logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel

Biomasa
Home Persepsi

Warisan Cinta

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 2 February 2026
in Persepsi
0
Basri Amin

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

oleh:
Basri Amin

SULIT membayangkan bagaimana suasana batin seorang ayah dan ibu “melepas” putrinya yang seorang dokter memasuki dunia barunya bernama “rumah tangga!” Ini tak sekedar dua kata, Rumah-Tangga, yang bersatu karena pilihan-sadar, penunaian sariat Agama, komitmen hidup-bersama, dan karena restu dua keluarga besar.

Pasangan ini memutuskan tekad besar dalam sejarah hidup mereka. Mereka tentu saja tidak sedang merancang ‘jalan mulus’ tetapi, terutama, mereka memilih-menerima Amanah abadi dari kesejatian manusiawinya untuk ‘jalan panjang’ penghidupan mereka. Ribuan orang menjadi saksinya! Keluarga besar keduanya dari kalangan terpandang, terdidik, dan menyandang reputasi sebagai pengabdi masyarakat.

Kami hadir. Ahad 1 Februari 2026. Kami menyaksikan sebuah perayaan Cinta dengan fondasi Agama, Kekeluargaan dan Persahabatan yang luas. Sebuah acara di mana rasa Syukur, Kehormatan, Penghargaan dan Warisan Cinta bisa hadir bersama-sama, dan saling-menyapa. Alhamdulillah!

Ikatan Cinta sejati rupanya menicayakan energi besar, yakni kerelaan ‘melepaskan’ yang ‘terbaik’ –-bahkan yang terluhur dan yang terjaga — dari apa-apa yang selama ini menjadi milik kita sebagai titipan dan amanahNya.

Related Post

Mengulik Variabel Identitas, Norma, dan Reproduksi Permusuhan Pada Konflik Iran-Israel-Amerika Serikat

Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

Ketupat Lebaran dan ‘Islam Jawa’ di Sulawesi

Realisme Tanpa Moral: Dunia dalam Bayang-Bayang Qabil, Standar Ganda dan Keruntuhan Wajah Kemanusiaan

Cinta yang luhur senantiasa butuh kerelaan besar untuk bisa melangkah dengan pengalaman-pengalaman baru, beserta tanggung jawab dasariahnya. Cinta selamanya hidup di antara fantasi-fantasi hidup yang melintasi kepemilikan fisikal dan kebebasan emosional yang super-interaktif menuju petualangan ruhani yang super-afektif dalam mendekap sela-sela ciptaaNya yang serba misteri.

Setiap ikatan-Cinta tertanam aura-energi yang besar di dalam jiwa Manusia; tetapi di ujung terjauhnya yang misteri, selalu pula dibayangi oleh guncangan dan resikonya masing-masing! Waktu akan terus menguji-nya. Dan karena itulah, Keluarga harus selalu bisa disegarkan sebagai “Rumah yang ber-tangga dan yang ber-tetangga…” Ini adalah soal ruang, ikatan-ikatan, olah-rasa dan pencapaian, di mana setiap energi dan esensi kerumah-tanggaan tak bisa lepas dan karakter dasar “Tangga” itu sendiri –pasti naik-turun, sesekali licin, dan sesekali pula harus di-cek dan dipastikan pemeliharaannya—. Tak jarang sebuah “tangga” adalah juga simbol estetika dan espektasi tertentu yang tak ternilai harganya. Ia adalah solusi sekaligus.

Di alam praktis, Cinta membebaskan sekaligus menawarkan batas-batas terbaik dalam relasi kita sebagai masyarakat manusia. Di antara setiap batas itulah, Cinta adalah sekaligus ujian-ketidakpastian yang mutlak –yang di dalamnya memendam banyak rahasia ego kita dan pencarian ruang bersama di setiap relung perbedaan yang kita miliki. Perbedaan itu sendiri punya narasi yang panjang ke belakang dan ke masa depan.

Saya merenung tentang Keluarga sendiri. Saya mengalami “rasa terpisah” yang semakin melebar. Bukan semata karena saya ditinggal ibunda tercinta sejak kecil, tetapi juga karena tarikan belajar ke banyak tempat dan koneksi kerja yang terlalu variatif, terbukti membawa saya kepada ikatan-ikatan kekeluargaan yang terus meluas dan melebar. Saya juga di-tinggal oleh seorang adik yang demikian dekat obsesinya dengan saya, namun saya tak bisa lagi mewujudkan cita-cita besarnya karena keterbatasan sumberdaya yang melilit.

Di masa kini, Keluarga dan Kekeluargaan mengalami guncangan di sana-sini. Kita tak bisa lagi menutup diri bahwa keluarga dengan identitas baru semakin rentan dengan isu-isu kedayatahanan. Telah lahir generasi-keluarga baru yang dikepung dengan teknologi komunikasi super-cepat yang rentan lepas kontrol dan lepas nilai.

