Gorontalopost.co.id, BONE BOLANGO – Penolakan terhadap aktivitas PT Celebes Bone Mineral (PT CBM) di Kecamatan Bone Pantai (Bonpai), Kabupaten Bone Bolango, kian menguat.
Warga bersama Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan dan WALHI Gorontalo menyuarakan penolakan secara terbuka dengan membawa isu perlindungan lingkungan, hak atas ruang hidup hingga dugaan persoalan legalitas perusahaan.
Penolakan itu mengemuka dalam diskusi publik Hari Keadilan Ekologis di Lapangan Taruna Jaya, Desa Bilungala baru-baru ini. Dalam forum tersebut, aliansi menegaskan penolakan terhadap aktivitas PT CBM telah berlangsung sejak 2024.
Mereka menyatakan sikap tersebut bukan semata penolakan terhadap investasi, melainkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Sejumlah persoalan lingkungan turut dijadikan alasan, antara lain banjir bandang 2024, longsor di Desa Pelita Hijau serta kekhawatiran terhadap sumber mata air yang menjadi kebutuhan masyarakat Bone Pantai.
Tekanan terhadap pemerintah dan perusahaan semakin kuat setelah aliansi mengungkap hasil rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Provinsi Gorontalo. Dalam RDP pertama, disebut terdapat dugaan PT CBM belum mengantongi izin lingkungan.
Pada RDP berikutnya, muncul pula dugaan aktivitas perusahaan berada di kawasan hutan lindung tanpa Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Aliansi mengaku telah melakukan pengecekan lapangan dan mengambil titik koordinat.
Sehari berselang, warga kembali menggelar aksi di Desa Bilungala. Mereka membentangkan spanduk utama Hari Keadilan Ekologis sekaligus menyampaikan orasi yang kembali menegaskan penolakan terhadap PT CBM. Sementara itu, warga dan aliansi menyatakan perjuangan akan terus ditempuh melalui jalur konstitusional.
Warga mendesak pemerintah memberikan kejelasan mengenai status perizinan PT CBM serta membuka ruang dialog agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Kapolsek Bone Pantai AKP Eldo A.S Rawung SH mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan jalannya aksi sehingga berlangsung tertib dan kondusif. (roy)












Discussion about this post