logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Melebihi Kecepatan

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Wednesday, 31 March 2021
in Disway
0
Melebihi Kecepatan
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

DRAMA Terusan Suez sudah selesai. Minggu sore lalu. Tapi masalah itu belum sudah. Terutama: mengapa.

“Kapal itu berjalan melebihi kecepatan,” tulis Bloomberg kemarin. “Menurut catatan komputer di kapal itu, kecepatan terakhirnya 13,5 mil/jam,” katanya. Itu setara dengan 25 Km/jam.

Related Post

Paket Roaming

Isi Dompet

Cuci Uang

Adu Cepat

Padahal, menurut ketentuan, kecepatan kapal di Terusan Suez maksimum 8 mil/jam. Atau sekitar 14 Km/jam. Bahkan di bagian tertentu yang lebih sempit hanya boleh 7 mil/jam.

Itulah fakta yang harus diselidiki. Karena itu satu dua awak kapal Ever Given mungkin harus ditahan di Suez. Untuk diperiksa.

Belum tentu kapten kapal bisa disalahkan. Kapten punya otoritas penuh. Salah satu kiat seorang kapten di keadaan kritis adalah mempercepat laju kapal. Misalnya di saat terjadi badai seperti di Suez bagian selatan pagi itu. Dengan berjalan lebih cepat, pengaruh terpaan angin berkurang. Apalagi Ever Given salah satu kapal terbesar di dunia. Yang muat kontainer yang ditumpuk-tumpuk tinggi. Tumpukan kontainer itu menjadi ibarat tembok solid yang tinggi dan lebar.

Dinaikkannya kecepatan itu bisa juga untuk mengejar waktu: agar cepat meninggalkan bagian kanal yang sempit. Di depan sana ada danau besar: Danau Pahit. ( البحيرةالمرةالكبرى).

Danau ini sebenarnya bukan danau. Di tahun 1850 kawasan ini masih berupa tanah dataran rendah. Kering. Berpasir. Tidak ada tetumbuhan. Tanah di situ asin. Mungkin saja sekian juta tahun lalu kawasan ini adalah laut.

Tahun 1860-an dibuatlah sungai buatan. Dari arah selatan. Juga dari arah utara. Ketika dataran rendah ini dilewati oleh sungai buatan, mengalirlah air laut dari arah selatan: dari Laut Merah. Mengalir juga air laut dari arah utara: dari Laut Tengah.

Air laut itu lantas menggenang di dataran rendah itu. Dalam sekali. Lalu membentuk danau besar. Yang karena tanahnya dulu asin maka disebut Danau Pahit.

Saya tidak habis pikir mengapa genangan besar ini disebut danau. Bukankah baru bisa disebut danau kalau airnya tawar? Misalnya danau Michigan di Chicago itu. Luasnya seperti laut. Tapi tetap disebut danau karena airnya tawar. Sebaliknya yang di Jordania itu. Biar pun hanya seperti danau tapi tetap disebut Laut Mati karena airnya asin.

Terserah saja.

Yang jelas kapal yang melintasi Terusan Suez akan merasa lebih aman ketika tiba di danau Pahit. Mungkin saja penambahan kecepatan Ever Given dimaksudkan agar cepat sampai di danau ini.

Apalagi kalau di depan Ever Given tidak ada kapal yang berdekatan. Maka menaikkan laju kapal tidak akan menabrak kapal di depannya.

Masih begitu banyak persoalan yang harus dijawab. Sedang kapal itu sendiri, harus terus berlayar ke Amsterdam. Yakni setelah berhenti sebentar di Danau Pahit untuk pemeriksaan fisik. Sejauh ini tidak ada indikasi negatif. Tidak ada bagian yang rusak. Apalagi pengapungan kembali Ever Given lebih banyak ditentukan oleh alam. Yakni oleh pasang laut purnama di hari ketiga, malam tanggal 16 Sya’ban. Berarti satu hari setelah nisfusya’ban–pertanda 15 hari lagi bulan puasa.

Pasang laut tanggal 14 Sya’ban memang sudah tinggi. Tapi belum membuat kapal itu mengapung kembali. Puncak pasang laut terjadi tanggal 15 Sya’ban. Belum pula sudah. Maka di pasang laut 16 Sya’ban kapal itu mulai bergerak. Artinya: tarikan kapal-kapal penarik mulai bisa ”menggoyang” kapal raksasa itu.

