logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Meningkatkan Motivasi Siswa dalam Pembelajaran Virtual di Era Pandemi

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Thursday, 18 February 2021
in Persepsi
0
Guru, Insan Cendekia  dan Panggilan Pengabdian

Fory A Naway

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Sehat yang Sesat

Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam? Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Transformasi Manajemen Sekolah di Era Kecerdasan Buatan

Bagian Pertama

Oleh :
Fory Armin Naway
Dosen FIP UNG dan Ketua PGRI Kab. Gorontalo

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, masih saja mengancam dan entah sampai kapan akan berakhir. Belum ada pakar di dunia manapun yang dapat memastikan, kapan pandemi covid-19  akan hengkang dan lenyap di muka bumi ini. Yang jelas, seluruh dunia dan seluruh sektor kehidupan di dalamnya, tengah berupaya, berikhtiar dan beradaptasi dengan virus yang meresahkan ini.  Salah satunya, adalah sektor pendidikan di Indonesia yang juga tengah berkhitiar, menyelenggarakan pembelajaran secara virtual atau e-learning atau pembelajaran online melalui video converence atau juga dikenal dengan pembelajaran daring

Sebagai konsep pembelajaran baru yang bersifat adaptatif dan sementara, karena wabah virus Corona, maka harus diakui, terdapat beberapa tantangan, kendala dan hambatan dalam proses pengaplikasiannya di lapangan, Yang paling krusial, selain kendala keterbatasan fasilitas jaringan internet yang tidak lancar, persoalan perangkat Android dan kuota internet bagi anak didik yang berasal dari keluarga yang tidak mampu, juga terkait persoalan kesiapan guru, kesiapan anak didik dan orang tua/ wali murid dalam proses pembelajaran virtual.

Bersyukur, dalam hampir setahun lamanya proses pembelajaran virtual ini berlangsung, keseluruhan tantangan, hambatan dan kendala tersebut di atas, lambat laun mulai teratasi dengan baik. Hal ini terwujud  berkat intervensi kebijakan, baik dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maupun dari Pemerintah Daerah yang secara terencana dan terstruktur mulai memformulasikan beberapa ide, gagasan dan terobosan sebagai solusi.

Meski demikian, masih terdapat beberapa aspek yang nampaknya tetap dan terus-menerus membutuhkan perhatian dan penanganan khusus, terutama yang terkait erat dengan upaya komprehensif, bagaimana meningkatkan motivasi belajar anak didik dalam mengikuti proses pembelajaran secara virtual. Faktor motivasi anak didik ini sangat penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran di satu sisi dan dalam kerangka mempertahankan serta meningkatkan kualitas pendidikan di sisi yang lain.

Artinya, selengkap apapun fasilitas pembelajaran virtual, sehebat apapun guru dalam menerapkan metode pembelajaran dan setangguh apapun orangtua anak didik dalam mengawal, membimbing serta mendampingi anak-anaknya, namun jika siswa yang bersangkutan tidak memiliki motivasi belajar yang memadai, maka ouput yang dihasilkan juga tidak akan maksimal.

Pada pembelajaran online, biasanya peserta didik menjadi kurang aktif dalam menyampaikan aspirasi dan pemikirannya maupun enggan dalam menyampaikan keluhan-keluhan tertentu, terkait misalnya, kesulitan yang dihadapinya pada materi pelajaran tertentu yang telah dan tengah diampuh oleh guru dari kejauhan. Bahkan ada kasus, di mana siswa terkadang tidak perduli, apakah ia mengerti atau tidak, paham atau tidak paham dengan materi pelajaran yang disampaikan oleh guru.

Guru dalam konteks ini, patut mawas diri dan berikhtiar jangan sampai anak didik dari balik layar video confrence akan bersikap  “masa bodoh” dengan materi yang diampuh oleh guru dan hanya berpikir bagaimana proses pembelajaran virtual itu cepat selesai. Apalagi jika ada murid  yang sudah ketagihan “Main game”, bermedsos atau semacamnya yang membuatnya menjadi malas, tidak bergairah, acuh tak acuh dan cenderung menganggap pelajaran yang disampaikan oleh guru tidaklah  penting.

Yang patut digarisbawahi, bahwa secara psikologis atau kejiwaan, sikap dan pola pikir anak didik saat berhadapan langsung dengan guru di ruang kelas,  akan berbeda jauh, ketika anak didik tersebut berada di rumah,  jauh dari jangkauan guru. Apalagi, dalam kesehariannya, anak didik tersebut memiliki persoalan di rumah atau ada sesuatu yang tidak disukainya atau tengah menghadapi persoalan tertentu, semuanya itu, akan turut mempengaruhi kejiwaan anak didik ketika mengikuti pembelajaran secara online.

Oleh karena itu, guru tidak hanya sekadar menyampaikan materi pembelajarannya secara menoton atau satu arah, tapi guru  dituntut lebih peka dan kreatif dalam mengaplikasikan metode-metode pembelajaran yang elegan, luwes dan menyenangkan. Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan atau yang dikenal dengan PAKEM, nampaknya patut menjadi salah satu alternatif rujukan guru dalam proses pembelajaran Virtual.  Paling tidak, hal itu dimaksudkan untuk merangsang motivasi dan minat anak didik agar tidak jenuh, bosan atau acuh tak acuh dalam proses pembelajaran.

