logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Rebut Kembali Indonesia dari Hulu

Refleksi Akhir Tahun 2025 menyongsong 2026: Pramuka, Karakter dan Jalan Sunyi Bangsa

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 24 December 2025
in Persepsi
0
Husin Ali

Husin Ali

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Profesi-Profesi Hebat

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Oleh : Husin Ali

Tulisan ini saya persembahkan sebagai refleksi akhir tahun 2025, setelah membaca Indonesia dengan kacamata pengalaman, ingatan, dan tanggung jawab. Bukan sebagai penilaian dari menara gading, melainkan sebagai catatan seorang pelaku yang tumbuh, ditempa, dan kini diberi amanah untuk ikut menjaga arah. Menjelang 2026, saya membaca Indonesia sebagai negeri yang bekerja keras di hilir, tetapi masih harus sungguh-sungguh menata hulunya: manusia, karakter, dan keteladanan.

Refleksi ini diperkaya oleh rangkaian perjumpaan yang nyaris puitik—perjumpaan setelah dua puluh tahun berlalu. Di Taman Pramuka Kota Bandung, saya kembali bertemu Kang Nuki Pribawanto, tokoh Pramuka dari True North Indonesia. Waktu telah mengubah wajah, jabatan, dan konteks pengabdian, tetapi satu hal tidak berubah: cara kami memaknai Pramuka sebagai ruang pendidikan karakter. Di tempat itu pula, saya berjumpa kembali dengan Kak Bona, yang kini mengemban amanah sebagai Waka Kwarcab Binamuda Kota Bandung. Pertemuan itu sederhana—tanpa seremoni—namun menggetarkan ingatan: nilai yang ditanamkan dua dekade silam ternyata tetap hidup dan bekerja.

Ingatan Bandung itu menyambung ke momen lain yang tak kalah bermakna: Pembukaan Peransaka Nasional 2025 di Gorontalo. Di sana, saya menyaksikan pertemuan Kak Haji Adhan Dambea dengan Kak Komjend Pol (Purn) Budi Waseso, Kak Kwarnas. Percakapan kedua tokoh singkat, bersahaja, namun sarat pesan kebangsaan. Bagi saya, itulah penegasan bahwa Pramuka bukan romantisme masa lalu, melainkan instrumen strategis masa depan—ruang di mana karakter ditempa dan kepemimpinan dipersiapkan.

Refleksi ini lalu membawa saya lebih jauh ke tahun 2005, ke alam terbuka Situ Lembang, Bandung, saat outdoor management training (OMT) digelar. Kami datang sebagai peserta, pulang membawa nilai—meski kala itu belum sepenuhnya sadar. Dua puluh tahun kemudian, lingkaran itu seakan tertutup rapi ketika saya dibonceng sepeda motor oleh Kang Dadan (Waka Binawasa) yang juga Kepala Pusdik Kwartir Cabang Kota Bandung menuju kediaman pelatih kami. Di sanalah saya kembali menyapa dengan hormat, “Kang Bayu.”

Ia adalah Kak Bayu Tresna, Tokoh yang pernah menjadi Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka. Percakapan kami tidak panjang, tidak heroik. Namun justru dari ketenangan itulah lahir ide yang jernih: rebut kembali Indonesia—bukan dengan keributan, melainkan dengan kerja sunyi membina karakter dari hulu.

OMT 2005 itu terbukti bukan peristiwa kecil. Dari sana lahir banyak tokoh dengan jalan pengabdian yang beragam: Kak Haji Nanang di Palu yang dipercaya rakyat hingga tiga periode di DPRD sekaligus memimpin Kwartir Cabang; tokoh-tokoh Pramuka Sulawesi Selatan seperti Ka Ichank; para pimpinan kwartir cabang di daerahnya masing-masing; Kak Rio Ashadi dengan kiprah nasional–internasional; hingga Kak Rully, yang mengabdikan diri sebagai pimpinan di TNI AD. Pramuka tidak menyeragamkan jalan hidup kami, tetapi menyatukan komitmen nilai: disiplin, tanggung jawab, keberanian moral, dan kesediaan melayani.

