gorontalopost.co.id- Potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Gorontalo masih menjadi perhatian. Untuk itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) didorong memperkuat pengawasan dan pengelolaan sumber-sumber pendapatan daerah guna memastikan penerimaan yang masuk ke kas daerah lebih optimal. Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota (Dekot) Gorontalo, Alwi Podungge.
Anggota Komisi II Dekot Gorontalo itu menyampaikan bahwa Bapenda memiliki peran khusus untuk menggali, mengelola, serta mengoordinasikan seluruh sumber pendapatan daerah secara lebih fokus dan terukur. “Bapenda ini tidak lagi digabung dengan badan keuangan karena fungsinya berbeda. Fokusnya adalah mencari dan mengelola sumber-sumber pendapatan agar potensi kebocoran bisa diminimalisir,” ujar Alwi.
Menurutnya, selama ini pengelolaan PAD masih menyisakan celah kebocoran akibat lemahnya pemetaan potensi dan pengawasan. Dengan hadirnya Bapenda, diharapkan pengelolaan pendapatan dapat dilakukan secara lebih profesional dan akuntabel.
Alwi mengungkapkan, sebelum pembentukan Bapenda, PAD Kota Gorontalo berada di kisaran Rp300 miliar. Dengan pengelolaan yang lebih fokus, PAD berpotensi meningkat hingga Rp600 miliar jika seluruh potensi daerah dapat dimaksimalkan. “Jika pendapatan daerah kuat, maka kemandirian fiskal akan terjaga dan program-program pemerintah dapat berjalan lebih optimal,” katanya.
Meski demikian, Alwi menegaskan bahwa efektivitas Bapenda tetap membutuhkan pengawasan berkelanjutan. Dekot, kata dia, akan terus memantau kinerja lembaga tersebut agar benar-benar berdampak pada peningkatan PAD, bukan sekadar menambah struktur birokrasi.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Dekot dan Pemkot dalam memastikan Bapenda beroperasi secara maksimal demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan fiskal Kota Gorontalo. (Adv)













Discussion about this post