logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Agus Deyang

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 4 June 2026
in Disway
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

“Sudah waktunya tukang kritik melakukan perbaikan dari dalam”.

Itu saya ucapkan padanyi saat Nanik S. Deyang dilantik untuk jabatan setingkat wakil menteri: wakil kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Related Post

Desil Kuantil

Karya Perkara

Lima Miliar

Patriot Sejati

“Doanya ya, Boss…,” jawabnyi pendek –sejak lama dia panggil saya bos.

Kemarin Deyang naik jabatan: menjadi ketua BGN –setingkat menteri– menggantikan Dadan Hindayana. Tidak ada penjelasan rinci mengapa Dadan diganti.

Tapi, rasanya, Anda sudah tahu, pun sebelum diberi tahu: begitu banyak kritik untuk BGN –utamanya soal kualitas makanan dan cara ia berkomunikasi dengan medsos.

Soal persentase yang keracunan, misalnya, yang ia ucapkan tidak salah. Tapi kurang pas untuk medsos masa kini. Demikian juga soal siapa saja yang dapat izin buka dapur MBG. Yang perlu dipuji dari Dadan adalah: kecepatannya mengembalikan dana yang tidak terpakai ke kas negara.

Saya bukan bos Deyang. Hanya saja, ketika dia menjadi wartawan dia sering mewawancarai saya, khususnya soal sepak bola. Dia wartawan yang amat militan. Tidak takut risiko apa pun.

Atasannyi, katanyi, hanya Tuhan. Kalau sudah memuncak dia pilih salat malam lebih lama. Kalau dibentak, Deyang balas membentak. Dia wartawan Harian Surya, Surabaya, salah satu anggota kelompok Kompas Gramedia.

Bos Deyang yang sebenar-benar bos adalah pimpinan Surya kala itu: Valens Doy –wartawan olahraga terkemuka Kompas. Valens, orang Flores yang halusnya mengalahkan orang Jawa, punya prinsip independen yang konsisten.

Oleh Kompas, Valens ditugaskan memimpin Harian Surya. Di Surya Deyang begitu sering mendapatkan berita besar yang eksklusif –sampai namanyi diperhatikan khusus oleh koran yang disainginya.

Deyang juga tipe anti birokrasi, anti kemapanan, dan anti hirarki. Setelah Vallens tidak lagi di Harian Surya, Deyang ikut berhenti. Dia coba bikin koran sendiri. Awalnya dengan Valens. Lalu pernah juga bersama saya.

Deyang tipe pemberontak. Termasuk “berontak” kepada Jokowi. Awalnya Deyang adalah salah satu tokoh militan di belakang Jokowi. Dia rela mengorbankan uangnyi yang tidak banyak itu untuk biaya kampanye agar Jokowi jadi presiden –dengan harapan jangan sampai berutang budi kepada donatur besar.

Dalam perjalanannya Deyang kecewa sejak Jokowi masih di masa jabatan pertama. Dia sudah langsung pindah perahu: mendukung Prabowo Subianto.

Pun ketika Prabowo kalah dia tidak patah semangat. Dia berjuang lagi untuk memenangkan Prabowo –tanpa ada keinginan untuk mendapatkan apa pun.

Ketika akhirnya diangkat jadi wakil ketua BGN rasanya sudah waktunya orang yang penuh pengorbanan seperti Deyang dapat perhatian.

Selama dia menjabat di BGN saya dengar Deyang tidak berubah prinsip: dia muter terus ke lapangan. Dia cek apa yang disuarakan media tentang Makan Bergizi Gratis.

“Banyak sekali dapur MBG yang dia tutup,” komentar Wakil Ketua DPR Don Dasco (Sufmi Dasco Ahmad, Red).

Setahun setelah dia menjabat saya baru dapat kesempatan bertemu Deyang. Sekilas. Di acara seminar keselamatan kerja yang diadakan Pertamina.

Saya di atas panggung. Dia di meja undangan VIP bersama Raden Ayu Inge Sondaryani sebagai sesama komisaris Pertamina. Saya bersyukur melihat Deyang: berat badannyi sudah turun banyak.

