logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Secukupnya Selamanya

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 10 September 2026
in Disway
0
Secukupnya Selamanya

Ketua Umum PBNU Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) berpamitan kepada pengurus wilayah NU Jawa Timur, Selasa, 8 September 2026.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

Jadi presiden itu secukupnya. Jadi warga negara itu selamanya.

Kalimat itu saya comot dari Muktamar Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang, bulan lalu: jadi pengurus itu secukupnya, jadi Nahdliyin itu selamanya.

Dengan kredo itu NU berhasil meredam kekecewaan akar rumput yang merasa jago mereka tidak terpilih jadi rais aam maupun ketua umum. Tapi itu juga menyadarkan bahwa jadi warga NU lebih penting dibanding jadi pengurus –pengurus pusat sekali pun.

Related Post

Penyadapan Beneficial

Kerikil Subhan

Ya Tidak

Jumat Keramat

Kekecewaan akar rumput itu tecermin dari berbagai ceramah dan meme yang diunggah di medsos. Ada ceramah di kampung yang mendapat dukungan tepuk tangan meriah: “Dari muktamar ini kita tahu yang di atas atas sana bagi-bagi uang, sedang kita, warga NU yang di bawah, urunan kumpul uang untuk NU”.

Bagi saya apakah Muktamar ke-35 kemarin itu berhasil atau tidak baru bisa diketahui tiga-lima bulan ke depan: apakah Pengurus Besar NU yang baru bisa menangani masalah besar NU yang begitu banyak. Bahkan apakah PBNU tahu masalah besar apa saja yang dihadapi.

Dari diskusi dengan banyak anak muda NU terlihat setidaknya ada empat agenda besar ke depan. Empat-empatnya andalan NU: Islam Nusantara, gerakan madaniah, perekonomian akar rumput, dan kualitas pendidikan.

Sudah empat tahun soal Islam Nusantara seperti jarang jadi topik bahasan. Indonesia memerlukan NU justru karena NU mengembangkan Islam yang membumi di Nusantara. Bukan Islam yang identik dengan ”Arabisasi”.

Apalagi soal gerakan madaniah. Praktis sejak tidak ada lagi Gus Dur, NU seperti kehilangan tokoh yang terus menyuarakan nilai-nilai demokrasi, keadilan, penegakan hukum, dan pembelaan terhadap lapisan yang tertindas.

NU terlihat seperti dibawa ke pusat kekuasaan. Memang masih ada tokoh seperti AS Hikam dan Mahfud MD, tapi keduanya seperti tidak masuk arus utama di NU. Mungkin karena kedua tokoh tersebut lebih berwajah intelektual tanpa embel-embel Gus atau Kiai.

Pun di bidang ekonomi akar rumput. Pemikiran mendasarnya belum muncul. Yang ada baru sebatas terbentuknya asosiasi pengusaha Nahdliyin. Pernah ada bank perkreditan rakyat milik NU. Tapi akhirnya tidak berkembang –sejak Edward Soeryadjaya mengambil alih kembali kepemimpinan di situ.

Lalu muncul gagasan besar Gus Yahya, ketua umum PBNU periode lalu, lewat penguasaan tambang batu bara. Dari sini direncanakan lapisan bawah NU bisa mengakhiri kebiasaan mengajukan proposal minta dana. NU akan punya uang sangat besar dari tambang batu bara.

Kita belum tahu apakah rencana perbaikan ekonomi Nahdliyin lewat tambang batu bara itu akan diteruskan. Rasanya ketua umum PBNU yang baru, Gus Kikin, akan banyak ditanya soal ini.

Bisa jadi soal tambang batu bara akan lebih banyak menyita kesibukan pengurus baru. Kalau usaha batu bara itu berhasil, tidak mustahil NU akan menjadi organisasi keagamaan yang punya sumber dana besar secara terus-menerus.

Tentu tidak boleh terjadi: perhatian besar ke batu bara mengabaikan program besar lainnya. Salah satu caranya adalah: bagi-bagi tugas dan tanggung jawab. Misalnya, serahkan soal pengembangan Islam Nusantara ke ”ahlinya”: KH Said Aqil Siroj. Berikan wewenang dan otoritas penuh pada beliau untuk menjadi penanggung jawab bidang itu.

Demikian juga soal gerakan demokrasi, keadilan dan tegaknya hukum: serahkan ke Gus Rozin dari Pati. Berikan keleluasaan kepada Gus Rozin untuk menjadi pembawa bendera NU di bidang itu. NU, lewat Gus Dur, boleh dibilang pelopor di gerakan demokrasi, persamaan hak, penegakan keadilan, dan pembela masyarakat tertindas. NU diharapkan harus tetap menjadi pembawa bendera di bidang ini. Ketua umum bisa menyerahkan bendera ini ke Gus Rozin yang di muktamar kemarin juga muncul sebagai salah satu calon ketua umum.

Tentu jangan lupa: NU memiliki teknokrat hebat di bidang pendidikan. Yakni Prof Dr Mohammad Nuh. Beliau pernah menjadi menteri pendidikan yang sukses. Beliaulah yang memimpin Muktamar di Lampung dan di Tambakberas.

Pak Nuh mampu mengatur pendidikan Indonesia –harusnya mampu memajukan pendidikan di lingkungan NU. Apalagi Pak Nuh termasuk teknokrat yang percaya bahwa cara pengentasan kemiskinan terbaik adalah lewat pendidikan.

Tentu bukan sembarang pendidikan. Yakni pendidikan yang bisa membawa kemajuan. NU menghadapi persoalan besar di bidang pendidikan: jumlah santri terus-menerus mengalami penurunan. Lembaga-lembaga pendidikan NU tidak bisa tenang-tenang terus.

Menjadi pengurus itu memang secukupnya. Tapi waktu mereka tidak akan cukup untuk mengurus begitu banyak agenda.

Menjadi presiden juga secukupnya: lalu bagaimana bisa cukup waktu, pikiran dan tenaga untuk mengurus semuanya.

Lebih enak jadi warga negara selamanya.(dis)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayharian diswaySecukupnya Selamanya

Related Posts

Penyadapan Beneficial

Penyadapan Beneficial

Friday, 6 November 2026
Kerikil Subhan

Kerikil Subhan

Friday, 6 November 2026
Ya Tidak

Ya Tidak

Thursday, 22 October 2026
Jumat Keramat

Jumat Keramat

Monday, 19 October 2026
Iris Istri

Iris Istri

Saturday, 17 October 2026
PLN Transisi

PLN Transisi

Saturday, 17 October 2026
Next Post
Dr. Funco Tanipu., ST., M.A

Melampaui Polemik Rumah Jawatan Kantor Pos

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

Thursday, 5 November 2026
Rampas Paksa Mobil Warga, Tiga Debt Colecktor Jadi Tersangka

Rampas Paksa Mobil Warga, Tiga Debt Colecktor Jadi Tersangka

Thursday, 5 November 2026
Oknum Pengusaha Diduga Jadi Mafia Tanah, Dilapor ke Polda Atas Dugaan Penggelapan Tanah Warga

Oknum Pengusaha Diduga Jadi Mafia Tanah, Dilapor ke Polda Atas Dugaan Penggelapan Tanah Warga

Friday, 30 October 2026
Basri Amin

Kalender “Literasi” Gorontalo 

Monday, 2 November 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Kalender “Literasi” Gorontalo 

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Enam Bulan Buron, Oknum Notaris Ditangkap di Jakarta

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Mantan Aleg Deprov Diamankan Polda, Terkait Dugaan Pemalsuan Surat di Pertambangan Pohuwato

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.