logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Cari Muka

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 14 April 2026
in Disway
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

“Papa saya masih aktif mengajar,” ujar Ina Silas. Saya minta maaf kepada Ina: Prof Johan Silas, penerima Agha Khan Award dari Surabaya, telah saya kategorikan almarhum.

Yakni di Disway dua hari lalu saat saya menulis soal hotel di Islamabad yang dipakai perundingan damai antara Amerika-Iran itu (Disway 12 April 2026: Hotel Syiah).

Related Post

Jalan Baru

Drum Mesiu

WFH Sarengat

Kejiwaan Iran

“Papa juga masih jadi komisaris di PT Yekape,” ujar Ina, anak keempat Pror Johan Silas. Yekape adalah perusahaan real estate yang awalnya yayasan disway.id/listtag/614696/ykp”>YKP di Surabaya.

Zaman itu belum marak usaha real estate. disway.id/listtag/614696/ykp”>YKP fokus menyediakan rumah kredit untuk karyawan dan pegawai negeri.

Rumah pertama saya pun ada di YKP. Di Tenggilis Mejoyo. Saya membelinya secara mencicil. Status ekonomi saya masih wartawan honorer di majalah TEMPO. Yang besarnya penghasilan disesuaikan dengan banyaknya tulisan yang dimuat di TEMPO.

Maka saya pilih blok yang ukuran rumahnya paling kecil: 6 x 12 meter. Itu pun pilih yang paling murah karena tidak ada orang yang mau membeli rumah tusuk sate.

Rumah itu masih ada sekarang. Sudah lebih besar –kelak di tahun 1990-an rumah sebelah dijual. Lalu saya jadikan satu.

Tentu saya kenal baik dengan Prof Johan Silas. Ia sumber berita para wartawan Surabaya. Di samping itu Prof Johan Silas kelahiran Samarinda –sekampung dengan istri saya. Waktu saya di Samarinda Johan Silas sudah di Surabaya. Ia pindah ke Surabaya saat masih kecil: 12 tahun. Ikut Omanya.

Sang Oma yang membiayai Johan sekolah. Termasuk ketika di SMA St Louis. Lalu masuk ITB –jurusan arsitektur yang saat itu masih menjadi bagian dari fakultas teknik sipil.

Ayah Johan sendiri sebenarnya bermarga Liem. Sedang Omanya bermarga Sie. Kelak, di usia dewasanya Johan menggunakan marga Omanya. Jadilah Silas.

Bulan depan Prof Johan Silas genap 90 tahun. Sampai tahun lalu ia masih setir mobil sendiri, tapi tahun ini tidak lagi. “Dokter melarang papa setir mobil,” ujar Ina.

“Kalau waktunya mengajar papa dijemput mobil Universitas Darma Cendika,” tambah Ina. Itu adalah universitas Katolik di Surabaya Timur.

Sebenarnya saya ingin ke rumahnya. Tapi saya sedang di kota lain. Padahal perbaikan tulisan harus segera dilakukan. “Kalau lewat telepon mungkin sulit. Pendengaran papa sudah menurun,” ujar Ina.

Tentu saya masih ingat mengapa Prof Johan Silas mendapat Agha Khan Award: ia pencetus KIP –Kampung Improvement Program. Terkenal di Surabaya pada zamannya.

Sampai mendapat bantuan Bank Dunia. Selama lebih 10 tahun. Itu mirip dengan proyek M.H.Thamrin di zaman Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Dua rumah susun pertama di Surabaya adalah karyanya. Yakni rumah susun yang mengakomodasikan sistem kehidupan orang kampung. Koridor antar petak rumah dibuat lebar: 3 meter.

Itu mirip kehidupan di gang kampung asal di situ. Kalau malam penghuni rumah susun duduk-duduk cangkruan di koridor yang lebar itu. Rumah mereka hanya 3 x 6 meter tapi koridor depan rumah itu lapang.

Lalu di setiap lantainya disediakan kamar mandi dan toilet bersama.

Kini gaya rumah susun seperti itu tidak ada lagi. Tidak diteruskan. “Rumah susun sekarang menggunakan standar Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Dr Ir Nita yang sejak dulu tergabung di tim Kampung Kita yang didirikan Prof Johan Silas.

Saya sendiri heran: mengapa mengira Prof Johan Silas sudah almarhum. Berarti begitu lama kami tidak bertemu. Mungkin juga karena Kresnayana Yahya sudah meninggal. Keduanya tokoh ITS yang jadi media darling: yang satu di bidang urban planning, satunya bidang statistik.

