logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Target Selawat

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 12 September 2026
in Disway
0
Target Selawat

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menggelar selawat yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dalam rangka menyambut sekaligus mensyukuri HUT ke-81 RI di Halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu malam, 8 Agustus 2026.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

Saya tersenyum kecil ketika membaca berita mirip meningkatnya produksi pangan ini: “Peserta Gema Selawat Nabi Mencapai 115 Persen dari Target“.

Rupanya membaca selawat pun ada targetnya.

Di peringatan Maulid Nabi Muhammad sekarang ini targetnya 1,8 juta orang. Ternyata tercapai 2,04 juta orang.

Related Post

Resto Kuburan

Secukupnya Selamanya

Serius Nonsense

Desil Kuantil

Rupanya Kementerian Agama kini punya program menggalakkan selawat. Nama pogramnya: Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan.

Gerakan tersebut diluncurkan Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar 26 Agustus lalu. Temanya: Berselawat untuk Negeri, Meneladani Sirah Nabi.


—

Selawat diharapkan sebagai upaya rohaniah untuk ikut mengatasi berbagai musibah di samping usaha ilmiah dan fisik.

Jenis selawat yang diandalkan Menag adalah Dalā’il al-Khayrāt. Dimulainya 31 Agustus 2026. Berakhir tanggal 7 September 2026 –di satu peringatan Maulud Nabi Muhammad.

Selawat adalah doa, pujian dan penghormatan untuk Nabi Muhammad. Selawat biasa dilantunkan di bulan Maulud, bulan kelahiran Nabi: tanggal 12 Maulud –bertepatan dengan tanggal 25 Agustus 2026. Anda pasti ingat tanggal tersebut: tanggal merah –hari libur.

Di desa-desa pada tanggal tersebut sangat ramai dengan berbagai acara. Saya tidak akan lupa: waktu kecil ada makan-makan bersama di masjid –kenduri. Tiap rumah membawa sejenis tumpeng ke masjid. Terkumpul sekitar 20 ambeng –seperti tumpeng tapi nasinya tidak dibentuk seperti kerucut. Lalu dimakan bersama.

Sebelum makan, ada pembacaan selawat –dipimpin oleh imam masjid. Pada bagian akhir selawat semua berdiri: melantunkan ‘asrakal’ dengan semangat. Bagi anak-anak semangat itu muncul karena setelah ”asrakal’‘ berarti saat makan segera tiba.

Di masjid kami jenis selawat yang dibaca adalah Barzanji. Buku Barzanji ditulis oleh Ja’far al-Barzanji, ulama Kurdistan yang pernah menjadi mufti di Madinah. Barzanjimeninggal dunia tahun 1764.

Kami, waktu itu, tidak mengenal selawat jenis Dala’il. Saya baru tahu Dala’il setelah masuk pesantren. Ternyata selawat Dala’il juga sangat populer. Bahkan dipercaya lebih membawa ‘khasiat’: berkah dari Nabi.

Untuk membaca Dala’il pun ada ‘protokol’-nya. Satu buku Dala’il terbagi menjadi tujuh bagian –untuk dibaca selama tujuh hari, satu bagian satu hari. Tebalnya Dala’il sekitar 120 halaman, tergantung besar kecilnya huruf yang dipakai.

Berarti pada hari ketujuh tamatlah itu pembacaan Dala’il. Setelah itu Anda bisa mendapat ijazah. Siapa yang memberi ijazah? Banyak kiai yang dipercaya untuk memberi ijazah Dala’il. Salah satu yang paling ”laris’ adalah KH Badhawi Basir dari Kudus. Nama pesantrennya: Darul Falah.

“Kapan bermalam di sini lagi?” tanya Kiai Basir saat saya telepon kemarin.

Saya memang pernah bermalam di pesantren Darul Falah ketika menjabat sesuatu dulu. Waktu itu pun Kiai Basir sudah ‘berpraktik’ memberi ijazah Dala’il. Sudah ribuan.

Praktik memberi ijazah Dala’il itu sudah dilakukan di Darul Falah sejak kakeknya dulu: juga seorang kiai. Dilanjutkan oleh bapaknya: juga kiai. Lalu ‘diwariskan’ ke kiai Basir.

Seorang kiai tidak dipercaya bisa memberikan ijazah kalau tidak pernah ”dibai’at” sebagai pemberi ijazah oleh kiai pemberi ijazah sebelumnya.

Ijazah ‘Dala’il’ bertingkat-tingkat. Ada yang sekadar setelah pembacaan selawat Dala’il selama tujuh hari. Ada yang sebelum itu harus puasa dulu sekian hari. Ada yang puasanya sampai 40 hari. Bahkan ada ijazah Dala’il yang baru diberikan kalau Anda sudah berpuasa selama tiga tahun.

Dulu Gus Basir menjalani semua protokol yang terberat itu. Lalu jadilah ia kiai. Kemudian diberi wewenang untuk memberi ijazah.

Kata ”ijazah’ sudah dikenal berabad-abad lalu di dunia sufi Islam. Lalu diadopsi oleh sistem pendidikan modern dengan nama ijazah –sebagai tanda telah tamat sekolah.