Ada yang belum lega. Persatuan awak kapal India merasa masih harus terus mengawal kejadian itu. Mereka tidak mau awak kapal Ever Given dijadikan kambing hitam. Semua awak kapal Ever Given memang berkebangsaan India.

Meski kapal itu begitu besar, awak kapalnya ”hanya” 25 orang. Memang peraturan internasional memungkinkan efisiensi tenaga seperti itu. Pemilik kapal di Indonesia tidak mungkin bisa sehemat itu. Kapal-kapal di Indonesia diharuskan menampung siswa sekolah pelayaran untuk tempat magang.

Organisasi pelaut India mempersoalkan ini: otoritas Terusan Suez juga ikut bertanggungjawab. Setiap kapal besar yang memasuki Terusan Suez harus dibantu pilot dari Mesir. Pilot itu naik ke anjungan kapal untuk berdampingan dengan kapten. Sang pilot naik ke anjungan bersamaan dengan selesainya pengurusan dokumen di mulut terusan.

Pilot itulah yang paling tahu kondisi Terusan Suez. Mulai dari alur airnya sampai peraturan yang harus diikuti.

Menurut perhitungan saya, pilot itu naik ke anjungan sekitar pukul 4 pagi. Udara dingin –terbawa oleh musim dingin di belahan utara. Dua jam kemudian kapal memasuki bagian paling sempit di kanal sepanjang hampir 200 Km itu. Terjadilah badai. Tiba-tiba. Badai itu menerbangkan pasir. Sebelah kanan kanal ini Gurun Sinai yang berpasir. Sebelah kirinya dusun-dusun kecil. Itulah gambaran bagian selatan kanal ini.

Saat itulah kecepatan kapal ditambah. Tapi pandangan ke depan tertutup badai pasir.

Maka terjadilah drama enam hari itu. Kapal yang panjangnya 400 meter itu melintang diagonal di kanal selebar 200 meter. Tidak ada lagi kapal lain yang bisa lewat. Bagian depan kapal itu menghunjam pinggiran timur kanal. Bagian belakangnya menempel di pinggir barat: di pinggir sebuah desa miskin yang berpenduduk 5.000 jiwa. Kapal itu pun seperti terdampar di halaman rumah penduduk desa itu. Dan kalau malam memancarkan cahaya gemerlapan yang indahnya tak terpermanai–bagi penduduk desa.

Mulai Senin lalu desa itu kembali sepi. Kalau malam kembali gelap. Mereka tetap bisa melihat lalu-lalang kapal di Terusan Suez tapi di kejauhan sana.(*)

 

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayEver givengorontalogorontalo postMelebihi KecepatanTerusan Suez

Related Posts

Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Isi Dompet

Isi Dompet

Sunday, 19 July 2026
Cuci Uang

Cuci Uang

Sunday, 19 July 2026
Adu Cepat

Adu Cepat

Thursday, 16 July 2026
Febrie Loblobly

Febrie Loblobly

Wednesday, 15 July 2026
Orang Kuat

Orang Kuat

Tuesday, 14 July 2026
Next Post
Wagub : Gunakan QRIS, Mudah, Cepat, Aman, Transparan

Wagub : Gunakan QRIS, Mudah, Cepat, Aman, Transparan

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 21 Juli 2026

Rekomendasi

Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

Tuesday, 21 July 2026
Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Yosonegoro

Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Yosonegoro

Tuesday, 21 July 2026
Mantan Kades di Pohuwato Resmi Ditahan, Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Staf Desa

Mantan Kades di Pohuwato Resmi Ditahan, Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Staf Desa

Tuesday, 21 July 2026
Skandal Command Center, Kejati Jebloskan Tiga Tersangka ke Lapas

Skandal Command Center, Kejati Jebloskan Tiga Tersangka ke Lapas

Tuesday, 21 July 2026

Pos Populer

  • APH di Gorontalo Solid, Kapolda, Kapolres Silaturahim ke Markas TNI-Kejaksaan

    APH di Gorontalo Solid, Kapolda, Kapolres Silaturahim ke Markas TNI-Kejaksaan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Hadiri Bahagia QRIS Fest 2026 di Limboto

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Spanyol, Bola, dan Islam

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Pengumuman Libur Khusus Final Pildun di Gorontalo Hoaks

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.