Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak hanya dipandang sebagai wadah koperasi di tingkat desa. Bagi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), program tersebut berpotensi menjadi pintu baru bagi pengusaha untuk masuk ke rantai pasok ekonomi desa.
Peluang itu mengemuka dalam dialog Kadin Indonesia bersama jajaran Kadin kabupaten dan kota se-Gorontalo dalam rangkaian Musyawarah Provinsi (Musprov) V Kadin Gorontalo, Ahad (20/9) di Hotel Aston Gorontalo.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Keanggotaan, Widiyanto Saputro, dalam kesempatan itu mengatakan, aktivitas KDMP nantinya akan bersentuhan langsung dengan kebutuhan barang dan jasa, distribusi, pemasaran hingga rantai pasok.
Ruang tersebut dapat diisi pelaku usaha yang telah memiliki produk, jaringan distribusi maupun akses pasar. Dengan kata lain, keberadaan KDMP membuka kemungkinan terbentuknya kemitraan antara koperasi desa dan pengusaha, bukan berjalan sebagai dua ekosistem yang terpisah.
“Kadin punya peran untuk menghubungkan potensi yang ada di daerah dengan kebutuhan yang muncul dari program-program pemerintah. KDMP menjadi salah satu ruang yang bisa mempertemukan koperasi dengan dunia usaha,” kata Widiyanto.
Menurut dia, posisi Kadin kabupaten dan kota menjadi penting karena organisasi tersebut berada lebih dekat dengan pelaku usaha dan potensi ekonomi masing-masing daerah. Jaringan itu dapat digunakan untuk memetakan sektor usaha yang berpeluang masuk ke rantai pasok KDMP.
Mulai dari penyediaan barang, jasa, distribusi hingga pemasaran. Widiyanto mengingatkan agar KDMP tidak tumbuh sebagai koperasi yang berjalan sendiri tanpa terhubung dengan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
“Jangan sampai koperasi berdiri sendiri. Harus ada ekosistemnya, ada pelaku usaha yang bisa menjadi bagian dari rantai pasok, ada pasar dan ada hubungan dengan dunia usaha,” ujarnya.
Bagi Kadin, pola kemitraan tersebut sekaligus memperluas fungsi organisasi. Kadin tidak hanya menjadi tempat menyampaikan aspirasi pengusaha, tetapi juga dituntut membuka akses terhadap peluang usaha yang muncul dari program pemerintah.
Karena itu, KDMP menjadi salah satu ruang yang sedang dibaca Kadin sebagai potensi pasar baru bagi anggotanya, sekaligus jalur untuk menghubungkan pelaku usaha dengan ekonomi desa.
Dialog tersebut juga membahas tantangan dan peluang dunia usaha daerah, termasuk penguatan jaringan Kadin agar lebih mampu membaca perubahan ekonomi dan merespons program strategis pemerintah.(tro)













Discussion about this post