Dampaknya luas sekali, lihat saja soal kondisi meja-meja makan kita di rumah-rumah kita saat ini. Tradisi “masak di dapur” tak lagi sepenuhnya menjadi fondasi obrolan dan urusan keseharian yang bernilai di rata-rata keluarga kita. Mentalitas “membeli-pesanan” dan “makan-selera di luar” semakin membentuk tradisi keluarga saat ini. Ledakan selera dan gaya hidup tak lagi mudah dikontrol, dengan beragam alasan.

CINTA tetaplah harus menjadi dasar-alasan yang utama dalam menilai setiap bagian dari pertumbuhan kita saat ini. Ini adalah warisan kemanusiaan yang harus mampu kita baca sisi-sisi misterinya, agar tidak menimbulkan luka yang terus menganga karena egoisme atau fantasi sepihak kita sendiri.

Ia harus dimaknai dengan respek karena di balik kata “Cinta” –-dengan huruf C besar—akan mengantarkan kita untuk melihat rasa Syukur yang memberi kita Daya Hidup, terutama untuk “menerima apa-apa yang (belum) berhasil kita terima” di dunia yang fana ini.

Meski demikian, Cinta adalah konsep yang tetap rentan dibatasi atau dibelokkan pengertiannya. Di lapisan “kasar”nya tetap saja ada potensi kepalsuan dan ketidakpastian yang sama-sama rentan dihayati di dunia nyata. Terbukti, tidak semua orang punya wawasan yang sama. Tak sedikit pula yang punya jejak sejarah dan jarak besar dengan kata ini. Karena itulah, ia sebaiknya dipupuk dan dihidup-hidupi di berbagai alam dan arena hidup, agar buah-buah manisnya bisa tampak beragam, variatif ukuran-rasanya dan kelak menjadi benih-benih regenerasi yang ditabur oleh siapa pun.

Cinta menyelamatkan setiap harapan –-dan mampu membangkitkan yang lemah dan yang jatuh, serta menerbangkan jauh bagi yang bercita-cita–. Tentu, kita tak bisa sepenuhnya pasti di “rumah tangga” yang mana dan yang seperti apa Ia menjadi energi maha kuat guna membina buah-buah Cinta yang diwariskan oleh setiap pilihan Hidup dan jenis Bahagia yang kita jalani.***

Tags: basri aminpersepsispektrum sosialwarisan cinta

Related Posts

Mengulik Variabel Identitas, Norma, dan Reproduksi Permusuhan Pada Konflik Iran-Israel-Amerika Serikat

Thursday, 2 April 2026
Yusran Lapananda

Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

Thursday, 2 April 2026
Basri Amin

Ketupat Lebaran dan ‘Islam Jawa’ di Sulawesi

Monday, 30 March 2026
Ridwan Monoarfa

Realisme Tanpa Moral: Dunia dalam Bayang-Bayang Qabil, Standar Ganda dan Keruntuhan Wajah Kemanusiaan

Wednesday, 18 March 2026
Basri Amin

Republik di Dunia yang Susah Damai

Monday, 16 March 2026
Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Monday, 16 March 2026
Next Post
Ridwan Monoarfa

UMKM Gorontalo dan Tantangan Naik Kelas Ekonomi Rakyat

Discussion about this post

Rekomendasi

Seorang pemuda di Gorontalo ditahan oleh Ditreskrimum Polda Gorontalo atas dugaan pencabulan anak.

Polda Tahan Seorang Pemuda di Gorontalo, Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur

Wednesday, 1 April 2026
Yusran Lapananda

Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

Thursday, 2 April 2026
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat melihat program MBG di SMA Negeri 1 Buntulia, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Selasa 16 Desember 2025. (Foto – Fadly/Diskominfotik)

16 SPPG Gorontalo Ditutup, Idah: Ada yang Terkait IPAL 

Thursday, 2 April 2026
Personel Polres Gorontalo dan Polsek Limboto serta tim inafis melakukan evakuasi terhadap korban yang ditemukan meninggal dunia di lokasi kebun jagung.

Petani di Kabgor Ditemukan Tak Bernyawa

Tuesday, 31 March 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Ketupat Lebaran dan ‘Islam Jawa’ di Sulawesi

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Adhan Bongkar Mafia Obat di RSAS, Termasuk di RS Otanaha, Diduga Libatkan ASN dan Vendor

    491 shares
    Share 196 Tweet 123
  • Polda Tahan Seorang Pemuda di Gorontalo, Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Petani di Kabgor Ditemukan Tak Bernyawa

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.