gorontalopost.co.id – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Focus Grup Discussion (FGD) dengan tema Sinergi Stakeholder untuk penyiaran yang sehat dan berkualitas. Kegiatan FGD yang berlangsung di Aula LPP RRI Gorontalo, Jl. Sudirman, Kota Gorontalo, Senin (25/5) dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Hj Idah Syahidah Rusli Habibie, turut dihadiri anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Ramdan Liputo. Hadir pula pimpinan lembaga penyiaran radio dan televisi di Gorontalo, akademisi, dinas Kominfo provinsi dan kabupaten/kota se-Gorontalo, serta para pemangku kepentingan di bidang penyiaran.

Ketua KPID Provinsi Gorontalo, Jitro Paputungan, menyampaikan kegiatan FGD dilaksanakan KPID Gorontalo dalam rangka menyerap masukan dan pandangan dari para pemangku kepentingan di bidang penyiaran. Dengan begitu KPID Provinsi Gorontalo bisa mendapatkan gambaran sekaligus memetakan kondisi penyiaran di Provinsi Gorontalo. Mulai dari keberadaan lembaga penyiaran, program dan isi siaran, hingga permasalahan dan kendala yang dihadapi di bidang penyiaran saat ini. “Termasuk ketentuan siaran lokal 10 persen dari waktu siaran sebagaimana termaktub dalam Undang-undang Penyiaran,” ujar Jitro Paputungan.
Jitro menekankan, gagasan dan pandangan yang disampaikan oleh para peserta FGD akan menjadi bahan kajian bagi KPID untuk merumuskan rekomendasi dan kebijakan berkaitan dengan upaya peningkatan dunia penyiaran di Provinsi Gorontalo.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat membuka kegiatan FGD memberi apresiasi terhadap peran KPID Gorontalo yang terus berupaya menjaga kualitas siaran di daerah. Oleh karena itu Idah menegaskan, peran KPID semakin penting dalam melakukan pengawasan terhadap isi dan pr0gram siaran, termasuk menangkal penyebaran hoaks dan menjaga kualitas informasi publik di tengah derasnya arus informasi digital. “Masyarakat membutuhkan informasi yang benar dan terpercaya agar tidak mudah terpengaruh berita palsu yang dapat menimbulkan keresahan maupun perpecahan. Karena itu, media dan lembaga penyiaran harus tetap menjaga profesionalisme dalam menyampaikan informasi,” tambahnya.
Wagub Idah mendorong penguatan sinergi seluruh stakeholder untuk mewujudkan penyiaran yang sehat, berkualitas, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan media digital saat ini. “Sekarang semua orang bisa menjadi penyiar dan membuat siaran langsung. Tetapi tetap ada koridor yang harus dipatuhi agar informasi yang disampaikan tetap sehat dan bertanggung jawab,” ujar Idah.
Pada kesempatan tersebut, Wagub juga mendorong lembaga penyiaran di Gorontalo untuk lebih memaksimalkan penayangan konten lokal. Menurutnya, konten lokal memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan budaya daerah sekaligus mengangkat potensi Gorontalo kepada masyarakat luas. Seperti pada pelaksanaan Pekan Nasional Tani dan Nelayan ke-XVII yang akan berlangsung di Gorontalo pada 20–26 Juni 2026 mendatang.
Wagub berharap media dapat membantu menyiarkan berbagai kesiapan Gorontalo sebagai tuan rumah, mulai dari lokasi kegiatan, UMKM, homestay, transportasi, hingga potensi wisata dan budaya daerah, serta inti kegiatan PENAS KTNA. “Promosi melalui media sangat penting untuk memperkenalkan Gorontalo kepada masyarakat luar daerah sekaligus menyukseskan pelaksanaan PENAS nanti,” tutupnya. (mg-02)












Discussion about this post