Salah satu yang mendapat ijazah Dala’il dari Kiai Basir adalah Imam Jazuli. Bukan sembarang ijazah. Imam Jazuli dapat jazah setelah menamatkan bacaan Dala’il yang didahului tirakat dan puasa selama tiga tahun. Sekarang Imam Jazuli menjadi kiai terkenal di Cirebon. Pesantrennya, BIMA, sangat terkenal. Alumni pesantren BIMA 100 persen diterima kuliah di luar negeri: Mesir, Maroko, Jerman dan kini Tiongkok. Di forum debat santri dalam bahasa Mandarin yang dilaksanakan Disway Ahad lalu BIMA mengirim 30 santri.

Belakangan Kiai Imam Jazuli juga sudah dipercaya memberikan ijazah Dala’il bagi siapa saja. Yakni yang sudah menjalankan protokol Dala’il. Sistemnya sudah sangat modern. Anda bisa mendaftar lewat aplikasi.

Terakhir pemberian ijazah Dala’il dilakukan Imam Jazuli dalam satu acara besar di hotel bintang empat di Cirebon: ribuan orang.

Sejak kecil Kiai Jazuli memang diinginkan jadi kiai. Ayahnya selalu menekankan untuk sering-sering membaca Dala’il lengkap dengan seluruh protokol terberatnya: termasuk puasa selama tiga tahun. Ia pernah tergoda mendalami ilmu kesaktian di Banten tapi ayahnya melarang diteruskan. “Saya khawatir kamu nanti jadi dukun,” kata sang ayah. “Kamu sendiri saya beri nama belakang Jazuli supaya bisa seperti penulis kitab Dala’il,” ujar sang ayah. Anda sudah tahu siapa penulis Dala’il: Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli –ulama Maroko dari suku Jazulah abad ke 15.

Ada lagi pembawa selawat yang sangat terkenal. Dari Solo. Anda pasti sudah tahu namanya: Habib Syech. Inilah selawat jenis pop. Dilagukan. Pakai alat musik tepuk. Larisnya bukan main.

Kalau Anda ingin mendatangkan Habib Syech bisa-bisa harus antre dua tahun. Saya termasuk yang sering hadir di pelantunan selawat Habib Syech. Biasanya saya diminta duduk di panggung, di sebelahnya.

Begitu banyak pengagum Habib Syech sampai mereka membentuk organisasi dengan nama Syecher Mania. Saya pernah diangkat secara informal sebagai ketua nasional Syecher Mania.

Selawatnya Habib Syech bukan Dala’il. “Buku selawat yang saya rutinkan baca adalah maulid Simtud Duror dan Burdah,” ujar Habib Syech kemarin.

Selawat Simtud Duror (untaian mutiara) lebih banyak menceritakan sejarah Nabi Muhammad. Penulisnya Habib Ali Muhamad al-Habsyi. Al-Habsyi adalah ulama Hadramaut (Yaman) yang wafat tahun 1915 di kota yang saya kunjungi tahun lalu: Syai’un.

Jadi, mana jenis selawat yang paling banyak dibaca orang di bulan Maulid seperti sekarang ini? Barzanji? Dala’il? Simtud Duror? Burdah?

Anda yang bisa jawab. (DIS)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayharian diswayTarget Selawat

Related Posts

Resto Kuburan

Resto Kuburan

Friday, 11 September 2026
Secukupnya Selamanya

Secukupnya Selamanya

Thursday, 10 September 2026
Serius Nonsense

Serius Nonsense

Wednesday, 9 September 2026
Desil Kuantil

Desil Kuantil

Monday, 7 September 2026
Karya Perkara

Karya Perkara

Saturday, 5 September 2026
Lima Miliar

Lima Miliar

Friday, 4 September 2026
Next Post
Bertahan dengan Bitule, Saat Kemarau Mengikis Cadangan Pangan

Bertahan dengan Bitule, Saat Kemarau Mengikis Cadangan Pangan

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Kader Posyandu Tabumela Dilatih Ukur Pertumbuhan Balita

Kader Posyandu Tabumela Dilatih Ukur Pertumbuhan Balita

Saturday, 12 September 2026
Bertahan dengan Bitule, Saat Kemarau Mengikis Cadangan Pangan

Bertahan dengan Bitule, Saat Kemarau Mengikis Cadangan Pangan

Saturday, 12 September 2026
Target Selawat

Target Selawat

Saturday, 12 September 2026
Diburu Lewat IMEI, Pencuri iPhone Dibekuk

Diburu Lewat IMEI, Pencuri iPhone Dibekuk

Friday, 11 September 2026

Pos Populer

  • Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Meriahkan Harfest 2026, Yura Yunita Akan Tampil di Gorontalo

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • 86 SPBU di Sulawesi Kena Sanksi Pertamina

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kader Posyandu Tabumela Dilatih Ukur Pertumbuhan Balita

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Pertamina Blokir 4.767 QR Code BBM Subsidi

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.