Bagaimana metode PAKEM diterapkan dalam proses pembelajaran virtual? Bukankah selama ini, PAKEM cenderung diterapkan dalam proses pembelajaran tatap muka langsung dengan guru di sekolah?. Disinilah pentingnya kreatifitas guru dalam mengampuh mata pelajaran secara virtual. Dengan kata lain, guru dalam aspek ini, dituntut mampu menemukan formula yang efektif, bagaimana sajian pembelajaran virtual dapat merangsang semangat dan motivasi anak didik agar antusias dalam belajar, meski secara virtual.

Menurut Rusman (2014), PAKEM adalah konsep pembelajaran yang berpusat pada anak (student centered learning) dan pembelajaran yang bersifat menyenangkan (learning is fun) agar anak didik termotivasi untuk terus belajar sendiri tanpa diperintah, tanpa harus diawasi, tidak merasa terbebani atau takut. PAKEM dalam implementasinya, adalah konsep pembelajaran dalam kerangka menterjemahkan  4 pilar yang dirancang oleh UNESCO, antara lain 1). Learning to know, yakni mempelajari ilmu pengetahuan dari aspek kognitif. 2). Learning to do, yaitu belajar untuk melakukan yang bersifat implementasi ilmu atau penjabaran teori secara praktis. 3). Learning to be , yakni membelajarkan anak didik untuk menjadi diri sendiri yang terkait erat dengan kepribadian atau pendidikan karakter. 4). Learning to life together, yakni pembelajaran tentang kebersamaan, toleransi dan nilai-nilai sosial lainnya kepada anak didik. Itulah sedikitnya sasaran yang hendak dicapai yang dapat dikolaborasikan ke dalam proses pembelajaran PAKEM yang tetap relevan diaplikasikan dalam pembelajaran secara online.

Meski demikian, dalam konteks meningkatkan motivasi anak didik dalam proses pembelajaran virtual di satu sisi dan tetap menjaga kualitas pembelajaran di sisi yang lain, guru sebenarnya memiliki ruang ekspresi yang lebih luwes dan memadai. Yang penting adalah, guru mampu tampil kreatif dalam meramu, menyajikan dan menyuguhkan materi pembelajaran yang dapat merangsang semangat siswa untuk belajar. Dengan begitu, proses pembelajaran virtual tetap bermakna bagi anak didik di manapun. (BERSAMBUNG).

Tags: FIPfory armin nawaykabupaten gorontaloPGRIPKKPramukaUNG

Related Posts

Yusran Lapananda

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Tuesday, 26 May 2026
Basri Amin

Sehat yang Sesat

Monday, 25 May 2026
Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam?  Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam? Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Saturday, 23 May 2026
Optimalisasi Manajemen SDM Pendidikan: Mitigasi Burnout Tenaga Pendidik di Tengah Arus Digitalisasi

Optimalisasi Manajemen SDM Pendidikan: Mitigasi Burnout Tenaga Pendidik di Tengah Arus Digitalisasi

Saturday, 23 May 2026
Transformasi Manajemen Sekolah di Era Kecerdasan Buatan

Transformasi Manajemen Sekolah di Era Kecerdasan Buatan

Saturday, 23 May 2026
Dari Kapur ke Kecerdasan Buatan: Revolusi Manajemen Pendidikan Masa Kini

Dari Kapur ke Kecerdasan Buatan: Revolusi Manajemen Pendidikan Masa Kini

Saturday, 23 May 2026
Next Post
Tim Resmob Gulung Bandar Togel di Kabgor

Tim Resmob Gulung Bandar Togel di Kabgor

Discussion about this post

Rekomendasi

Pembekalan Ujian Komprehensif CBT dan Lisan, FEBI IAIN Gorontalo Siapkan Lulusan Unggul Hadapi Dunia Kerja

Pembekalan Ujian Komprehensif CBT dan Lisan, FEBI IAIN Gorontalo Siapkan Lulusan Unggul Hadapi Dunia Kerja

Wednesday, 3 June 2026
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail semeja bersama para gubernur se sulawesi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

Gusnar Temui YSK Bahas Kredit ASN Pemkot, Pemotongan Gaji ASN Tetap Melalui Debit Otomatis

Tuesday, 2 June 2026
Bagi Mahasiswa di Gorontalo, Anda Harus Ikut Ini: Astra Honda SDGs Future Leaders, Pendanaan Project Hingga Puluhan Juta Rupiah

Bagi Mahasiswa di Gorontalo, Anda Harus Ikut Ini: Astra Honda SDGs Future Leaders, Pendanaan Project Hingga Puluhan Juta Rupiah

Friday, 29 May 2026
Baznas dan Mahasiswa IAIN Gorontalo Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera

Baznas dan Mahasiswa IAIN Gorontalo Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera

Tuesday, 23 December 2025

Pos Populer

  • Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail semeja bersama para gubernur se sulawesi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

    Gusnar Temui YSK Bahas Kredit ASN Pemkot, Pemotongan Gaji ASN Tetap Melalui Debit Otomatis

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Peringati Hari Lahir Pancasila, BRI BO Gorontalo Gelar Upacara, Tekankan Komitmen Melayani

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Cuaca Buruk Picu Fluktuasi Harga Ikan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Cegah Kecelakaan Lalu Lintas, Anak di Bawah Umur Diimbau Tidak Berkendara

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Satu Rumah di Dungaliyo Hangus Terbakar

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.