Di ITS sendiri Prof Johan Silas dikenal sebagai salah satu pendiri jurusan arsitektur.

Menganggap Prof Johan sudah almarhum jelas itu bukan ”balas dendam”: sudah tiga kali saya dikabarkan meninggal. Dan saya tidak peduli.

Prof Johan Silas pun sama: masih segar bugar. Sejak dulu badannya langsing. Ceking. Tinggi. Berkaca mata. Dahinya lebar. Lima anaknya semua alumnus Eropa –empat di Prancis, satu alumnus Jerman. Kini dua anaknya tinggal di Prancis.

Ada saja jalan untuk kembali menjalin tali silaturahmi. Dalam hal saya dengan Prof Johan Silas jalannya lewat Islamabad. Lewat depan hotelnya Agha Khan.

Perundingan damai di hotel itu sendiri, menurut Wapres Amerika JD Vance tidak gagal total. Hanya gagal. Ada juga sisi berhasilnya. Keinginan Presiden Donald Trump, katanya, sudah tercapai: Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir lagi.

Keberhasilan versi Amerika itu sebaiknya kita akui: agar Trump senang. Lalu tidak main serang lagi.

Seharusnya Presiden Barack Obama yang mengalah: segera memuji Trump yang beranggapan sudah berhasil memenangkan perangnya dengan Iran. Agar Trump segera senang –dipuji oleh lawan utama politiknya.

Tentu kalau ukuran berhasil hanyalah “Iran sudah tidak akan mengembangkan senjata nuklir” itu sudah tercapai di zaman Presiden Obama. Iran sudah tanda tangan. Justru Trump yang membatalkan perjanjian itu.

Sayang Obama bukan orang Tionghoa yang punya prinsip ”berilah muka kepada orang yang senang cari muka”.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Jubir Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menyatakan perundingan Islamabad gagal, tapi jalur diplomatik tetap terbuka -Tasnim News Agency-

Jalan Baru

Monday, 13 April 2026
Drum Mesiu

Drum Mesiu

Saturday, 11 April 2026
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) tidak wajib diterapkan setiap hari Jumat, khususnya bagi karyawan swasta-Dok. Kemnaker -

WFH Sarengat

Friday, 10 April 2026
Kejiwaan Iran

Kejiwaan Iran

Friday, 10 April 2026
Utang Tuhan

Utang Tuhan

Wednesday, 8 April 2026
Zaman Batu

Zaman Batu

Wednesday, 8 April 2026
Next Post
BaBaQaran Nusantara Cara ASTON Gorontalo Hadirkan Sensasi Malam Minggu yang Berbeda

BaBaQaran Nusantara Cara ASTON Gorontalo Hadirkan Sensasi Malam Minggu yang Berbeda

Discussion about this post

Rekomendasi

RL terduga pelaku pelecehan seksual kepada sejumlah mahasiswi di halte kampus 4 UNG menyampaikan permohonan maaf melalui video setelah ditengani kepolisian. (foto: tangkapan layar)

Edan! di Halte Kampus UNG, Pria Ini Pamerkan ‘Anunya’ di Hadapan Mahasiswi

Thursday, 9 April 2026
Basri Amin

Profesi-Profesi Hebat

Monday, 13 April 2026
Ilustrasi--

Oknum Pegawai BSG Bobol Brankas, Kerugian Rp 13,1 Miliar, Termasuk Kuras Rekening Dormant

Tuesday, 14 April 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea ketika mengawasi proses pembongkaran beberapa bangunan di eks Terminal Andalas, Sabtu (11/4/2026). (Foto: Prokopim)

Pembangunan Kantor Wali Kota Baru, Adhan Targetkan Bulan Agustus Groundbreaking

Monday, 13 April 2026

Pos Populer

  • Anggota Propam Polres Pohuwato saat melakukan pemeriksaan terhadap seorang oknum anggota, terkait dengan postingan sejumlah uang melalui media sosial (Medsos).

    Oknum Polisi Pohuwato Pamer Duit Miliaran Sebut Hasil Transaksi Emas, Kini Ditangani Propam

    136 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Profesi-Profesi Hebat

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
  • Penambang Geruduk Rudis Gubernur, Minta Sikap Gubernur Terkait Larangan Jual Beli Emas

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Wagub Idah Sidak Lagi Dapur MBG, Sudah 25 SPPG di Gorontalo Ditutup

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Dua Mantan Sekda Kabgor Diperiksa, Kejari Seriusi Kasus Tunjangan Komunikasi DPRD 

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.