logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Lewat Pasrah

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 6 June 2026
in Disway
0
Lewat Pasrah
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
Oleh:
Dahlan Iskan

Saya salah hitung. Saya pikir guncangnya rupiah dan bursa saham hanya karena tidak adanya kepastian ekonomi akan ke mana. Setelah ada kepastian guncangan akan reda, lalu melandai. Bisa landai terus-menerus bisa juga pelan-pelan naik lagi.

Ternyata, setelah dipastikan ekspor batu bara, sawit, dan besi alloy tetap akan dilakukan oleh satu pintu Danantara rupiah masih juga terus merosot: melewati angka terendah dalam sejarah Republik Indonesia. Indeks saham juga masih turun hampir ke level terendah dalam lima tahun.

Memang masih ada satu kepastian lagi yang ditunggu: MBG. Yakni program yang menguras APBN begitu dalam. Sebagian analis mengatakan itu akan membuat APBN ambruk.

Tapi Kamis lalu kepastian itu sudah ditegaskan: MBG jalan terus. Tetap jadi kebanggaan presiden. Di Amerika pun MBG hanya diberikan kepada murid yang penghasilan orang tuanya kecil. Di Prabowo tidak pandang bulunya murid. Di Amerika siswa yang gaji orang tuanya tidak terlalu kecil sudah harus bayar meski hanya separo harga. Di Indonesia siapa pun dapat gratis tis.

Related Post

Agus Deyang

Jago Cimory

Jago Comory

Pet Byar

Tapi presiden juga mendengar suara publik. Kepala dan wakil kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dicopot. Lalu ditangkap. Dimasukkan tahanan. Presiden juga terjun sendiri menjadi semacam penyuluh dapur MBG: telur tidak boleh didadar agar tidak dicampuri tepung. Satu ayam tidak boleh dipotong 14 agar tidak terlalu kecil.

Tapi rupiah tetap melemah. Bursa saham belum juga berhenti merosot.

Tentu presiden akan melihat dulu satu dua bulan ke depan. Siapa tahu kejengkelan para pelaku pasar reda. Siapa tahu para pengusaha mau kembali ke prinsip dagang: rugi satu miliar lebih baik daripada rugi Rp10 miliar. Rugi Rp10 miliar lebih baik daripada rugi Rp100 miliar.

Atau: hanya laba satu miliar lebih baik dari laba 100 juta –meski dulunya laba satu miliar. Laba Rp10 miliar lebih baik dari laba satu miliar –meski pun dulu bisa laba Rp100 miliar.

Kondisi sekarang memang beda. Pengusaha batu bara tidak bisa berlaba semaunya lagi. Tinggal tetap melawan atau mulai menerima keadaan.

Inilah masa penantian yang bisa pendek bisa panjang: menanti perubahan psikologi para pengusahanya.

Dari sikap menolak ke sikap menerima. Di tengahnya ada fase pasrah dulu –legawa. Dari menolak dan jengkel ke fase pasrah.

Setelah pasrah baru ke tahap berikutnya: bisa menerima. Setelah bisa menerima mulailah berpikir: apa yang masih bisa dilakukan meski untungnya tidak sebanyak dulu.

Masa penantian itu kadang lama karena sebagian masih punya tabungan. Sebagian segera bisa menerima karena tidak punya tabungan lagi. Mereka harus tetap hidup. Apalagi punya utang. Sebagian lagi tidak bisa menerima sama sekali karena berharap pemerintah suatu saat akan berganti. Mereka tunggu sampai pemilu akan datang. Kalau perlu pergantian itu dipercepat.

Masih ada faktor teknis. Dengan harga batu bara selama ini yang tinggi biaya operasional sudah telanjur ikut naik. Biaya ini ditanggung oleh pengusaha. Tidak mudah menurunkan biaya operasional: gaji yang sudah keburu tinggi mana bisa diturunkan.

Sawit sebenarnya agak berbeda. Sawit tidak sepenuhnya pemberian alam. Pengusahanya masih harus kerja keras: melakukan pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan. Sedangkan batu bara sepenuhnya sudah ada di bumi pertiwi.

Sawit juga berbeda karena banyaknya petani sawit. Jutaan orang. Harga sawit yang turun akibat ketidakpastian selama ini juga mengganggu petani sawit. Ini yang meresahkan. Turun dari Rp3.400 ke sekitar Rp2.800. Sangat besar. Alasannya: pedagang tidak mau ambil sawit menunggu kepastian kebijakan pemerintah. Imbauan dan pidato tidak akan bisa memperbaiki harga jual petani sawit.

Kini presiden sudah memastikan: program besarnya tetap dijalankan. Yang ditunggu adalah berubahnya kejiwaan para pengusaha dari ”menolak” ke ”menerima” lewat jalan ”pasrah”.

Sebaliknya pemerintah harus menjamin tidak akan terjadi poses yang panjang yang hanya menambah ketidakefisienan saja. Pengusaha itu berbeda dengan pemerintah. Rukun iman pengusaha hanya satu: efisien atau mati. Pemerintah, seboros apa pun tidak bisa mati –maksimal hanya setengah mati.

Pengusaha juga perlu kecepatan. Rukun iman pengusaha lainnya: cepat atau lewat. Sedangkan pemerintah, selambat apa pun tidak akan kalah karena tidak punya pesaing.

Hanya yang cerdas, yang punya kompetensi tinggi dan tidak punya kepentingan pribadi/kelompok lah yang bisa membuat putusan dan langkah yang cepat.

Pengusaha ingin cepat. Kejengkelan pengusaha ibarat Anda mengejar maling, sementara pistolnya dibawa anak buah yang jalannya lambat di belakang Anda.

Kadang pemegang pistol itu sengaja tidak mau mempercepat langkah agar malingnya tidak tertembak.(dis)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayharian diswayLewat Pasrah

Related Posts

--

Agus Deyang

Thursday, 4 June 2026
Bambang, tengah, usai makan malam.--

Jago Cimory

Thursday, 4 June 2026
Jago Comory

Jago Comory

Wednesday, 3 June 2026
Pet Byar

Pet Byar

Saturday, 30 May 2026
Randy Sunda

Randy Sunda

Friday, 29 May 2026
Gu Lebang

Gu Lebang

Thursday, 28 May 2026
Next Post
Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Discussion about this post

Rekomendasi

Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Saturday, 6 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Friday, 5 June 2026
Fesbud Jaton ke XX se Indonesia Timur, Bulan Juli Berlangsung di Sidomukti Kabgor

Fesbud Jaton ke XX se Indonesia Timur, Bulan Juli Berlangsung di Sidomukti Kabgor

Friday, 5 June 2026

Pos Populer

  • Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail semeja bersama para gubernur se sulawesi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

    Gusnar Temui YSK Bahas Kredit ASN Pemkot, Pemotongan Gaji ASN Tetap Melalui Debit Otomatis

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Peringati Hari Lahir Pancasila, BRI BO Gorontalo Gelar Upacara, Tekankan Komitmen Melayani

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • SPMB Kota Gorontalo Dimulai, Adhan Tekankan Hapus Stigma Sekolah Favorit

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • NTP Gorontalo Turun 3,06 Persen, Terdalam Diantara Provinsi di KTI

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.