gorontalopost.co.id – Penyanyi Yura Yunita bakal menjadi magnet utama malam puncak Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) dan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026. Penyanyi sekaligus pencipta lagu asal Bandung itu dijadwalkan tampil menghibur masyarakat Gorontalo pada malam puncak festival yang menggabungkan pertunjukan seni, fesyen, dan promosi produk UMKM tersebut.
Untuk menyaksikan penampilan Yura, tiket disiapkan dalam tiga kategori dengan harga mulai Rp250 ribu hingga Rp450 ribu. Namun, tiket tersebut tidak sekadar menjadi karcis masuk pertunjukan. Seluruh nilai tiket dapat ditukarkan untuk berbelanja produk UMKM yang berpartisipasi dalam HARFEST 2026. Harga tiket juga sudah termasuk wakaf produktif senilai Rp 25 ribu. Penampilan penyanyi yang populer dengan lagu Dunia Tipu-tipu itu, akan berlangsung pada Ahad (13/9) malam, atau tepat pada malam puncak Harfest 2026 di Grand Palace Convention Center (GPCC) Kota Gorontalo.
Kepala Deputi Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Ciptoning Suryo Condro, Rabu (9/9) di Kota Gorontalo, mengatakan, skema tiket untuk bisa menyaksikan penampilan Yura Yunita tersebut sengaja dirancang agar uang yang dikeluarkan penonton untuk menikmati penampilan Yura sekaligus berputar di kalangan pelaku usaha lokal. Ciptoning memastikan, pihak penyelenggara dalam hal ini Bank Indonesia, tidak mengambil satu rupiah pun keuntungan dari penjualan tiket. “Bank Indonesia dan pemerintah daerah tidak akan mengambil sepeser pun dari hasil penjualan tiket. Cukup membeli produk UMKM senilai harga tiket tersebut, semuanya kembali ke UMKM,” kata Ciptoning.
Dengan konsep itu, penonton tidak hanya datang untuk menyaksikan Yura Yunita, tetapi juga membawa pulang produk UMKM Gorontalo dengan nilai yang setara dengan tiket yang dibayarkan. HARFEST 2026 pun mencoba mengubah pola pertunjukan musik menjadi ruang transaksi ekonomi. Popularitas Yura digunakan sebagai daya tarik untuk mendatangkan penonton, sementara belanja tiket diarahkan kembali ke pelaku UMKM lokal. Konsep tersebut menjadi salah satu strategi festival untuk mempertemukan hiburan dengan promosi dan penguatan ekonomi kreatif daerah.
Dengan begitu, lanjut Ciptoning, masyarakat yang hadir bukan hanya dari Gorontalo saja. Ia mendapati laporan jika banyak penggemar Yura dari luar daerah, seperti Sulsel, Sulut, dan Sulteng telah memastikan diri hadir ke Gorontalo. “Dengan mereka datang ke Gorontalo, maka ada efek perputaran ekonomi. Karena pasti mereka menyewa penginapan disini, makan, naik bentor, belanja, dan datangi tempat-tempat wisata,”tandas Ciptoning, didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Bambang Setya Permana, Analis Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah (FPPUKIS) BI Gorontalo, Tisna Faisal Ayatullah, serta Kepala Seksi Kehumasan Hatfan Hizriyan Syaidan. (tro)














Discussion about this post