logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

UMKM Gorontalo dan Tantangan Naik Kelas Ekonomi Rakyat

Catatan atas Forum Konsultasi Publik RKPD Provinsi Gorontalo 2027

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 2 February 2026
in Persepsi
0
Ridwan Monoarfa

Ridwan Monoarfa

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Sehat yang Sesat

Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam? Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Transformasi Manajemen Sekolah di Era Kecerdasan Buatan

Dari Kapur ke Kecerdasan Buatan: Revolusi Manajemen Pendidikan Masa Kini

Oleh:
Ridwan Monoarfa

Forum Konsultasi Publik RKPD Provinsi Gorontalo Tahun 2027 kembali menempatkan isu pengembangan UMKM dalam pertanyaan kebijakan yang lebih mendasar: apakah UMKM telah diposisikan sebagai instrumen perubahan struktur ekonomi daerah, atau masih diperlakukan sebagai objek kegiatan dan distribusi bantuan. Di tengah jumlah UMKM Gorontalo yang pada 2025 diperkirakan mencapai 105.000–110.000 unit usaha, agenda UMKM naik kelas—sebagaimana disampaikan Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo—menjadi ujian konsistensi arah pembangunan ekonomi daerah, dari sekadar menjaga keberlangsungan usaha menuju transformasi yang berkelanjutan.

Dalam praktiknya, UMKM kerap diposisikan sebagai penyangga ekonomi rakyat, tetapi belum sepenuhnya ditempatkan sebagai motor transformasi ekonomi daerah. Perhatian kebijakan masih relatif kuat pada aspek penyaluran bantuan dan penyelenggaraan kegiatan, sementara agenda penguatan skala usaha, kelembagaan, dan integrasi ke rantai nilai yang lebih luas belum menjadi arus utama. Kondisi ini membuat pertumbuhan jumlah UMKM tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kualitas dan daya saing usaha.

Data UMKM Gorontalo menunjukkan dinamika yang cukup aktif. Pada 2025, jumlah UMKM diperkirakan mencapai 105.000–110.000 unit usaha, dengan karakteristik mayoritas masih berskala mikro dan belum berbadan usaha. Pada tingkat intervensi program, tercatat 1.945 UMKM di Kota Gorontalo memperoleh pendampingan intensif, sementara 2.325 UMKM di Kabupaten Gorontalo menerima bantuan usaha. Angka-angka ini merefleksikan keberlanjutan program, namun sekaligus menegaskan bahwa tantangan utama bukan lagi perluasan jangkauan, melainkan efektivitas kebijakan dalam mendorong perubahan kelas usaha.

Dari sisi penguatan pasar, sebanyak 139 UMKM berpartisipasi dalam rangkaian Hulonthalo Art & Craft Festival (HACF) 2025 yang mencatatkan transaksi penjualan lebih dari Rp3,3 miliar, disertai kegiatan temu bisnis dengan nilai tambahan sebesar Rp1,55 miliar. Pada momentum berbeda, Gebyar UMKM Gorontalo 2025 juga mencatatkan transaksi sebesar Rp2,04 miliar. Capaian ini menunjukkan bahwa promosi dan fasilitasi pasar telah menghasilkan perputaran ekonomi, meskipun dampaknya terhadap konsolidasi dan keberlanjutan usaha masih perlu diperkuat.

Upaya penguatan ekosistem UMKM juga mulai diarahkan melalui digitalisasi.  Sebanyak 118 UMKM binaan Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo telah mengadopsi QRIS dan pemasaran digital, termasuk pada sektor wastra karawo. Langkah ini menandai kemajuan dalam pemanfaatan teknologi, meski digitalisasi masih perlu ditransformasikan lebih jauh untuk meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, dan akses pasar.

Namun demikian, berbagai capaian tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam perubahan struktur ekonomi UMKM. Mayoritas pelaku usaha masih berada pada skala mikro, belum berbadan usaha, dan beroperasi secara individual. Aktivitas ekonomi UMKM tumbuh, tetapi proses transformasinya masih terbatas. Pada titik ini, fokus kebijakan perlu bergeser dari pencapaian jangka pendek menuju agenda struktural yang lebih konsisten.

Pendekatan Wijoyonomics menempatkan stabilitas sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks UMKM Gorontalo, stabilitas dimaknai sebagai kepastian akses terhadap bahan baku, pembiayaan, dan pasar. Bantuan produktif perlu ditempatkan dalam kerangka sistem yang berkelanjutan agar UMKM tidak terus berada dalam siklus awal usaha.

Sementara itu, Soemitronomics menekankan keberpihakan pembangunan kepada usaha rakyat melalui penguatan kelembagaan. Legalitas usaha, pengembangan koperasi modern, serta pengelompokan produksi menjadi instrumen penting agar UMKM tidak bergerak sendiri-sendiri dan mampu terhubung dengan rantai nilai yang lebih luas.

