gorontalopost.co.id— Longsor yang terjadi di Desa Bakti, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, yang mengakibatkan saparuh badan jalan Trans Sulawesi amblas, mulai mendapatkan penanganan dari pihak terkait. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Desa Bakti, Ronald Djafar saat ditemui Gorontalo Posti, (28/5) siang.
Menurut Ronald Djafar, longsor mulai terjadi sejak bulan Maret 2026 yang dipicu oleh banjir dan arus sungai. Kondisi tersebut sempat mengancam akses jalan di wilayah tersebut. “Longsor ini karena banjir juga. Kejadiannya sekitar bulan Maret,” ujar Ronald Djafar.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah bersama instansi terkait telah melakukan penanganan sejak bulan April 2026.
Penanganan dilakukan oleh Balai Jalan, Balai Sungai, serta PU Provinsi untuk meminimalisir terjadinya longsor susulan.
“Sudah ada penanganan di bawah. Balai sungai juga sudah memulai pemindahan arus sungai untuk meminimalisir longsor lagi,” jelasnya.
Ronald Djafar juga mengatakan bahwa pihak desa terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait dengan mengirimkan foto serta video perkembangan kondisi longsor yang terjadi di lokasi tersebut.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, masyarakat setempat masih merasa was-was karena kondisi tanah di sekitar lokasi longsor terus mengalami pergeseran, terutama saat hujan turun.
“Awalnya belum begini. Tanah sudah melewati garis putih dan masyarakat terus mengirim video perkembangan ke PU Provinsi dan Balai Sungai,” tambahnya.
Saat ini kendaraan besar sudah tidak diperbolehkan melintas di area tersebut demi keselamatan pengguna jalan. Hanya kendaraan kecil yang masih dapat melewati jalur tersebut dengan tetap memperhatikan tanda peringatan yang telah dipasang di sekitar lokasi longsor. (Mg-03)










Discussion about this post