logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Bertahan Menyerang

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 15 April 2026
in Disway
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

AYOLAH ramai-ramai memuji Presiden Donald Trump –saya tidak keberatan melakukannya asal dunia bisa damai.

Kadang seseorang justru tambah emosi kalau dikritik dan dicaci maki. Apalagi dibodoh-bodohkan. Anda pun begitu. Setidaknya pasangan Anda.

Related Post

Rumah Pala

New Rhun

Tuntutan Tinggi

Guncangan Transisi

Misalnya kita harus puji Trump dengan mengatakan tujuan Amerika Serikat menyerang disway.id/listtag/2054/iran”>Iran sudah berhasil.

Kita puji saja Amerika menang –tanpa perlu menyebut Iran kalah. Itu sesuai dengan yang diinginkan Trump: “Amerika sudah mencapai kemenangan”. Buktinya, katanya, Iran sudah tidak akan membuat senjata nuklir lagi. Angkatan laut Iran sudah punah.

Semua senjata Iran sudah habis. Sudah tidak punya kemampuan menyerang. Udara Iran sudah sepenuhnya dikuasai Amerika. Pesawat tempur Amerika bisa terbang aman sesuka Amerika di wilayah udara Iran. Sistem komando militer Iran sudah lumpuh.

Ketika sebagian orang Amerika mengatakan bahwa serangan itu harus dibayar mahal berupa memburuknya ekonomi Amerika Trump punya logika sendiri: “Kalau Iran menjatuhkan dua bom nuklir saja di Amerika, ekonomi lebih buruk dari ini”. Walhasil Trump sudah sukses membuat ekonomi Amerika hanya berstatus buruk –bukan lebih buruk.

Ya sudahlah. Kita sudah tahu Trump seperti itu. Melihat orang seperti Trump kadang saya memuji kredo arek Suroboyo: sing waras ngalah. Yang masih punya pikiran sehat lebih baik mengalah. Demi kebaikan bersama. Anda pun, para suami, harus ingat kredo itu.

Orang dengan kejiwaan seperti itu juga tidak boleh diejek. Ia sangat peka. Sensitif. Jangankan diejek, ”disemoni” pun ia sudah merasa seperti ditinju jidatnya.

Maafkan saya tidak bisa menemukan terjemahan ”disemoni”. Seperti saya juga gagal menemukan terjemahan kata “mencep” yang menjadi ciri khas Presiden Megawati Soekarnoputri.

Sayangnya, Iran suka mengejek Trump. Misalnya ketika Amerika menginginkan Iran segera membuka kembali Selat Hormuz. Agar kapal pengangkut minyak dan gas bisa lewat. Iran ternyata sebenarnya mau saja mengikuti keinginan Trump.

Masalahnya, kata Iran: semua ranjau laut di Selat Hormuz harus dibersihkan dulu. Iran memang memasang banyak ranjau di bawah laut. Itu untuk membuat kapal perang Amerika tidak bisa memasuki Selat Hormuz.

Lalu ketika Amerika bilang apa susahnya menjinakkan ranjau-ranjau itu, Iran dengan enteng menjawab: kami lupa di mana saja posisi ranjau itu kami pasang!

Tentu Trump tahu: itu ledekan politik dan ejekan pertahanan. Maka bagi Trump lebih baik tiji-tibeh: Amerika memblokir mulut Selat Hormuz.

Anda sudah tahu: armada perang Amerika dipasang di mulut selat itu. Rapat. Biarlah tenggorokan Selat Hormuz dikuasai Iran, tapi mulutnya dikuasai Amerika.

Maka harga elpiji di toko di dekat rumah Anda pun naik.

Anda juga sudah tahu: Trump amat suka menonjolkan hasil kerjanya. Begitu sering ia berpidato mengenai kesuksesannya dengan tambahan kalimat “belum pernah terjadi sebelumnya”.

Atau “belum pernah terjadi dalam sejarah Amerika”. Juga: “belum pernah berhasil dilakukan presiden-presiden sebelumnya”. Banyak sekali yang seperti itu, seolah, bahkan, seperti belum pernah ada presiden di Amerika sebelum Trump.

Maka saya menyesalkan terbitnya satu artikel satire di media Amerika yang dengan dingin membanting Trump pakai kalimat kesukaannya itu.

“Harga BBM di Amerika mencapai yang tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

“Kini inflasi di Amerika sangat tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

“Pertumbuhan ekonomi Amerika terus menurun yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

Masih panjang daftar satire itu. Tapi mana Trump peduli. Ia terus menyerang para pengkritiknya. Ternyata, kata Sasa (Heralda Savira, Red), yang jadi host podcast saya setiap jam lima pagi (Dismorning) kemarin: “Menyerang itu cara Trump untuk bertahan,” ujar alumnus S-2 psikologi Unair itu.

Ternyata ”pertahanan terbaik adalah menyerang” itu ilmu psikologi. Saya pikir hanya ilmu sepak bola.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Ilustrasi pala di Pulau Rhun, pulau yang sempat "ditukar guling" dengan Pulau Manhattan di Amerika.--

Rumah Pala

Monday, 18 May 2026
Pulau Rhun vs Pulau Manhattan.--

New Rhun

Monday, 18 May 2026
Tuntutan Tinggi

Tuntutan Tinggi

Friday, 15 May 2026
Guncangan Transisi

Guncangan Transisi

Thursday, 14 May 2026
--

Tahu Digigit

Wednesday, 13 May 2026
Eulogy Lia

Eulogy Lia

Wednesday, 13 May 2026
Next Post
Tinggalkan Ruang Kelas, Mahasiswa UNG Dalami Technopreneurship Langsung di Kafe

Tinggalkan Ruang Kelas, Mahasiswa UNG Dalami Technopreneurship Langsung di Kafe

Discussion about this post

Rekomendasi

Kondisi Rumah Warga di Desa Olimohulo Kecamatan Asparaga terendam banjir dengan ketinggian air sampai di lutut hingga pinggang orang dewasa, selasa (19/5/2026).

73 Rumah Di Desa Olimohulo Asparaga Tergenang, Banjir Langganan Perlu Penangan Serius

Tuesday, 19 May 2026
Kegiatan edukasi dan diseminasi aplikasi HALO STROKE berlangsung di Graha Mufidah Gorontalo, Senin, (18/5/2026). (Foto: Roy/Gorontalo Post)

Aplikasi Halo Stroke, Masyarakat Dipermudah Mengakses Informasi Kesehatan

Tuesday, 19 May 2026
Tim Stamarena Polri mendatangi Polres Pohuwato untuk melakukan asistensi penilaian serta evaluasi pembangunan Zona Integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) tahun 2026.

ZI WBK 2026, Tim Stamarena Polri Datangi Polres Pohuwato

Wednesday, 20 May 2026
Seorang pemuda asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berhasil diamankan oleh personel Satuan Narkotika Polres Pohuwato atas dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Lagi, Pengedar Narkoba Ditangkap

Wednesday, 20 May 2026

Pos Populer

  • Penertiban PETI di Desa Batu Kramat Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo, Gorontalo Rabu (14/5/2026). (Foto: Roy/Gorontalo Post).

    Picu Kerusakan Lingkungan Kian Parah, Penambang Liar Paguyaman Diburu Polisi

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Nyaman dan Profesional, ASTON Gorontalo Hadirkan Venue Meeting Modern dan Terlengkap

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 73 Rumah Di Desa Olimohulo Asparaga Tergenang, Banjir Langganan Perlu Penangan Serius

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Aplikasi Halo Stroke, Masyarakat Dipermudah Mengakses Informasi Kesehatan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Tuntutan Tinggi

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.