Menjelang 2026, dari rangkaian perjumpaan itulah saya membaca Indonesia: negeri ini tidak kekurangan harapan. Harapan itu tersebar—hidup—namun perlu dirajut. Gagasan Pramuka Garuda menjadi relevan sebagai strategi kebudayaan. Jika setiap kabupaten/kota melahirkan 500 Pramuka Garuda per tahun, maka dalam satu dekade Indonesia akan memiliki sekitar 2,5 juta anak muda berkarakter kuat. Ini bukan utopia; ini matematika yang bertemu komitmen.

Semangat ini sejalan dengan penekanan nasional tentang karakter dan ketahanan. Bapak Haji Prabowo SubiantoPresiden kita tercinta, berulang kali menegaskan pentingnya manusia yang disiplin, berani, dan mencintai tanah air. Di daerah, pesan itu menemukan teladan. Di Gorontalo, Bapak Haji Adhan Dambea menegaskan bahwa kekuasaan hanya bermakna jika digunakan untuk pengabdian. Nasional memberi arah, daerah memberi teladan, Pramuka mengerjakan kaderisasinya.

Sebagai Ketua Kwartir Cabang di Kota Gorontalo, refleksi akhir tahun ini saya terjemahkan sebagai komitmen menyongsong 2026: menjadikan Pramuka jalur serius pendidikan karakter. Akselerasi Pramuka Garuda, penguatan pembina, latihan kepemimpinan berbasis pengabdian, serta kehadiran nyata dalam isu lingkungan, kebencanaan, dan solidaritas sosial adalah kerja panjang yang kami pilih—kerja sunyi, namun menentukan.

Menutup 2025, saya sampai pada satu kesimpulan yang tenang dan jujur: Indonesia tidak kekurangan ide, tetapi membutuhkan ketekunan membina manusia. Negeri ini tidak akan diselamatkan oleh satu tokoh atau satu momentum, melainkan oleh jutaan individu berkarakter yang bekerja di jalurnya masing-masing.

Dan jika kita bertanya dari mana semua itu harus dimulai, jawabannya tetap sama—dari hulu, dari pendidikan karakter.Di jalan sunyi itulah Gerakan Pramuka berdiri.
Di sanalah rebut kembali Indonesia menemukan maknanya, tepat ketika kita melangkah dari 2025 menuju 2026. (*)

Tags: Akhir Tahunhusin aliRebut Kembali Indonesia dari HuluTahun 2025

Related Posts

Ridwan Monoarfa

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Friday, 17 April 2026
Basri Amin

Profesi-Profesi Hebat

Monday, 13 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Saturday, 11 April 2026
Basri Amin

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Monday, 6 April 2026

Mengulik Variabel Identitas, Norma, dan Reproduksi Permusuhan Pada Konflik Iran-Israel-Amerika Serikat

Thursday, 2 April 2026
Yusran Lapananda

Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

Thursday, 2 April 2026
Next Post
Salut, Mahasiswa Ini Membagi Waktu Agar Bisa Kuliah dan Bekerja: Demi Bertahan Hidup 

Salut, Mahasiswa Ini Membagi Waktu Agar Bisa Kuliah dan Bekerja: Demi Bertahan Hidup 

Discussion about this post

Rekomendasi

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

Thursday, 16 April 2026
Oknum Kades di Pohuwato saat diperiksa sebagai tersangka, dan dilakukan penahanan terkait dengan dugaan aktivitas PETI. (foto: istimewa)

Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

Wednesday, 15 April 2026
Imran Rahman

Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

Thursday, 16 April 2026
Tersangka dugaan penganiayaan ibu kadung diborgol polisi.

Miris, Anak Sayat Ibu Kandung Hingga Berdarah

Friday, 17 April 2026

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    157 shares
    Share 63 Tweet 39
  • Profesi-Profesi Hebat

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Oknum Pegawai BSG Bobol Brankas, Kerugian Rp 13,1 Miliar, Termasuk Kuras Rekening Dormant

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.