logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Wabah Cepat

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 28 July 2025
in Disway
0
Ilustrasi Kereta Cepat India-Devona Vaiya-Harian Disway-

Ilustrasi Kereta Cepat India-Devona Vaiya-Harian Disway-

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

WABAH kereta cepat menyebar ke mana-mana –kecuali ke Amerika Serikat. Setelah Whoosh Jakarta-Bandung kini India segera punya: Mumbay–Ahmadabad.

Empat kali lebih jauh dari Whoosh. Bahkan melewati muara sungai di laut Gujarat. Bukan pakai jembatan, tapi terowongan bawah laut: hampir 50 km panjangnya.

Seperti terowongan kereta bawah laut antara Aomori-Hokkaido di Jepang. Atau antara Prancis dan Inggris. Ingin rasanya melewati keduanya lagi setelah lebih 20 tahun berlalu.

Bedanya yang India ini untuk kereta cepat. Bekerja sama dengan Jepang dan Prancis. India ingin menguasai teknologi kereta cepat. Budaya berkereta di India sangat tinggi –seperti di Tiongkok. Menguasai teknologi kereta cepat bagi India sama dengan memenuhi kebutuhan hidup seluruh rakyatnya.

Related Post

Yossi Cohen

Tulung Agung

Bertahan Menyerang

Cari Muka

Jalur pertama yang dipilih memang jalur gemuk. Kota Mumbay adalah metropolitan terbesar di India –bukan ibu kotanya, New Delhi. Anda sudah tahu kekuatan ekonomi Mumbai: ibarat New York-nya Amerika. Sampai-sampai India seperti miring ke barat.

Lalu lihatlah Ahmadabad: kota terbesar di negara bagian Gujarat. Anda juga sudah tahu: Gujarat adalah California-nya India. Ekonomi Gujarat naik 9 persen setiap tahun sejak Narendra Modi jadi gubernur di sana. Dua periode. Bayangkan, selama 10 tahun ekonomi tumbuh begitu tinggi.

Itulah yang kelak mengantarkan Modi menjadi perdana menteri India –kini di periode kedua.

Anda pun bisa menduga kenapa jalur pertama kereta cepat di India menghubungkan Mumbay dan Ahmadabad. Dengan demikian kalau saya ingin ke rumah asli Mahatma Gandhi lagi tidak perlu lagi naik pesawat.

Apa yang terjadi di India pasti dilihat Pakistan. Bulan lalu Pakistan memutuskan membangun kereta cepat pertamanya. Juga langsung jarak jauh: Lahore-Karachi. Jarak dua kota itu 3 cm –di buku lama peta bumi saya. Saya simpan buku itu karena peta bumi akan jadi barang langka –sejak ada Google map.

Sebelum zaman Covid saya ingin jalan darat menelusuri jarak itu. Biarlah dengan kereta butut atau naik bus umum yang sampai miring ke kiri. Tapi tubuh tua ini akan menjerit untuk perjalanan 18 jam seperti itu.

Akhirnya saya naik pesawat. Padahal saya ingin tahu atmosfer ekonomi di daerah-daerah antara Lahore-Karachi. Akhirnya yang penting saya tahu Karachi –dengan segala kebesarannya, kemiskinannya, keruwetannya, dan kekumuhannya.

Proyek kereta cepat pertama itu seperti berniat akan mengalirkan lebih cepat pertumbuhan ekonomi tinggi di Lahore ke Karachi.

Untuk memotret ekonomi wilayah seperti itulah saya pilih jalan darat ke bagian-bagian lain Pakistan –yang jarak tempuhnya kurang dari lima jam. Saya tahu Anda sudah mengira kereta cepat di Pakistan ini buatan mana. Perkirakan Anda pun tidak salah: dari negara yang huruf depannya T.

Masih banyak negara yang terkena wabah kereta cepat Tiongkok. Termasuk Afrika Selatan. Dari Pretoria ke Johannesburg.

Yang immun dari wabah itu hanya satu: Amerika Serikat. Di sana kereta cepat seperti penyakit musiman. Kadang muncul di mana-mana kadang lenyap begitu saja. Seperti tergantung partai apa yang berkuasa berikutnya.

Yang paling serius Anda sudah tahu: kereta cepat jurusan San Francisco-Los Angeles. Proyeknya sudah dimulai. Sudah sejak 30 tahun lalu. Sampai sekarang pun belum mencapai sepertiganya.

Bagaimana kelanjutannya seperti menunggu bunyi tokek. Diteruskan. Tidak. Diteruskan. Tidak. Lebih banyak tidaknya. Rasanya, kalau pun tokeknya sudah mati belum juga akan jadi.

Tapi di Amerika terus muncul pula berita baru: akan membangun kereta cepat dari Houston ke Dallas. Dari Los Angeles ke Las Vegas. Sayang, banyak tokek juga di jalur-jalur itu.

Tiongkok sendiri Anda sudah tahu. Di saat negara lain mengejar dengan kereta berkecepatan 300 km/jam  Tiongkok mulai masuk ke proyek kereta yang lebih cepat lagi: 600 km/jam. Rupanya Tiongkok seperti judul film tahun 1990-an –Kejarlah daku terus berlari. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Salah seorang jurnalis asing mengabadikan gambar sebuah kerusakan akibat serangan udara AS yang menyasar sebuah perkampungan di wilayah Fardis, Barat kota Tehran, Iran.-Vahid Salemi-Association Press

Yossi Cohen

Friday, 17 April 2026
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT KPK, dengan total kekayaan tercatat Rp20,3 miliar.--Instagram gatutsunu

Tulung Agung

Thursday, 16 April 2026
--

Bertahan Menyerang

Wednesday, 15 April 2026

Cari Muka

Tuesday, 14 April 2026
Jubir Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menyatakan perundingan Islamabad gagal, tapi jalur diplomatik tetap terbuka -Tasnim News Agency-

Jalan Baru

Monday, 13 April 2026
Drum Mesiu

Drum Mesiu

Saturday, 11 April 2026
Next Post
Pelepasan peserta AIR Fun Run oleh Wagub Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie yang didaulat oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, Ahad (27/7/2025).

AIR Fun Run Banyak Peminat, Adhan: Tahun Depan Kita Buat Lagi

Discussion about this post

Rekomendasi

Imran Rahman

Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

Thursday, 16 April 2026
Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

Thursday, 16 April 2026
Tersangka dugaan penganiayaan ibu kadung diborgol polisi.

Miris, Anak Sayat Ibu Kandung Hingga Berdarah

Friday, 17 April 2026
4 Manfaat Air Lemon Campur Kunyit dan Madu, Cegah Timbulnya Penyakit Kronis Ini

4 Manfaat Air Lemon Campur Kunyit dan Madu, Cegah Timbulnya Penyakit Kronis Ini

Tuesday, 22 November 2022

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Profesi-Profesi Hebat

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Oknum Pegawai BSG Bobol Brankas, Kerugian Rp 13,1 Miliar, Termasuk Kuras Rekening Dormant

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.