Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Sejak dicetuskan Wali Kota Adhan pada periode pertamanya, tahun 2008-2013, ajang Pemilihan Putra-Putri Islam Berprestasi (PPIB) Kota Gorontalo memasuki penyelenggaraan ke-10.
Bagi Adhan, kegiatan ini tidak lagi sekadar menjadi ajang perlombaan untuk mencari peserta terbaik. PPIB, menurut dia, telah berkembang menjadi ruang pembinaan sekaligus kaderisasi generasi muda Islam di Gorontalo.
Ia mengakui jika perjalanan PPIB selama satu dekade ini telah melahirkan sejumlah alumni yang kini tidak hanya menjadi mubaligh, namun juga berkiprah di berbagai bidang strategis.
“PPIB ini awalnya dirancang dalam bentuk lomba biasa saja, tapi dalam perjalanannya banyak alumni PPIB yang hari ini telah menjadi mubalig-mubalig muda yang ada di Provinsi Gorontalo,” ungkap Adhan ketika membuka PPIB ke-10 pada Sabtu (12/9/2026) di Lapangan Taruna Remaja.
“Bahkan ada pula yang menjadi figur-figur serta tokoh penting di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya. Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa PPIB tidak berhenti pada kompetisi. Kegiatan itu diarahkan sebagai sarana membentuk generasi muda Islam yang memiliki kemampuan, prestasi, sekaligus karakter.
Namun dibalik ajang prestasi, Adhan tegas dan condong pada pembinaan karakter maupun akhlak dalam proses pembinaan peserta PPIB. “Buat apa berprestasi, tapi akhlaknya tidak mencerminkan nilai-nilai ajaran dan karakter Islam,” katanya.
Maka dari itu, ia berharap para peserta tidak hanya mengejar gelar sebagai yang terbaik dalam kompetisi, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 18 peserta akan mengikuti rangkaian kompetisi. Mereka dijadwalkan menjalani tiga malam babak penyisihan, satu malam babak final, serta malam penobatan.
Dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja, seluruh rangkaian kegiatan PPIB ke-10 tersebut direncakan akan berlangsung mulai tanggal 13 September hingga tanggal 19 September 2026.(adv)














Discussion about this post