Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Suasana Kantor Desa Tualango, Kecamatan Tilango, tampak ramai saat para kader kesehatan desa mengikuti pelatihan dan praktik pemeriksaan kesehatan yang digelar Tim Pengabdian Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Kamis (11/6).
Pantauan Gorontalo Post di lokasi, para kader terlihat antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Mereka tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi dengan pemateri.
Saat sesi praktik dimulai, para peserta bergantian menggunakan alat pemeriksaan kesehatan untuk mengukur tekanan darah, memeriksa kadar gula darah, serta melakukan pemeriksaan kolesterol.
Beberapa kader tampak saling membantu saat melakukan pengukuran, sementara tim pengabdian memberikan pendampingan dan arahan terkait prosedur pemeriksaan yang benar. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh semangat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Pengabdian Poltekkes Kemenkes Gorontalo dengan tema Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Gizi dan skrining Kesehatan untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Pencegahan Penyakit Jantung Koroner (PJK). Tim pengabdian dipimpin oleh Ketua Tim, Mohamad Anas Anasiru, dengan anggota Imran Tumenggung, Indra Domili dan Yusrin Aswad.
Ketua Tim Pengabdian, Mohamad Anas Anasiru, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan desa.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang menjadi tugas kami sebagai dosen. Tahun ini kami melaksanakannya di Desa Tualango dengan fokus pada edukasi dan screening untuk pencegahan penyakit jantung koroner,” ujarnya.
Menurut Anas, penyakit jantung koroner masih menjadi salah satu penyebab utama kematian yang dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, seperti hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol tinggi. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan.
“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung. Para kader dilatih bagaimana cara mengukur tekanan darah, memeriksa gula darah, dan kolesterol. Harapannya, mereka mampu membantu petugas kesehatan dalam melakukan screening di lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan di Desa Tualango merupakan tindak lanjut dari hasil praktik kerja lapangan yang sebelumnya dilakukan di wilayah tersebut. Data dan temuan yang diperoleh kemudian menjadi dasar penyusunan program pengabdian kepada masyarakat tahun ini.
Melalui pelatihan tersebut, para kader kesehatan diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini penyakit tidak menular di masyarakat.
Dengan kemampuan yang dimiliki, kader dapat membantu mengidentifikasi warga yang memiliki faktor risiko sehingga dapat segera memperoleh penanganan atau konsultasi lebih lanjut.
“Harapan kami, kader kesehatan desa semakin berdaya dan mampu membantu masyarakat mengenali faktor risiko penyakit sejak dini. Dengan begitu, masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat dan mencegah terjadinya penyakit jantung koroner maupun penyakit tidak menular lainnya,” pungkasnya. (Adv)













Discussion about this post