Saya lebih tertarik pada pemberhentian Dadan daripada pengangkatan Deyang. Ini kali kedua Presiden Prabowo memberhentikan teman dekatnya.

Anda sudah tahu siapa teman dekatnya yang pertama yang diberhentikan: Jenderal Agus Sutomo. Hubungan pertemanannya dengan Agus lebih istimewa daripada dengan Dadan. Agus teman seangkatan di Akabri tahun 1984. Sama-sama Kopassus. Sama-sama pernah jadi danjen Kopassus pula.

Saking karibnya Agus yang sudah pensiun dengan pangkat letnan jendral dinaikkan menjadi jendral bintang empat saat Prabowo jadi presiden.

Prabowo lantas mengangkat Agus sebagai dirut PT Agrinas Palma Nusantara –jelmaan dari BUMN Indra Karya. Bidang usahanya berubah dari konstruksi menjadi perkebunan sawit. Agrinas Palma-lah yang menampung kebun-kebun sawit yang disita pemerintah –yang total luasnya mencapai dua juta hektare lebih.

Hanya satu tahun Agus menjabat dirut. Agus lantas digantikan Abdul Ghani dari Danantara. Ghani pernah menjabat Dirut PTPN III yang belakangan menjabat bagian perkebunan di Danantara.

Prabowo ternyata tidak segan memberhentikan teman yang dibantunya mendapat jabatan.

Tentu diberhentikannya “teman baik” Presiden Prabowo bisa jadi cermin bagi teman-teman Prabowo lainnya yang kini banyak menjabat apa saja di mana saja.

Kinerja tetaplah nomor satu. Niat baik menolong teman ada kalanya bikin susah yang menolong.(*)

Related Posts

Desil Kuantil

Desil Kuantil

Monday, 7 September 2026
Karya Perkara

Karya Perkara

Saturday, 5 September 2026
Lima Miliar

Lima Miliar

Friday, 4 September 2026
Hujan Salat

Hujan Salat

Thursday, 3 September 2026
Patriot Sejati

Patriot Sejati

Thursday, 3 September 2026
Ahli Uang

Ahli Uang

Wednesday, 2 September 2026
Next Post
PERERAT KEMITRAAN- Acara bersama BRI dan SRC dalam rangkat HUT PT HM Sampoena yang diisi dengan sosialisasi produk perbankan oleh BRI Gorontalo. (Foto: istimewa)

BRI Sosialisasikan Produk Perbankan, Pererat Kemitraan Gelar Acara Bersama SRC

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Bocah 12 Tahun Disuruh Mencuri, Tertangkap di Pasar Eks Terminal 42, Diancam Jika Menolak Perintah

Bocah 12 Tahun Disuruh Mencuri, Tertangkap di Pasar Eks Terminal 42, Diancam Jika Menolak Perintah

Monday, 7 September 2026
Bakal Laporkan ke Mabes Polri, Adhan Lawan Fadli Zon

Bakal Laporkan ke Mabes Polri, Adhan Lawan Fadli Zon

Monday, 7 September 2026
Refleksi Menuju 60 Tahun Kohati: Menata Jalan Menuju Indonesia Digdaya

Refleksi Menuju 60 Tahun Kohati: Menata Jalan Menuju Indonesia Digdaya

Sunday, 6 September 2026
Polres Pohuwato Bongkar Lokasi Judi di Paguat

Polres Pohuwato Bongkar Lokasi Judi di Paguat

Monday, 7 September 2026

Pos Populer

  • Pengadaan MacBook Aleg Deprov, Femmy: Dengan Tegas Saya Menolak 

    4 Kursi DPR RI untuk Gorontalo, Femmy: Dari Aspirasi Menjadi Agenda Kelembagaan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Rp 68,2 M Dana Asrama Haji Gorontalo Ditolak, Kemenhaj: Mepet Waktu, Beresiko

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Menenun Kembali Jati Diri Gorontalo: Wastra Lama, Harapan Baru bagi UMKM Gorontalo

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Bocah 12 Tahun Disuruh Mencuri, Tertangkap di Pasar Eks Terminal 42, Diancam Jika Menolak Perintah

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Bakal Laporkan ke Mabes Polri, Adhan Lawan Fadli Zon

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.