Gorontalopost.co.id, GORONTALO – Pasca lonsong di lokasi tambang Satreskrim Polres Pohuwato harus menghentikan sementara proses olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penambangan Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato. Kondisi medan yang masih rawan membuat polisi memilih mengutamakan keselamatan petugas setelah terjadi beberapa kali longsoran susulan.
Peristiwa longsor tersebut terjadi pada Rabu (12/8) sekitar pukul 17.30 WITA. Musibah itu menimpa enam warga yang berada di kawasan penambangan. Lima orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya berhasil selamat dan kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Marupa Sagala mengatakan, sesaat setelah kejadian, personel kepolisian bersama masyarakat langsung bergerak memberikan pertolongan kepada para korban. Upaya evakuasi dilakukan meski kondisi di sekitar lokasi masih berisiko.
“Berdasarkan informasi yang diterima, saat kejadian berlangsung, anggota kepolisian bersama warga setempat segera melakukan pertolongan. Dari enam orang yang berada di lokasi, lima orang meninggal dunia, sedangkan satu orang selamat dengan luka ringan dan kini dirawat di rumah sakit,” ujar Marupa.
Penanganan perkara kemudian dilanjutkan oleh jajaran Polres Pohuwato. Setelah menerima laporan dari Polsek setempat, petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan awal sekaligus mengamankan area kejadian.
Tim gabungan Polres Pohuwato selanjutnya melakukan olah TKP pada Kamis. Kegiatan tersebut berlangsung sekitar pukul 12.00 hingga 15.30 WITA. Namun, penyelidikan lapangan tidak dapat dilanjutkan sepenuhnya. Selama proses olah TKP, terjadi enam kali longsoran susulan yang membuat kondisi kawasan semakin berbahaya.
Situasi tersebut membuat polisi memutuskan menghentikan sementara kegiatan identifikasi dan pemeriksaan di lokasi. Langkah itu diambil untuk mencegah jatuhnya korban baru, terutama dari kalangan petugas yang tengah melakukan proses penyelidikan.
“Kegiatan olah TKP ditangguhkan dulu karena masih berpotensi longsor dan dikhawatirkan menimbulkan korban baru bagi petugas,” tegas Marupa.
Meski kegiatan di lokasi dihentikan, proses penyelidikan tidak ikut terhenti. Penyidik kini mengalihkan tahapan pemeriksaan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi yang dinilai mengetahui aktivitas para korban sebelum longsor terjadi.
Keterangan juga akan digali dari keluarga korban serta korban selamat yang masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu polisi menyusun rangkaian kejadian secara lebih lengkap, termasuk mengetahui aktivitas para korban sebelum berada di titik longsor.
Polisi juga akan mendalami kondisi serta aktivitas penambangan di kawasan tersebut. Pasalnya, lokasi penambangan di Desa Hulawa disebut sebelumnya telah beberapa kali menjadi sasaran penindakan karena aktivitas pertambangan yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penyidik masih mengumpulkan berbagai informasi untuk memastikan penyebab utama longsor serta mengetahui kondisi di lokasi sebelum peristiwa terjadi. Hasil pemeriksaan saksi dan temuan di lapangan nantinya akan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah hukum selanjutnya.(tha)













Discussion about this post