logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Bertahan dengan Bitule, Saat Kemarau Mengikis Cadangan Pangan

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 12 September 2026
in Headline
0
Bertahan dengan Bitule, Saat Kemarau Mengikis Cadangan Pangan

Gubernur Gusnar Ismail saat mengunjungi rumah warga Agus Meluko (60) dan istrinya Aisa Malipi (52), di Desa Huntu, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Jumat (11/9/2026). (Foto : dok-diskominfo/Isam)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Pisau itu bergerak perlahan di tangan Agus Meluko. Satu per satu ubi berwarna pucat diiris tipis, sementara istrinya, Aisa Malipi, berada tak jauh dari tempatnya bekerja. Bukan jagung. Bukan singkong. Bukan pula bahan makanan yang lazim tersaji di meja makan.

Yang sedang mereka siapkan adalah bitule, ubi hutan yang selama beberapa pekan terakhir menjadi makanan utama pasangan itu. Usia mereka tak lagi muda. Agus 60 tahun, Aisa 52 tahun. Namun, kemarau panjang memaksa keduanya kembali mengandalkan apa yang tersedia di sekitar rumah dan perbukitan Desa Huntu, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo.

Bitule bukan umbi yang bisa sembarangan dimakan. Umbi yang dikenal secara ilmiah sebagai Dioscorea hispida itu mengandung asam sianida (HCN).Salah pengolahan, bisa berakibat keracunan. Agar aman dikonsumsi, bitule harus melalui proses pengolahan tertentu, mulai dari pencucian dan pengeringan hingga pemasakan.

Bagi Agus dan Aisa, urusan tersebut bukan lagi sekadar pengetahuan tentang pangan hutan. Itu soal bertahan hidup.

Related Post

Yura Yunita, ‘Jalan Pulang’ Bikin Tangis Pecah

HARFEST x GKK 2026, Catat Transaksi Rp5,6 Miliar

Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

300 Siswa Ikuti Mokarawo Kolosal di HARFEST 2026

Kebun jagung dan rica (cabai,red) milik keluarga mereka gagal tanam. Penghasilan pun ikut terhenti. Ketika persediaan pangan semakin menipis, bitule menjadi pilihan yang tersisa.

Cerita tentang pasangan ini akhirnya sampai ke telinga Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. Pada Jumat, 11 September 2026, Gusnar datang ke Desa Huntu. Semula, rombongan diarahkan ke kantor desa. Sejumlah pejabat dan perangkat desa telah bersiap menyambut kedatangan gubernur. Namun, Gusnar memilih tidak berlama-lama di sana.

Ia meminta diantar langsung ke lokasi tempat Agus dan Aisa tinggal, sekitar dua kilometer dari kantor desa menuju kawasan perbukitan.

Di sanalah ia menemukan sendiri pasangan tersebut sedang mengolah bitule. Pemandangan itu membuat persoalan kemarau terasa lebih nyata. Bukan lagi sekadar laporan tentang kekeringan atau angka warga yang mengalami kesulitan pangan, melainkan dua orang yang sedang menyiapkan umbi hutan untuk menjadi makanan.

“Ti Pak Gubernur datang karena sudah tahu ada warga yang sudah makan bitule, makanya harus dikasih beras,” kata Gusnar menggunakan bahasa Gorontalo.

Bantuan kemudian diserahkan kepada keluarga tersebut.

Dari pemerintah pusat melalui Bulog, bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa 30 kilogram beras diberikan kepada setiap keluarga. Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura juga membawa beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, telur 10 butir serta benih jagung.

Bagi keluarga Agus dan Aisa, bantuan itu bukan sekadar paket pangan.

Putri mereka, Astin Meluko, mengaku lega karena kondisi orang tuanya memang sedang sulit.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada gubernur telah memberikan bantuan kepada kami. Kami senang sekali,” ujar Astin.

Kisah Agus dan Aisa menjadi potret kecil dari dampak kemarau yang lebih luas.

Pada hari yang sama, Gusnar bergerak ke Desa Bongohulawa, Kecamatan Bongomeme. Di wilayah itu, sebanyak 661 jiwa yang tersebar di empat dusun dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Dua lokasi berbeda, dua kebutuhan yang sama mendesaknya: pangan dan air.

Di Huntu, kemarau membuat sepasang warga bertahan dengan ubi hutan yang selama ini mungkin hanya dianggap sebagai pangan alternatif.

Bagi Agus dan Aisa, bitule hari itu bukan sekadar ubi.

Ia adalah tanda bahwa ketika musim kering berlangsung terlalu lama, batas antara pangan pilihan dan pangan untuk bertahan hidup bisa menjadi sangat tipis. (tro)

Tags: BituleBulogDesa BuhuEl Ninogusnar ismailkemaraupangan

Related Posts

Yura Yunita, ‘Jalan Pulang’ Bikin Tangis Pecah

Yura Yunita, ‘Jalan Pulang’ Bikin Tangis Pecah

Monday, 14 September 2026
HARFEST x GKK 2026, Catat Transaksi Rp5,6 Miliar

HARFEST x GKK 2026, Catat Transaksi Rp5,6 Miliar

Monday, 14 September 2026
Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

Sunday, 13 September 2026
300 Siswa Ikuti Mokarawo Kolosal di HARFEST 2026

300 Siswa Ikuti Mokarawo Kolosal di HARFEST 2026

Saturday, 12 September 2026
Dentuman Misterius Gegerkan Gorontalo, Dibarengi Kilatan Cahaya, Warga Rasakan Getaran

Dentuman Misterius Gegerkan Gorontalo, Dibarengi Kilatan Cahaya, Warga Rasakan Getaran

Saturday, 12 September 2026
‘Geruduk’ Kantor Bahlil, Gubernur Gusnar Bawa Pulang Kabar Baik Soal Tambang

‘Geruduk’ Kantor Bahlil, Gubernur Gusnar Bawa Pulang Kabar Baik Soal Tambang

Friday, 11 September 2026
Next Post
Kader Posyandu Tabumela Dilatih Ukur Pertumbuhan Balita

Kader Posyandu Tabumela Dilatih Ukur Pertumbuhan Balita

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

Sunday, 13 September 2026
300 Siswa Ikuti Mokarawo Kolosal di HARFEST 2026

300 Siswa Ikuti Mokarawo Kolosal di HARFEST 2026

Saturday, 12 September 2026
Penyelundupan Miras Lewat Pelabuhan Berhasil Digagalkan

Penyelundupan Miras Lewat Pelabuhan Berhasil Digagalkan

Monday, 14 September 2026
Dokter Diduga Korban Penganiayaan, IDI Kecam Keras, Pelaku Dibekuk Polisi

Dokter Diduga Korban Penganiayaan, IDI Kecam Keras, Pelaku Dibekuk Polisi

Monday, 14 September 2026

Pos Populer

  • Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

    Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 300 Siswa Ikuti Mokarawo Kolosal di HARFEST 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Dentuman Misterius Gegerkan Gorontalo, Dibarengi Kilatan Cahaya, Warga Rasakan Getaran

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Bertahan dengan Bitule, Saat Kemarau Mengikis Cadangan Pangan

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.