gorontalopost.co.id – Puluhan mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2023 kelas A dan D, Universitas Negeri Gorontalo mengikuti kuliah umum mata kuliah Technopreneurship dengan konsep berbeda, yakni belajar langsung di Nuansa Coffee and Culture, Rabu 15 April 2026, sore .
Kuliah yang berlangsung pukul 17.00 hingga 19.30 WITA itu menghadirkan Muhammad Ilham Akbar, S.Kom, selaku store manager Nuansa sebagai narasumber. Kuliah ini dipandu oleh dua dosen pengampu, yakni Apriadi Bumbungan, S.S., M.Hum sebagai dosen kelas A, dan Wahyudin Radjak, M.Sn sebagai dosen kelas D.
Berbeda dari perkuliahan pada umumnya, suasana belajar berlangsung santai di area terbuka kafe. Mahasiswa duduk berkelompok sambil menikmati kopi dan kudapan yang disajikan, menciptakan suasana diskusi yang lebih cair dan santai. Kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab dan sharing session, di mana mahasiswa bebas berdialog langsung dengan narasumber terkait pengalaman menjalankan usaha.
Apriadi Bumbungan, sebagai perwakilan Dosen pengampu mata kuliah menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di luar kelas bukan tanpa alasan. Menurutnya, mata kuliah Technopreneurship menuntut mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung praktik di lapangan.
“Karena sifatnya praktik, mahasiswa perlu belajar langsung dari pelaku usaha, bukan hanya di dalam kelas,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran praktisi seperti Ilham diharapkan dapat memberi gambaran nyata tentang dinamika menjalankan usaha, khususnya di sektor food and beverage (F&B) di Gorontalo.
“Mahasiswa bisa berdiskusi langsung dan memahami bagaimana proses bisnis itu berjalan, termasuk tantangan yang dihadapi,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Ilham Akbar menilai kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa di berbagai bidang keilmuan. Ia menekankan pentingnya membangun pola pikir yang kompetitif di tengah perkembangan zaman.
“Mahasiswa harus punya mindset berdaya saing. Kalau hanya mengikuti alur, seperti lulus lalu mencari kerja, itu sudah terlalu dasar di era sekarang,” ungkapnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan diri dan berani menentukan arah masa depan sejak dini.
“Setiap hari harus ada upgrade diri. Itu yang penting supaya bisa bersaing,” katanya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman langsung berinteraksi dengan pelaku usaha dalam suasana yang lebih fleksibel dan komunikatif. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk lebih siap menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri. (mg-05)












Discussion about this post