menarik wisatawan dan memperkenalkan wajah baru Kota Gorontalo kepada masyarakat luar daerah.

Di sisi lain, antusiasme juga dirasakan para pelaku UMKM. Salah satunya Iat Moronggu, pemilik booth De’ Lasiostas Coffee yang ikut berpartisipasi sebagai binaan Bank Indonesia.

Pemuda berusia 18 tahun itu mengatakan kegiatan tersebut memberikan peluang besar bagi pelaku usaha muda untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat. “Kami merasa lebih diperhatikan karena adanya event ini,” katanya.

Ia juga berharap penataan lokasi ke depan bisa dibuat lebih rapi dengan pemisahan zona kopi dan makanan agar pengunjung lebih nyaman berjalan dan menikmati suasana. (Mg05)

Tags: Adhan DambeaKota Gorontalopemkot gorontaloUMKM Street Foodwali kota gorontalo

Related Posts

Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Dari Pakaian, Buku, hingga 29.000 Pohon, PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput

Dari Pakaian, Buku, hingga 29.000 Pohon, PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput

Friday, 5 June 2026
Moela Kambungu, Cita Rasa Khas Daerah yang Disajikan Dalam Kebersamaan, Kini Bisa Dinikmati di Aston Gorontalo

Moela Kambungu, Cita Rasa Khas Daerah yang Disajikan Dalam Kebersamaan, Kini Bisa Dinikmati di Aston Gorontalo

Friday, 5 June 2026
PERERAT KEMITRAAN- Acara bersama BRI dan SRC dalam rangkat HUT PT HM Sampoena yang diisi dengan sosialisasi produk perbankan oleh BRI Gorontalo. (Foto: istimewa)

BRI Sosialisasikan Produk Perbankan, Pererat Kemitraan Gelar Acara Bersama SRC

Thursday, 4 June 2026
Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo terkait NTP Gorontalo yang dipublikasikan pada 2 Juni 2026. (foto: tangkapan layar)

NTP Gorontalo Turun 3,06 Persen, Terdalam Diantara Provinsi di KTI

Thursday, 4 June 2026
Pembekalan Ujian Komprehensif CBT dan Lisan, FEBI IAIN Gorontalo Siapkan Lulusan Unggul Hadapi Dunia Kerja

Pembekalan Ujian Komprehensif CBT dan Lisan, FEBI IAIN Gorontalo Siapkan Lulusan Unggul Hadapi Dunia Kerja

Wednesday, 3 June 2026
Next Post
IDUL ADHA - Pasar ternak sapi untuk kebutuhan Iduladha 1447 Hijriah di Desa Pauwo, Kecamatan Kabila, Bone Bolango, Sabtu (9/5). (foto: mg/gorontalo post)

Rata-rata Harga Sapi Kurban Rp 16 Jutaan, Naik, Harga Lebih Mahal Tergantung Bobot Sapi

Discussion about this post

Rekomendasi

Petugas kepolisian mengamankan Pasutri di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Senin (8/6/2026) dini hari.

Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

Tuesday, 9 June 2026
Suasana perayaan HUT ke-68 Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea pada Ahad (7/6/2026) malam, di rumah pribadinya. (Foto: Prokopim)

Perayaan HUT ke-68 Adhan, Tak Pake APBD, Dirayakan Bareng Anak Yatim

Tuesday, 9 June 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea dan Wawali Indra Gobel tengah menikmati jajanan di Street Food Jilid II. (Foto: Prokopim)

Street Food Jilid II Diserbu Pengunjung, Omzet UMKM Capai Rp222 Juta dalam Semalam

Tuesday, 9 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026

Pos Populer

  • Petugas kepolisian mengamankan Pasutri di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Senin (8/6/2026) dini hari.

    Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.