gorontalopost.co.id— Dentuman keras yang disusul kilatan cahaya dan getaran membuat gegar warga Gorontalo pada Sabtu (12/9/2026) dini hari. Suara misterius yang terdengar sekitar pukul 00.15 hingga 00.20 WITA itu dibarengi dengan kilat yang seketika membuat terang seluruh kota.
Beberpa warga bahkan langsung mengecek dentuman apa yang terjadi. “Panik dengan dentuman keras, saya bahkan langsung terbangkan drone, cek sumber suara itu dari mana. Tapi Alhamdulillah, Kota Gorontalo, aman,”kata Ilyas Katili, warga Kota Gorontalo lewat akun media sosialnya.
Kata dia, tidak hanya dentuman dan cahaya kilat, tapi ia turut merasakan getaran. Ilyas lantas mengunggah update suasana Kota Gorontalo dari udara. Sebagian warga juga langsung mengecek rekaman CCTV rumah mereka yang mengarah ke luar, didapati terdengar dentuman, dan cahaya kilat yang sangat terang. “Bukan petasan ini, bisa jadi meteor,”kata warga.
Sementara itu, fenomena misterius ini mendapat perhatian BMKG. Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Andri Wijaya Bidang, dikutip RRI, mengatakan laporan warga mengenai dentuman dan getaran tersebut sesuai dengan adanya sinyal yang terekam peralatan seismograf.
Getaran yang dirasakan warga diperkirakan berada pada kisaran II-III MMI. Intensitasnya memang tergolong rendah, tetapi cukup untuk dirasakan oleh warga yang masih beraktivitas.
Efeknya bukan hanya berupa getaran. Sejumlah warga juga merasakan atau mendengar suara yang kemudian dikaitkan dengan dentuman, termasuk getaran pada benda-benda di sekitar seperti kaca.
Namun, rekaman seismograf justru menyisakan pertanyaan baru.
Andri mengatakan sinyal yang terekam tidak menunjukkan karakteristik gempa yang bersumber dari aktivitas tektonik maupun vulkanik.
“Getaran ini memang merupakan salah satu gempa bumi, tetapi sumber gempa bumi ini bukan berasal dari tektonik maupun vulkanik,” kata Andri.
Lantas, apa yang memicu dentuman tersebut?
BMKG masih membuka dua kemungkinan. Fenomena itu bisa berkaitan dengan meteor atau benda langit, atau justru dipicu oleh aktivitas manusia.
Belum adanya kepastian tersebut berkaitan dengan karakter sinyal yang terekam. Menurut Andri, jarak antara gelombang P dan S pada rekaman sangat berdekatan sehingga lokasi sumber getaran sulit ditentukan.
“Karena sinyalnya itu kita lihat terlalu dekat ya, antara gelombang P dan S. Jadi ini masih perlu dikaji karena kita harus melihat lokasinya,” ujarnya.
Dengan demikian, dentuman misterius yang disertai kilatan cahaya dan getaran di Gorontalo masih menyisakan tanda tanya. BMKG memastikan getarannya terekam, tetapi apa yang sebenarnya memicu dentuman tersebut masih dalam penyelidikan. (gp)













Discussion about this post