Di sisi lain, Habibienomics menggarisbawahi peran inovasi dan teknologi sebagai sumber daya saing. Digitalisasi UMKM melalui QRIS dan pemasaran daring merupakan langkah awal, tetapi perlu diikuti dengan peningkatan efisiensi produksi, kualitas kemasan, desain produk, serta perluasan pasar agar benar-benar berdampak pada daya saing usaha.

Ke depan, kebijakan pengembangan UMKM di Provinsi Gorontalo perlu diarahkan secara lebih terukur melalui integrasi program lintas perangkat daerah dengan indikator naik kelas yang jelas. Pemerintah daerah dapat menetapkan target tahunan UMKM formal, peningkatan skala usaha, serta keterhubungan UMKM dengan rantai pasok regional dan nasional sebagai ukuran kinerja, bukan semata jumlah penerima bantuan. Pendampingan usaha, pembiayaan, penguatan kelembagaan, dan digitalisasi perlu disatukan dalam satu peta jalan transformasi UMKM yang konsisten dengan dokumen perencanaan daerah, sehingga intervensi kebijakan tidak bersifat terfragmentasi, tetapi berorientasi pada perubahan struktur ekonomi rakyat secara berkelanjutan.

UMKM Gorontalo memiliki jumlah, kreativitas, dan potensi pasar yang memadai. Tantangan ke depan terletak pada konsistensi arah kebijakan dan keberanian untuk meninggalkan pendekatan jangka pendek. Jika stabilitas, keberpihakan, dan inovasi dijalankan secara seimbang, UMKM berpeluang menjadi basis transformasi ekonomi Gorontalo yang lebih berkelanjutan. (*)

Penulis adalah Anggota DPRD Provinsi Gorontalo

Tags: Catatan Ridwan MonoatfaPolitisi NasdemRidwan MonoarfaUMKM GorontaloUMKM Naik Kelas

Related Posts

Basri Amin

Sehat yang Sesat

Monday, 25 May 2026
Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam?  Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam? Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Saturday, 23 May 2026
Optimalisasi Manajemen SDM Pendidikan: Mitigasi Burnout Tenaga Pendidik di Tengah Arus Digitalisasi

Optimalisasi Manajemen SDM Pendidikan: Mitigasi Burnout Tenaga Pendidik di Tengah Arus Digitalisasi

Saturday, 23 May 2026
Transformasi Manajemen Sekolah di Era Kecerdasan Buatan

Transformasi Manajemen Sekolah di Era Kecerdasan Buatan

Saturday, 23 May 2026
Dari Kapur ke Kecerdasan Buatan: Revolusi Manajemen Pendidikan Masa Kini

Dari Kapur ke Kecerdasan Buatan: Revolusi Manajemen Pendidikan Masa Kini

Saturday, 23 May 2026
Manajemen Sarana Prasarana Berbasis Kewirausahaan: Optimalisasi Area Kampus untuk Pengembangan Usaha Mikro

Manajemen Sarana Prasarana Berbasis Kewirausahaan: Optimalisasi Area Kampus untuk Pengembangan Usaha Mikro

Saturday, 23 May 2026
Next Post
ILUSTRASI IHSG Rontok, Permainan atau Mekanisme Pasar.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Agak Laen

Discussion about this post

Rekomendasi

Presiden Sumbang Sapi Kurban untuk Gorontalo, Bobotnya 1.130 Kg dari Peternak Lokal  

Presiden Sumbang Sapi Kurban untuk Gorontalo, Bobotnya 1.130 Kg dari Peternak Lokal  

Monday, 25 May 2026
AHM Hadirkan TEFA Astra Honda di SMK Mitra Binaan, Fasilitas Pendidikan Tambah Lengkap

AHM Hadirkan TEFA Astra Honda di SMK Mitra Binaan, Fasilitas Pendidikan Tambah Lengkap

Monday, 25 May 2026
Tiga unit excavator yang diduga dipergunakan di lokasi PETI Bulangita, diamankan oleh Satuan Reskrim Polres Pohuwato

Tiga Excavator Ditemukan di Lokasi PETI Bulangita, Dua Operator Melarikan Diri, Polisi Buru Pemilik Alat Hingga Pemodal

Monday, 25 May 2026
Wagub Idah Apresiasi Peran KPID Gorontalo, Dorong Sinergi Stakeholder Wujudkan Penyiaran Berkualitas

Wagub Idah Apresiasi Peran KPID Gorontalo, Dorong Sinergi Stakeholder Wujudkan Penyiaran Berkualitas

Tuesday, 26 May 2026

Pos Populer

  • Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam?  Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

    Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam? Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Presiden Sumbang Sapi Kurban untuk Gorontalo, Bobotnya 1.130 Kg dari Peternak Lokal  

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • AHM Hadirkan TEFA Astra Honda di SMK Mitra Binaan, Fasilitas Pendidikan Tambah Lengkap

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Tiga Excavator Ditemukan di Lokasi PETI Bulangita, Dua Operator Melarikan Diri, Polisi Buru Pemilik Alat Hingga Pemodal

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Manajemen Pembelajaran Adaptif untuk Kelompok Disabilitas: Implementasi Teknologi Asistif dalam Ekosistem Pendidikan Inklusif

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.