gorontalopost.co.id – Pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke XVII tahun 2026 di Gorontalo, yang akan berlangsung 20 Juni 2026 mendatang bakal meriah. Ribuan peserta yang hadir akan sama-sama membunyikan polopalo, alat musik bambu tradisional Gorontalo. Salah satu yang menyiapkan polopalo adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo. Satuan kerja yang dikomandani Sudarman Samad ini termasuk bersama-sama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Gorontalo dalam menyiapkan sedikitnya 5000 unit polopalo.
Menariknya, dalam mempersiapkan alat musik yang terbuat dari bambu itu, Dikbud kata Sudarman melibatkan masyarakat perajin yang ada di sejumlah wilayah, termasuk yang ada di pesisir Bone Bolango. “Betul, Dinas Pendidikan dan Kebupadayaan melibatkan masyarakat dalam memproduksi Polopalo, masyarakat memang sengaja dilibatkan, agar turut merasakan semarak Penas Petani-Nelayan XXI di Gorontalo,”kata Sudarman, diamini Sekretaris Dikbud Provinsi, Sitti M. Lahidjun.
Polopalo yang disiapkan Dikbud Provinsi kata Sudarman untuk tamu VIP pada Penas XVII. Sudarman mengapresiasi cekatan para perajin polopalo yang bisa memproduksi polopalo dalam jumlah banyak, sesuai waktu yang ditargetkan. “Polopalo itu merupakan peninggalan budaya, telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu, sebagai sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) nasional, yang alhhamdulillah terus dilestarikan,”ujarnya. “Momentum Penas ini, Polopalo diperkenalkan ke seluruh peserta, bahwa Gorontalo punya alat musik tradisional yang masih terjaga sampai saat ini,”tambahnya.
Pelibatan masyarakat dalam memproduksi alat musik pololapo yang akan digunakan pada Penas Petani Nelayan ke XVII di Gorontalo, mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki. Srikandi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyebut, pelibatkan masyarakat dalam iven seperti Penas sangat tepat, dan perlu didukung. “Ribuan polopalo ini ternyata di produksi di Bone Pantai, Desa Tunas Jaya, dan wilayah lainya yang melibatkan masyarakat. Ini sangat baik, dan saya memberikan apresiasi,”ujar Femmy.
“Apalagi polopalo ini akan digunakan seluruh peserta Penas, dengan sendirinya diperkenalkan langsung secara nasional,”tandas Femmy Udoki. Polopalo yang disiapkan Dikbud Provinsi Gorontalo berasal dari wilayah Bone Pesisir, Tapa, dan Suwawa Selatan. (tro)











Discussion about this post