Gorontalopost.co.id — Pemerintah Kota Gorontalo resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Rabu (15/4) malam. Berlangsung di halaman kantor Wali Kota Gorontalo. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, yang mewakili Wali Kota Adhan Dambea.
Salah satu poin penting dalam Musrenbang Kota Gorontalo kali ini adalah target pertumbuhan ekonomi kota yakni 5,8 persen pada tahun 2027 nanti. Meningkat dari target pertumbuhan ekonomi tahun ini, yakni 5,78 persen.
Sekda Kota Gorontalo Ismail Madjid mengatakan, Musrenbang merupakan forum strategis untuk merumuskan arah pembangunan daerah yang lebih terukur dan berdampak nyata.
“Musrenbang ini menjadi momentum penting untuk menyusun perencanaan pembangunan yang komprehensif dan berkelanjutan. Tantangan ke depan tidak mudah, tapi dengan kolaborasi, target yang ditetapkan bisa kita capai bersama,” ujar Ismail.
Pemerintah Kota Gorontalo menetapkan tema pembangunan tahun 2027, yakni pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang didukung oleh transformasi digital. Fokus ini diarahkan pada penguatan ekonomi daerah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kepala Bappeda Kota Gorontalo, Heru Zulkifli Thalib, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Musrenbang merupakan amanat undang-undang yang wajib dilaksanakan oleh setiap daerah.
Selain itu, forum ini bertujuan menyinkronkan program pemerintah pusat, provinsi, hingga aspirasi masyarakat. Dari sisi capaian, pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,74 persen. Angka ini ditargetkan meningkat menjadi 5,78 persen pada 2026, dan kembali naik menjadi 5,8 persen pada 2027.
Sementara itu, tingkat kemiskinan ditargetkan turun dari 5,34 persen pada 2025 menjadi 5,22 persen di tahun 2027. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga diproyeksikan meningkat dari 79,97 menjadi 80,33 dalam periode yang sama.
“Target ini akan dicapai melalui berbagai prioritas pembangunan, termasuk peningkatan kualitas SDM, pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, hingga pengendalian inflasi,” jelas Heru.
Selain itu, Pemkot Gorontalo juga menetapkan sejumlah prioritas pembangunan, di antaranya peningkatan layanan pendidikan, penguatan UMKM, penanganan sampah dan banjir, serta peningkatan tata kelola pemerintahan.
Salah satu program strategis yang menjadi sorotan adalah rencana pembangunan Kantor Wali Kota baru di kawasan eks Terminal 42. Proyek ini diharapkan dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru di Kota Gorontalo.
“Kantor Wali Kota ini diharapkan menjadi trigger pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sektor jasa konstruksi dan sektor pendukung lainnya,” ungkap Ismail.
Meski demikian, ia menekankan agar pembangunan tersebut tidak mengganggu program prioritas lainnya. Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Setiap rupiah anggaran harus memberikan dampak yang jelas. Kurangi kegiatan seremonial dan fokus pada hasil,” tegasnya.
Musrenbang turut dihadiri unsur DPRD, Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Melalui forum ini, pemerintah berharap dapat menyepakati arah kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran demi mewujudkan Kota Gorontalo sebagai kota jasa yang maju dan berdaya saing. (mg-07)












Discussion about this post